Kata diatas begitu familiar untuk kulantangkan pada seseorang akhir-akhir ini. Kadang aku bertanya-tanya sendiri, sebenarnya apa sih definisi yang tepat untuk mengulas makna dibalik kata tersebut?
Aku menggunakan kata itu pada seseorang karena ia terlalu banyak mengenal orang hingga hapenya tak pernah berhenti berdering. (Catatan: hape lebih dari satu lho!) Definisi yang tepat kah? Mengingat tak ada satu hati yang tertambat di relungnya. Hanya cabang-cabang kecil yang berentetan dipajang di hatinya yang diatasnamakannya sebagai bentuk persahabatan.
Pun demikian ketika beberapa orang, DULU menjulukiku dengan kata yang sama. Ketika aku secara bersamaan memberi hati pada beberapa perempuan. Hingga tiap kali beramah tamah dengan makhluk berjenis perempuan, langsung saja stempel tersebut ditohok ke mukaku. Playerkah?
Atau juga ketika seseorang secara sadar dan sengaja membagi hati pada beberapa perempuan. Itu kah definisi yang tepat?
Beragam definisi dengan satu benang merah, namun dengan beraneka latar belakang dan alasan-alasan lain yang membuntuti di belakang. Apapun definisinya, PLAYER tetap saja adalah sebuah stigma buruk yang kadang risih untuk disandang, namun tak sedikit pula yang berbangga dengan predikat tersebut.
No comments:
Post a Comment