Salah satu kosakata rana perbelokan yang sering kudengar tapi belum pernah kuhembuskan. Sangat familiar di kupingku dari bentuk hubungan orang lain, tapi asing kulakukan bagi relationshipku sendiri. Bukan karna tak mau, hanya belum pernah terjadi dari satu, dua... etc hubunganku.
Komitmen. Apa sih definisinya? Mungkin bisa diartikan luas sebab pandangan, batasan, aturan de el el masing-masing orang tentu akan berbeda-beda. Dari kacamataku, Komitmen itu kunilai sebagai tindak lanjut hubungan yang aku setarafkan layaknya pernikahan dalam arti harafiah. Pandangan tiap orang -sekali lagi- tidak sama, tapi menurutku pernikahan -dalam arti sebenar-benarnya- dalam dunia homoseksual -sampai detik ini, mengacu pada penerimaan masyarakat yang masih homophobic- adalah sebuah KEKONYOLAN alias sesuatu yang wasting time, sebab meski menurut sebuah agama -mungkin- sah, tetap saja di mata masyarakat tak ada penerimaan sejati.
Aku pernah mendengar ada pasangan lesbian yang menikah secara adat di Kediri, juga pernah kubaca di milis ada seorang pendeta perempuan yang bersedia menikahkan pasangan sesama jenis secara kristen, toh dimataku kata MENIKAH tetap saja kuanggap "aneh". Aku setuju dengan pendapat seorang teman: "Kita (lesbian) aja oleh masyarakat dianggap abnormal, kenapa harus menambah kelakuan abnormal-abnormal lain -di mata mereka- seperti menikah!"
Ya mungkin ada yang berkomentar, "Ngapain mikirin kata orang, kan yang menjalani hubungan itu adalah kita sendiri, jadi nggak peduli kata orang!" Well, semua emang kembali pada pemikiran dan pribadi masing-masing, yang jelas untuk membawa arah biduk rumah tanggaku kelak, (ciee berat neh kata-katanya...) aku lebih memilih KOMITMEN (entah dalam bentuk living together de el el) daripada MENIKAH.
***
"Komitmen seperti apa yang kamu terapkan kelak?" Pertanyaan itu pernah diajukan seseorang beberapa waktu lalu.
Hmm... Jawabanku waktu itu dan sekarang masih tetap sama. Tak muluk-muluk. Selain karna belum pernah melakoni, aku juga tak ingin berkata banyak dulu tentang sesuatu yang masih buram di masa mendatang, alias nggak mau janji-janji ntar takutnya jadi merpati yang nggak janji deh! (Hehehe...)
Pastinya, jika menginginkan sebuah hubungan yang serius, komitmen harus dibicarakan dan direncanakan sedari sekarang. Selebihnya melihat kemana waktu dan kenyataan berhembus, tentu dengan kembali pada komitmen awal masing-masing. Jika pondasi kuat, angin puting beliung bahkan badai Katrina pun, tak mampu membuat sebuah hubungan tergoyahkan. (Ceilee... Mantab!)
Hmm... Tampaknya sangat indah tuk dibayangkan... Namun aku tak pernah tau kemana kapalku kelak akan bermuara... Ya, jika aku mendengar kisah lesbian couple yang "sukses" menata relationship, kadang aku berkata -juga berharap- dalam hatiku, Kapan aku bisa seperti mereka? Hopefully, someday...:-)
No comments:
Post a Comment