Saturday, October 25, 2008

Curhat Malah Dicurhatin!

Tut... Tut... Tut... Tut...
"Halo..." Terdengar suara perempuan di ujung telepon satu detik sebelum jempolku memencet tombol merah untuk mengakhiri panggilan pada dering kelima.
"Halo..." sahutku.
"Ada apa?" Nada suara di seberang parau nampak sekali jiwanya belum terkumpul seratus persen pada raganya.
"Woi, bangun, dah siang!" teriakku kenceng-kenceng.
"Jam berapa sih ini?" Suara lembut perempuan itu masih terkesan bermalas-malasan.
"Udah jam setengah delapan nih!" kibulku pengen bikin perempuan itu panik karena telat masuk kantor, padahal sebenarnya baru jam setengah enam.
"Kalo setengah delapan yo wes aku tidur lagi aja!" Malah perempuan itu yang balik bikin aku keki.
"Woii..." teriakku. Ia terkekeh dalam kantuk. "Dasar femme kok mbangkong!" ledekku.
"Biar aja, yang penting banyak yang mau sama aku!" Kumat deh narsisnya. "Termasuk kamu juga kan, makanya pagi-pagi kamu sudah nelpon-nelpon aku, ya kan?" Bener-bener deh perempuan satu ini emang super narsis.
"Stop deh jadi orang narsis!" sergahku gerah membuatnya makin terkekeh. Terus terang aku sedang tidak mood bercanda hari ini. Pikiranku sedang tinggi.
"Entahlah, Rey, aku lagi suntuk dengan hidupku..." suara lembutnya berubah pecah. Ada kesedihan disana.
"Kenapa lagi?" tanyaku meski jujur saja aku sedang tak ingin dicurhati. Bahkan awalnya justru aku yang ingin berkeluh kesah.
"Aku juga nggak tau aku ini kenapa... Nggak tau aku ingin apa..."
"Soal apa lagi, mantanmu itu?" Terakhir ia bercerita sudah tak ada masalah lagi dengan perempuan yang masih mengisi relung hatinya itu. Ia bilang ia sudah tau apa dan bagaimana ia menangani hatinya untuk itu.
"Bukan tentang dia..." sangkalnya.
"Lalu..." kejarku.
"Aku tadi dimarahi temanku!"
"Masalahnya apa?"
"Karena aku bersikap buruk pada temannya yang dikenalkannya padaku..."
"Emang kenapa kamu bersikap kayak gitu?"
"Aku juga nggak tau! Tapi tiap kali aku dikenalin orang, selalu saja aku jawabnya asal-asalan dan boongin mereka tentang diriku, padahal awalnya aku yang minta dikenalin..."
Aku mendesah panjang. "Kalo kamu merasa belum siap menerima kehadiran orang lain di hatimu, jangan pernah memaksa untuk cepat-cepat membuka diri!" Aku yakin betul sahabatku satu ini belum bisa melupakan mantan kekasihnya yang sudah mengkhianati tapi tetap tak bisa ia lupakan itu.
"Aku nggak mau terus-terusan gini, Rey, aku juga ingin bahagia! Tapi kenapa ketika ingin mengenal orang baru, aku malah bersikap seperti itu!" Suara perempuan di seberang serak. Butiran air sepertinya telah meretas.
"Makanya jangan memaksakan diri! Dan kalau pun kenal, ya anggap biasa aja, nggak usah dianggap serius..."
"Tapi justru mereka yang serius!"
"Ya sudah, berarti dari kamunya yang harus meng-handle semuanya!"
"Aku kenapa sih, Rey? Apa aku jahat?"
"Bukan jahat, kamu belum siap aja!""Lalu sampai kapan aku akan begini?" Isakan perempuan itu terdengar jelas.
"Yang bisa memutuskan kapan kau bisa keluar dari belenggu yang dibuat olehmu sendiri adalah hatimu!"
Aku jadi teringat awal perkenalan aku dengan perempuan ini. Dua tahun lalu, dua orang yang sama-sama patah hati. Hanya bedanya aku sudah terlepas dari kungkungan lingkaran setan yang membelit perasaan yang kubuat sendiri, sementara perempuan di ujung telepon ini belum, meski lisannya beberapa waktu lalu dengan bangga menyerukan kebebasan belenggu perasaannya.
"Aku cuma pengen bahagia, Rey, kenapa rasanya kok susah sekali!"
Kembali aku hanya menarik nafas panjang. Sebenarnya tak beda jauh dengan yang kurasakan saat ini.
"Udah, ah, kok jadi termehek-mehek gini. Tadi kamu mau cerita apa?"
"Nggak, cuma mau nelpon kamu aja kok!" boongku.

Kebahagiaan... Sepertinya terkesan sederhana, namun ternyata tak mudah karena acapkali kita merasa di titik nol akan kehidupan. Dan aku rasa wajar, asal tak berlarut-larut dan secepatnya memupuk hati untuk mulai melakukan kembali hal-hal positif dalam hidup. Sound easy, but not always easy... Then just make it easier!

2 comments:

Shanz said...

yap. sound easy, but not easy

Salam kenal,
:)

Cosmic Soulmate said...

Salam kenal juga...