Aku MUNGKIN tengah bermimpi
Melihatmu di selayang mataku
Memapahku dalam pelukan cintamu
Menuntunku hirup nafasmu
Membuatku minum di bibirmu
Memabukkanku dalam buih-buih keindahan atas nama cinta
Ah, aku MEMANG tengah bermimpi
Pelukan tlah terlepas
Nafasmu menyesakkan dadaku
Keindahan itu semu
Selayang mata yang hanya kamuflase
Seorang pemain watak yang sesungguhnya. Seorang penata mata yang lihai pula. Seorang penjaja hati yang tak mau dikategorikan murah. Ah, kau ternyata pandai juga! Jarang ada orang yang pintar tuk meng-tidakSINKRON-kan mata, mulut dan hati secara bersamaan sementara kau dengan cukup jenius menyeimbangkannya sekaligus. Sallute!!
No comments:
Post a Comment