Showing posts with label Intermezzo. Show all posts
Showing posts with label Intermezzo. Show all posts

Friday, August 3, 2012

Rancu itu Candu


Aku sepertinya pernah menulis tentang kegemaranku satu ini. Bikin rancu!

Orang mungkin kadang berfikir kok mudah ya ditebak. Hmm, kalau itu yang memang terbersit, aku akan berdecak dengan kesuksesan bermain muka.

Informasi yang tergelontor deras jangan diharap adalah murni seribu persen begitu adanya. Sekali lagi kekagumanku untuk merancu kadang tak terpikir kan sejauh itu. Tak ada informasi yang seratus benar, jendral! Pandailah memilah dan memilih, karena absurd juga pilihan.

Deru tawa di dada tak pernah terdengar keluar, pun gemanya tak membuat sudut bibir membentangkan secarik senyuman. Oleh karenanya, mata adalah jendela jiwa. Jika tak dapat mengartikan mimik mata dan silat jemari berdansa, niscaya absurd-lah yang kan Anda terima!


Thursday, July 26, 2012

Doa Pagi Sebelum Tidur -Lagi-


Puasa baru kumulai berapa hari, maklum dapat jatah rutin bulanan, tapi godaan juga sudah mulai menghampiri. Katanya, kalau di bulan puasa ini setan dan sebangsa se tanah airnya di kerangkeng, tapi kok tetap aja menggoda ya. Dan nggodainnya gak tanggung2 lho, di area yang enak2...

Sudah beberapa kali puasa di kota ini, sahur adalah ritual yang hampir tak pernah terlewati dengan mengisi perut. Paling banter minum air putih. Biasa, air adalah kebutuhan utama tubuh di banding makan. Meski kadang terkantuk-kantuk, ritual ini hampir selalu kulakukan.

Menanti subuh sembari terkantuk-kantuk, lalu bablas tidur sehabis subuh, nah mimpi diantara sehabis subuh sampai pagi membuka mata inilah yang merisaukanku dua hari ini... Mimpinya gak nanggung2, mbokep! Pas pagi buka mata saya sampe leng-lengen a.k.a tertegun, ini kok bisa mimpi begitu yak!

Memutar ulang ingatan, memang kerap terjadi mimpi pada jam2 pagi itu adalah daerah rawan karena gak tau kenapa selalu beraroma mesum. Kalau hari2 biasa mungkin itu tak masalah, alias dikategorikan lumrah. Nah, kalo pas puasa gini kan jadi luar binasa...

Doa pagi sebelum tidur setelah subuh adalah keharusan. Haha paling tidak mensugesti otak untuk menginstruksi alam bawah sadar membuat corak mimpi yang lain, and it works!!!

Sunday, July 8, 2012

You will when u believe...



Lagu lawas yang tiba-tiba terngiang hampir tiap hari di telingaku, namun bukan tanpa tiba-tiba terangkum menjadi teramat bermakna.

Mempercayai keajaiban. Sejak dulu aku percaya. Bahkan jalan hidupku kupikir masuk kategori keajaiban. Tracknya sudah diatur, makanya mungkin kini aku tak terlalu memikirkan akan bagaimana hidup, just live it! Bukan hendak pongah, namun ketika menilik ke belakang, satu persatu runutan kejadian itu seperti sudah pas saja memang harus begitu lajurnya. Memaknai kehilangan, haru biru senyuman capaian, tetesan palung terdalam, mendendam, memaafkan, pahit manis alur hidup itu kalau di urutkan akan membuatku termanggut-manggut, that my life is so wonderful!

Mengkonstruksikan otak untuk meyakini. Sugesti. Kata itu terkadang menjadi andalanku. Segala sesuatu dimulai dengan sugesti. Tak ada hubungannya dengan klenik. Hanya terkadang ketika menanamkan sesuatu di otak -apapun itu- dan kemudian meyakininya, hal tsb terjadi seperti yang diinginkan.

Friday, September 23, 2011

Sing a Song

Selalu tampak indah awalnya.... Berakhir bencana...
Akhirnya, usai sudah semua kudapatkan tawa bahagia!
Karma By Cokelat


Lama gak denger lagu itu....Baru denger lagi ketika suara serak2 akustik mbak bersuara bagus waktu kumpul bersama teman2 Lesbian dua hari lalu...






Selamat tinggal, Sayang...

Monday, August 9, 2010

YM - mu


Beberapa hari lalu aku menemukan YM seseorang dari masa lalu sedang online, setelah sekian tahun akun tsb sepertinya -kukira- sudah tak berpenghuni lagi. Aku kemudian tercenung, bukan mengenang si pemilik YM. Hanya sedikit teringat. Telah lama berselang, tetap saja kejadian demi kejadian seperti baru kemarin terjadi. Hanya dengan pemaknaan berbeda. Dulu aku terus dan terus meraba serta mencari bagaimana hal tsb bertemu, bersemai dan berakhir, namun kini aku memandangnya sebagai proses yang telah usai. Berdamai, bahwa yang telah terjadi adalah pembelajaran.

Tuesday, June 22, 2010

AKU BENAR2 PUNYA FANS!


Aku punya fans berat, paparazi tepatnya. Tapi ia tak membawa kamera untuk menjepret sosokku memenuhi keingintahuannya tentangku. Entah ia gunakan alat apa tapi yang pasti ia selalu tau kapan aku ganti nick fesbuk, lalu ia dengan rajin mengumumkan pergantian nick ku itu di status fesbuknya. Padahal, aku tak berteman dengannya. Logikanya, ia harus metani (bahasa jawa: kayak orang lagi nyari kutu) tiap nama/profil picture ku bukan?

Ketika seorang teman dengan terbahak memberitahukan perilaku orang ini padaku, aku ketawa ngakak sengakak-ngakaknya. Apakah tidak ada aktivitas lain, gitu, selain memonitorku? Bikin video porno kek contohnya, secara dah pinter akting manipulatif getho... Atau paling tidak kalau naksir atau ngefans berat ngomong gitu? Wkwkwkwkwkw

Kata dia neh, aku ganti nick biar ga ketauan kedoknya. Kedok mah dikali, munculnya tuh cuma pas musim ujan. Jadi kalo musim tukang tuduh ma tukang fitnah, tuh kedok kagak nongol! Wakakakakak

Syukur seh, berarti dengan begitu membuktikan bahwa ia sangat memperhatikanku. Nah, ntar ditunggu nick fesbukku selanjutnya, jadi elo tuh kudu pantengin fesbukku tiap menit, biar up 2 date getho! Sapa tau ada kejutan, nick qta jd samaan gemana, seru tuh!

Sunday, April 18, 2010

TRAVELLING


Jika Anda berpikiran bahwa apa yang kutulis adalah tentang perjalanan atau bepergian, aku jamin Anda akan salah besar.

Semalam aku menonton Sparkling Luna dalam Just Alvin di MetroTV. Ia bercerita tentang ayahnya yang berpulang ketika ia berumur dua belas tahun. Kedua orangtuanya sering bergantian travelling, hingga saat ayahnya menghadap Yang Kuasa, ia berfikiran bahwa ayahnya sedang travelling, bepergian kemana dan nanti pasti akan kembali. Hingga ketika dewasa tersadar bahwa sosok ayak tak akan pernah hadir dalam hidupnya lagi.

Adalah sebuah cerita yang sama seperti yang dirasakan ibuku. Ayah, sejak kami pindah ke rumah Eyang dari garis keturunan ibu, memang hampir jarang ada di rumah. Tapi bukan travelling layaknya yang ayah Luna lakukan. Tanggung jawab pada keluarga yang membawanya dengan segala upaya serta bagaimana pun caranya mengumpulkan pundi-pundi rupiah meski ia sadari betul fisiknya tak terlampau kuat untuk melakukan pekerjaan berat. Namun semangatnya selalu menyala. Setiap orang mempunyai ketidaksempurnaan, semangat membara itu adalah aset positifnya. Aku tak akan mengulik hal negatif yang kadang menyusupkan penyesalan kenapa aku harus termakan kemarahan atas negatif yang ia punya yang sekarang sungguh ingin kutebus dengan mengutip semangat yang ada pada dirinya.

Dan balik soal travelling, sama seperti pemikiran Luna akan ayahnya, ibu juga berpenafsiran sama. Ayah sedang travelling dan esok akan kembali muncul bersama positif dan negatif yang melekat padanya, namun nyatanya ia tak akan pernah menampakkan batang hidungnya lagi. Dan hal tsb yang selalu menyesakkan dada ibu selain kepergian ayah dalam rengkuhan tangannya yang akan selalu merekat dalam benaknya.

Ada satu hal positif yang kucerna dari Luna. Tentang Fighting Spirit. Aku mungkin tak terlalu tangguh, namun akan selalu berusaha agar semangat juang itu memenuhi segenap hentakan nafas dan perbuatanku. Yang telah pergi memang tak akan kembali, namun perasaan bersalah, kekurangan dan mungkin penyesalan adalah senjata yang bisa kita gunakan untuk membalikkan hal-hal negatif tsb menjadi keadaan yang bahkan lebih baik.

Friday, November 13, 2009

Thank God I Found You

Thank God I found you

I was lost without you

My every wish and every dream

Somehow became reality

When you brought the sunlight

Completed my whole life

I'm overwhelmed with gratitude

Cause baby I'm so thankful

I found you

Ia menyukai lagu ini
Kerap mendengungkannya
Aku pun menyukai lagu ini
Namun tak pernah tau judulnya
"Apa judul lagu ini?" tanyaku.
"Thank God," jawabnya.
And thank's God I found u then .... :)

Wednesday, October 28, 2009

KEBETULAN YANG BETUL-BETUL SALAH!

Cerita ini hanya iseng dan kebetulan semata...
Tanggal 28 Oktober, aku kebetulan mendapat sms dari seorang teman di Jakarta. Teringat kami dulu pernah "ngerumpi" soal perkumpulan lesbian yang tengah bermasalah, dimana ia juga menjadi korban sampai termehek-mehek. Bukan cerita itu yang akan kubahas.
Ketika online di kantor, iseng-iseng aku buka fesbuk perempuan itu, menjelajah teman-temannya satu persatu, dan apa yang aku temukan...
Aku mendapati fesbuk seseorang dari masa laluku. Aku bahkan mengucek mataku beberapa kali dan memelototkan penglihatan ke layar monitor. Dan benar, itu dia. Padahal dulu ia mengaku tak suka forum dunia maya, selain memang dilarang oleh "guk-guk"nya.
"Ati-ati lho ntar ada guk-guknya!" seru seorang teman yang dulu mengetahui ceritaku dengan orang dari masa lalu ini.
Aku tertawa lepas karena memang aku juga menemukan si "guk-guk" dalam daftar temannya. Aku pun teringat, hari ini adalah hari ultahnya. Hah, kok banyak kebetulan hari ini. Kebetulan dapat sms dari teman lama. Kemudian kebetulan iseng menjelajah isi fesbuknya. Kebetulan nemuin fesbuk seseorang dari masa lalu. Kebetulan hari itu tanggal 28. Kebetulan hari itu aku teringat adalah hari ulang tahunnya. Dan diantara semua kebetulan itu ternyata aku kebetulan betul-betul salah ingat. Ulang tahun seseorang dari masa lalu itu bukan tanggal 28 Oktober, seingatku ia berzodiak Libra, 28 Oktober kan udah keitung Scorpio hehe ingatanku betul-betul salah. Ya maklum dah hampir empat ato lima tahunan hehehe...

Kebetulan apa lagi ya?

SIFAT ORANG BERDASARKAN GOLONGAN DARAH

SIFAT ORANG BERDASARKAN GOLONGAN DARAH


SIFAT :

A : terorganisir, konsisten, jiwa kerja-sama tinggi, tegas, bisa diandalkan meski keras kepala, perfeksionis sehingga kadang bikin orang lain jadi sebel, mudah cemas atau gugup, biasa menekan perasaan sehingga terlihat tegar, keras terhadap orang-orang yang tak sependapat dengannya, kecenderungan politik: “destra”.

B : santai, easy going, bebas, dan sangat menikmati hidup, cenderung punya banyak hobby, kalo sedang fokus dengan sesuatu biasanya melalaikan hal lainnya, kalo lagi suka dengan sesuatu biasanya menggebu-gebu tapi cepat bosan, ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal, tidak suka bergaul dengan banyak orang, bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang dikerjakannya, kecenderungan politik: “sinistra”.

O : berjiwa besar, supel, nggak mau ngalah, nggak suka hal-hal yang njlimet (detil), fleksibel dan mudah menerima hal-hal baru, mudah terpengaruh oleh orang lain atau dari apa yang dilihat di TV, biasanya disukai oleh semua orang, mudah menutupi perasaan sehingga terlihat selalu riang dan tak punya masalah tapi kalo sudah nggak tahan akan mencari tempat curhat, kecenderungan politik: “centro”.



AB: unik, nyleneh, banyak akal, berkepribadian ganda, lembut, sensitif, penuh perhatian dengan perasaan orang lain, sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu dalam, punya banyak teman, kecenderungan politik: “sinistra”.

BERDASARKAN URUTAN :

Yang paling gampang ngaret soal waktu :

1. B (karena nyantai terus).
2. O (karena flamboyan).
3. AB (karena gampang ganti program).
4. A (karena gagal dalam disiplin).

Yang paling susah mentolerir kesalahan orang :

1. A (karena perfeksionis dan narsismenya terlalu besar).
2. B (karena easy going tapi juga easy judging).
3. AB (karena asal beda).
4. O (easy judging tapi juga easy pardoning).

Yang paling bisa dipercaya :

1. A (karena konsisten dan taat hukum).
2. O (demi menjaga balance).
3. B (demi menjaga kenikmatan hidup).
4. AB (mudah ganti frame of reference).

Menurut survey, golongan darah yang paling disukai untuk jadi teman :

1. O (orangnya sportif).
2. A (selalu on time dan persis).
3. AB (kreatif).
4. B (tergantung mood).

Kebalikannya, teman yang paling disebelin/ tidak disukai:

1. B (egois, easy come easy go, maunya sendiri).
2. AB (double standard).
3. A (terlalu taat dan teliti).
4. O (sulit mengalah).

Saturday, August 15, 2009

Suara Kecil Menjerumuskan

Masih dalam rapat restrukturisasi kemarin, tapi bukan hendak membahas si straight ge-er itu karena ada yang bersungut nantinya. Yang ingin aku ceritakan adalah proses votingnya.

Seperti dalam pemilihan beneran, spontan terbentuklah tim yang mengurusi DPT (Daftar Pemilih Tetap), juga menyiapkan surat suara lengkap beserta stempel platform aliansi ini. Setelah menghitung jumlah peserta, surat suara dibagikan. Masing2 peserta langsung menulis pilihan balon (bakal calon) koordinator untuk dipilsung (dipilih langsung). Surat suara kemudian dikumpulkan dan dibacakan, mirip KPPS ngebacain hasil pilihan warga.

Untuk surat suara pertama yang dibuka, tersebut nama teman sekantorku. Aku langsung mengapplaus. Tapi pada kertas kedua, namaku lah dilantangkan. Aku terkejut dan sangat terkejut ketika suara yang kuperoleh mencapai 3. Ada apa ini? Siapa yang memilihku? Dan bagaimana bisa memilihku? Lha wong sebelum voting tadi, mayoritas peserta mengelu-elukan seorang cowok lucu dan terkenal dalam aliansi ini. Sedang aku...aku baru beberapa kali ikut pertemuan mereka. Beruntung kecemasanku dibuyarkan oleh hasil akhir penghitungan suara, dimana suara-suara terakhir menyandingkan cowok lucu itu dengan seorang cowok lagi yang kupilih karena telah banyak malang melintang di jaringan. Aku lega, sekaligus menolak ketika panitia menawarkan posisi koordinator dari hasil suara terkecil. Alasanku, miskin pengalaman. Namaku lolos dicoret, lain hal dengan teman sekantorku yang meski mendapat satu suara dibawahku, ia menolak tapi forum pun menolak penolakannya. Jadinya, namanya tetap akan masuk bursa koordinator aliansi.

Perolehan suara tertinggi diraih dua lelaki yang kusebut diatas. Wajarnya, suara tertinggi otomatis terpilih jadi koordinator beserta jajaran dibawahnya. Tapi yang terjadi adalah, dua lelaki itu menolak dengan alasan memberi kesempatan yang lain. Mereka pun dicoret.Hanya tersisa teman sekantorku, yang mau tak mau harus didaulat bersedia menjadi koordinator AJI DAMAI periode Agustus 2009-Februari 2010. Dan hal itu benar-benar terjadi. Teman sekantorku menampuk posisi koordinator hingga enam bulan ke depan. Dan ia kemudian tak mau sendirian, aku pun ditunjuknya jadi wakil koordinator.

Jika diibaratkan pilpres, dengan pengkondisian yang sama, maka tentulah hasil pilpres sekarang ini akan dimenangkan bukan oleh SBY. Bagaimana tidak, teman sekantorku hanya mendapat 2 suara, berada di posisi ketiga dari bawah dari 6 nominator, tetapi ia menjadi yang terpilih. Suara kecil menjerumuskan, begitu aku menyebutnya. Tapi kalau hasil ini direalisasikan dalam pilpres, wah gimana ya kelanjutannya? Pasti kian kisruh saja petinggi2 kita itu.

Friday, August 14, 2009

Pepatah, Hidup dan Film India

Kita yang harus mengendalikan hidup, bukan hidup yang mengendalikan kita. Pepatah yang beberapa malam lalu kudengar, dari film India -lagi-. Film yang pernah kutonton sebelumnya, namun versi Inggris, kali ini versi bilingual. Lumayan, waktu dulu nonton banyak yang kagak ngerti artinya karena text nya diterjemahkan bahasa jiran. Mujhse Dosti Karoge. Would u be my friend? Tapi aku bukan ingin bercerita tentang film yang boleh dibilang agak jadul itu -sekitar taon 2003- sebelum aku merantau ke Jakarta waktu itu.

Pepatah tentang hidup. Aku memang suka mengumpulkan pepatah. Tentang apa saja. Hidup. Cinta. Patah hati. Persahabatan. Harapan. Dll. Aku bahkan menjadikannya satu buku tersendiri. Kutipan dari mana saja. Orang2 terkenal. Pepatah Cina. Dialog dalam film. Closing infotainment. Bahkan yang No Name sekalipun. Pokoknya yang langsung mengena di hati dan unik alias ndak menye-menye. Yah, buat dibaca2 lagi ketika semangat kendur kayak gini.

Wednesday, August 12, 2009

LIPSING PUSIIINGGG...!?!

Pagi ini ketika aku sedang mengetikkan tulisan untuk kupostingkan di blog, ada tiga hal lucu yang kutangkap ketika mataku menangkap apa yang tersaji di layar monitor sementara jari jemariku tengah lincah cetak-cetik di tuts hape.

Awalnya, Derings di Transtv. Setelah opening, sedianya akan dilanjutkan performance grup band radja. Personel sudah siap memegang instrumen masing2, dan petikan gitar terdengar. Lagunya berjudul PATAH HATI. Semua personel beraksi, namun baru beberapa detik, lipsing yang biasa dilakukan oleh para penyanyi meski sekaliber band2 papan atas sekalipun mempertontonkan kelucuannya. Kaset/CD/DVD atau apalah jenisnya, tiba2 macet, tersendat-sendat hingga mirip remix para DJ. Tapi untuk kasus ini tentu lain hal. Dan penyanyi diatas panggung langsung berusaha menutupi malu dengan diplomasi sekenanya. Membuatku semakin terbahak. Layar kemudian berganti dengan diputarnya video klip. Hah, gara2 lipsing!

Terhenti dari tawa yang mempermalukan band Radja, aku memindah channel tivi. Channel SCTV. Acaranya inbox. Yang sedang bernyanyi band tak terkenal yang aku tak tahu namanya, lipsing pula. Kali ini bukan lipsingnya yang bermasalah. Band ini tengah menyuguhkan lagu tentang ajakan dan hikmah berpuasa. Tema yang aji mumpung menyambut ramadhan yang akan tiba. Tapi bukan itu juga masalahnya. Tak apalah mencari rezeki lewat lagu, meski di telingaku syairnya terdengar tak mutu. Yang membuatku tersenyum bercampur grundelan adalah kostum yang dipakai si vokalis. Lagu bertema religi dinyanyikan oleh seorang perempuan yang mengenakan kostum serba hitam, celana pendek jauh diatas lutut dan kaos yang menunjukkan belahan dada. Sinkron kah? Aku jadi mikir, kok gak mikir ya si vokalis ini dia akan bawakan lagu apa, apakah nyambung gak ama kostum yang dia pakai. Kalo yang kulihat seh, pastinya gak mikir!

Ganti channel lagi. Transtv lagi. Radja Cilik lagi mau nyanyi.Itu tuh, anak2 si Moldy nya Radja yang umurnya paling masih sekitar 7-8 tahun. Lipsing lagi. Dan ini lebih parah. Lagu dan gerak bibirnya kagak sama blas. Ampyun deh! Antara wajar dan gak wajar, kalo aji mumpung mbok yo jangan kebangetan! Nunggu anak2nya gedean dikit kek!

Bener2 lipsing yang bikin pusyiiingg...

Monday, April 6, 2009

ANGKRINGAN: Tak Kenal Maka Tak Sayang!

Menapaki jalanan jogja tiap mata memandang ada salah satu kesamaan di beberapa sudut. Angkringan. Kalau tak tahu angkringan ya kebangetan, itu tuh penjual nasi, jajanan dan minuman. Cara penjajaannya sederhana, si penjual hanya memakai gerobak beroda, diatasnya digelar tumpukan nasi dan aneka gorengan serta lauk.

Aku sendiri, meski jumlah angkringan di sekitar kost ku tak terhitung, aku sama sekali belum pernah mencoba. Bukan karena sombong atau sok elite, hanya saja jika melihat para lelaki sebagai mayoritas pembeli memutari sisi-sisi gerobak, aku jadi malas.

Hingga suatu hari, ketika aku ada acara di KPI, hampir semua teman jajan di angkringan yang berada tepat di depan pagar. Tak sungkan, meski banyak lelaki duduk. Aku pun ikut serta. Melihat-lihat makanan yang dijajakan. Nasi, tempe mendoan, tahu, sate hati ayam, sate usus ayam, singkong goreng dan jajanan lain. Seorang teman berpromosi tentang kelezatan sate usus. Meski harganya hanya 500 rupiah tapi rasanya seperti olahan restoran mewah. Dan aku tertarik mencicipi, walau dalam sepanjang sejarah hidupku aku tak pernah suka usus ayam apapun bentuk olahannya. Makanan itu pun sampai ke lidahku, dan rasanya... Begitu lezat! Hampir tak kentara kalau sate tsb bahan bakunya adalah usus, karena rasanya di lidahku serupa persis dengan daging ayam.

Percobaan pertama berhasil. Aku kian tertarik menjelajah yang dijual angkringan. Ada nasi sambal teri. Dan tahu yang diselimuti tepung, entah tepung apa yang digunakan, namun rasanya begitu gurih. Singkong goreng pun tak kalah pamor. Satu hal yang paling kusukai adalah harganya sangat-sangat terjangkau kantong. Berkisar antara 500 hingga 2500 untuk sepiring mie telur.

Dan "kecintaan" pada angkringan kian hari kian bertambah. Berpindah dari satu gerobak ke gerobak lain. Dari yang mulai deket kost sampai nitip tetangga sebelah yang punya langganan angkringan lumayan jauh dari kost. Sejauh ini angkringan favoritku masih yang di depan KPI Patehan Lor, nasi sambel terinya uenak tenan alias maknyuss!!

Monday, February 2, 2009

PENERBIT DI JOGJA

Jalasutra
Jl. Mangunegaran Kidul No. 25 Rt 072 Rt 05 Penembahan, Kraton, Yogyakarta
Telp./Fax: (0274) 370445
www.jalasutra.com

Castle Books
Jl. Sorowajan 136x lt. 2
Banguntapan, Yogayakarta
Telp: (0274) 7481390/7473004

Bentang Pustaka
Jl. Pandega No. 19 Yogyakarta
Telp.Fax: (0274) 517373
Email: bentang@ekuator.com

Diva Press
Sampangan Gg. Perkutut No. 325 B Jl. Wonosari Baturetno,
Banguntapan, Yogyakarta
Telp./Fax: (0274) 7418727/4463008

Galang Press
Galang, Pustaka Marwa, Pustaka Anggrek, Indonesia Cerdas
Jl. Anggrek 3/34 Baciro Baru, Yogyakarta
Website : www.galangpress.com
E-mail : glgpress@indosat.net.id ; galangpress2002@yahoo.com
Telp. (0274) 554985, 554986, 545609

Andi
Jl. Beo No. 38-40 Demangan Yogyakarta
Telp./Fax: (0274) 561881
Email: andi_publiser.net.id

Resist Book
Jl Magelang Km. 5 Gg. Ghiima No. 239
Kutu Dukuh, Yogyakarta
Telp./Fax: (0274) 580439/7422761

Navila
Jl. Pakelmulyo UH V/411, Golo, Umbulharjo, Yogyakarta
Telp.Fax: (0274) 377034
Email: navila_book@yahoo.com

Pinus Book Publiser
Jl. Tegal Melati No. 118C Jongkang, Yogyakarta (belakang Monjali)
Telp./Fax: (0274) 867646
Email: rumahpinus@yahoo.com

Tiara Wacana
Jl. Kaliurang Km. 7.8 Kopen Utama No. 16 Banteng, Yogyakarta
Telp./Fax: (0274) 880683 www.tiarawacana.co.id

Dunia Tera
Jl. Suroto 10, Kotabaru, Yogyakarta
E-mail : duniatera@yahoo.com
Telp. (0274) 520138

Logung Pustaka, Logung Media
Ringinsari No. 61 RT 01 RW 49, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta 55282
Telp. 08562883155, 0274-7491576, 488404

Pro-U Media
Jl. Jogokaryan 35, Yogyakarta 55143
E-mail : pro-u@eramuslim.com
Telp. (0274) 380215

Media Pressindo
Jl. Irian Jaya D-24 Perum ogotirto Elok II, Yogyakarta
Telp./Fax: (0274) 7103084/620879

Kanisius
Jl. Cempaka No. 9 Deresan, Yogyakarta
Telp./Fax: (0274) 588783/563349 www.kanisiusmedia.com

Baca!
Jl. Persatruan No. 23A, Glagah Rt 09/RW 2
Warungboto, Yogyakarta
Telp: (0274) 381542

Gava Media
Klitren Lor GK III/15, Yogyakarta
Telp./Fax: (0274) 558502
Email: infogavamedia@yahoo.com

Gema Insani Press
Pandega Insani, Pogung Lor
Ring Road Utara, Yogyakarta
Telp./Fax: (0274) 557562
Email: gipyogya@telkom.net

Ombak
Jl Progo B-15 Yogyakarta
Telp./Fax: (0274) 620660
Email: ombak_community@yahoo.com

INFO LOWONGAN NASKAH

LOWONGAN NASKAH

1. Dibutuhkan, naskah-naskah buku umum terbaik yang meliputi naskah-naskah bertema pendidikan, referensi, kamus, pengayaan, fiksi anak (petualangan, misteri, dan persahabatan), agama, lifeskill, hobi, keterampilan, how to, novel (remaja dan dewasa), dan lain-lain.

Ketentuannya adalah sebagai berikut:
- Naskah minimal 80 halaman.
- Ditik menggunakan format word (.doc), ukuran kertas A4, font Times New Roman 12 pt, spasi 1 ½.

Segera kirimkan 1 berkas print out naskah Anda beserta data diri dan daftar karya-karya yang pernah diterbitkan ke alamat berikut:

PT. GRAFINDO MEDIA PRATAMA
Jln. Pasirwangi No. 1 Soekarno-Hatta
Bandung 40254

Jangan lupa, cantumkan “NASKAH BUKU UMUM” di sudut kiri atas amplop.

Kami nantikan karya-karya terbaik Anda.

*Informasi lebih lanjut, hubungi: 022-5212097

2. Kami FoUmediapublisher sedang mancari naskah novel untuk diterbitkan
di perusahaan penerbitan kami. Perusahaan ini berdiri tahun 2006,
dengan sejarah novel pertama yg lumayan menbgguncang toko buku yaitu
Beauty For Sale, yang saat ini sudah cetakan ke-6, kemudian kami
menerbitkan yes, i'm a model, living single, machoman ngomong cong,
dan beauty for killing, sebentar lagi yang akan terbit adalah buku
karya Bintang Alzeyra yaitu Bule, Emping & Tempe Bacem dan Vienna, Aku
Jatuh cInta. Yang Akan segera beredar adalah Love You Till The End
Karya Mery dan The Half Man Karya Archelov. Kami mencari naskah yang
menjadi inspirasi buat semua orang berupa kehidupan, humanisme, dan
metropop Comedy, Romantis dan Human Drama. Bila diantara kalian
berminat menerbitkan naskahnya, bisa dikirim lewat alamat kantor kami :

Jl. Betung VI No. 256 Pondok Bambu Jakarta Timur 13430
Telp 6221 8616374, 6221 8201969 Fax 6221 86600243
Email: foumediapublisher06 @yahoo.com
Website : foumediapublisher. blohspot. com
Facebook / friendster : faizullah_sofyan@ yahoo.com
Or My Mobile : 6221 99790103
Terima kasih
Faizullah Sofyan ( Joe )

3. Resist Book tertarik pada karya-karya baru penulis lokal. Tema naskah buku radikal yang menjadi perhatian utama kami adalah gerakan perlawanan, pendidikan, politik, ideologi, globalisasi berikut dampaknya, Ornop serta isu yang diusungnya, riset advokasi, dan pengalaman pengorganisasian masyarakat dan pengalaman aktivis gerakan. Naskah buku komik yang mendukung perlawanan demi perubahan sosial memperoleh perhatian khusus. Kami memiliki minat pada gaya tulis yang radikal, progresif, dan bahkan provokatif.
Â
Penawaran naskah buku baru dilakukan melalui pengiriman proposal ke:
Bagian Penerbitan Resist Book
Jl. Magelang km 5 Gang Bima No. 39
Kutu Dukuh Sleman Yogyakarta
55284
Telp./Faks. +62-274-580439, SMS 7422761

Setiap proposal berisi:
· Surat penawaran naskah buku baru. Termasuk di dalamnya penjelasan mengenai relevansi naskah buku dengan pembaca kami.
· CV Penulis. Termasuk di dalamnya daftar tulisan yang pernah diterbitkan, dalam bentuk apapun.
· Ringkasan naskah
· Daftar isi naskah
· Satu atau lebih bab
Kami akan mengontak Anda dalam 3 minggu sejak naskah buku kami terima.
Resist Book tertarik pada karya-karya baru penulis lokal. Tema naskah buku radikal yang menjadi perhatian utama kami adalah gerakan perlawanan, pendidikan, politik, ideologi, globalisasi berikut dampaknya, Ornop serta isu yang diusungnya, riset advokasi, dan pengalaman pengorganisasian masyarakat dan pengalaman aktivis gerakan. Naskah buku komik yang mendukung perlawanan demi perubahan sosial memperoleh perhatian khusus. Kami memiliki minat pada gaya tulis yang radikal, progresif, dan bahkan provokatif.
Â
Penawaran naskah buku baru dilakukan melalui pengiriman proposal ke:
Bagian Penerbitan Resist Book
Jl. Magelang km 5 Gang Bima No. 39
Kutu Dukuh Sleman Yogyakarta
55284
Telp./Faks. +62-274-580439, SMS 7422761
Setiap proposal berisi:
· Surat penawaran naskah buku baru. Termasuk di dalamnya penjelasan mengenai relevansi naskah buku dengan pembaca kami.
· CV Penulis. Termasuk di dalamnya daftar tulisan yang pernah diterbitkan, dalam bentuk apapun.
· Ringkasan naskah
· Daftar isi naskah
· Satu atau lebih bab
Kami akan mengontak Anda dalam 3 minggu sejak naskah buku kami terima.

Sunday, February 1, 2009

UPDATE: ANAK IBU KOS JUGA BELOK!

Sesuatu jika terlalu berlebihan diinginkan pasti susah untuk di dapat, tapi ketika tak diinginkan, terkadang sesuatu itu datang dengan sendirinya.

Mungkin itu adalah pengandaian yang tepat tentang topik tulisan ini. Pasalnya, ketika beberapa waktu lalu aku agak "hunting" akan sosok anak ibu kos ini, batang hidungnya pun tak pernah jelas nampak di mataku, tapi ketika tak ada angin dan sedikit ada hujan (secara semalam memang tengah gerimis lebat), perempuan berperawakan laki-laki itu utuh berada di depanku.
***

"Mbak, plis kluar skrg!" Begitu isi pesan singkat yang dikirimkan Afit, pengurus kos, kira-kira jam delapan malam. Saat itu aku tengah rebahan dengan kedua telinga disumpal handsfree. Menulis di notes hape sembari mendengarkan radio. Sontak kulepas handsfree karena kudengar suara gaduh Afit diluar.
"Iya, bentar," Aku membuka pintu, namun tak ada orang diluar. Sekitar kos sepi dan gelap. Maklum, Trias penghuni kamar sebelah sedang liburan ke Bali. Ulfa juga pulang kampung ke Jakarta. Di deretan kamarku, hanya aku satu-satunya penghuni. Jujur, bulu kudukku seketika berdiri. Pikiranku telah beragam. Maklum juga, riwayat rumah kos ini agak menyeramkan. Ditambah beberapa malam ini terdengar bunyi dan suara aneh tiap malam. Seperti derap kaki manusia atau orang sedang menumbuk, bunyinya dug dug dug. Entah berasal dari mana. Aku malah kadang berkhayal penghuni kamar tepat diatas kamarku lah sumber suara-suara aneh itu, sebab hampir tiap malam tidurku terganggu oleh aktivitas nggak jelasnya yang menyisakan suara yang tak kutahu apakah itu karena aku tak ingin memikirkan apapun selain mengalihkan pikiranku pada hal-hal yang membuatku mengantuk.

Balik ke topik semula. Ketika tak kutemukan Afit di depan, aku berteriak memanggil namanya. Ia menjawab tapi wujudnya
tak tampak. Makin membuatku merinding disko. Aku baru sadar bahwa pintu gudang terbuka.
"Siapa yang membukanya? Kok bisa terbuka?" Benakku campur aduk. Agak bergidik aku melongok ke dalam gudang. Aku menajamkan penglihatanku. Ada seseorang berbaju merah maroon. Untung saja aku langsung ingat sore tadi pemakai baju warna itu adalah si Afit.
"Ada apa kamu nyuruh aku keluar?" tanyaku.
Afit tak menjawab. Hanya matanya memberi kode padaku untuk melihat orang yang bersamanya saat itu, yang posisinya tak nampak dari tempatku berdiri. Aku kian melongok ke dalam dan menemukan sosok berambut cepak yang seketika tersenyum saat bersirobok pandang denganku.
"Nyari apa?" tanyaku.
"Bungkus rokok!" jawab Afit.
Alisku berkerut.
"Itu lho yang kertas putih di dalam bungkus rokoknya," jelas si tomboy. "Kamu ngerokok nggak?"
Aku menggeleng. Lalu aku teringat buci temanku yang juga penasaran dengan anak ibu kos satu ini.
"Sebentar ya!" Aku bergegas menggedor kamar temanku itu. Afit mengekor. Sementara anak ibu kos dipanggil bojo(baca:pasangan)nya. Dengan berbisik, aku dan Afit menjelaskan situasinya. Buci temanku ikut sembari membawa bungkus rokok yang dimaksud.

Jadilah kami mengobrol. Tak penasaran lagi karena aku telah menamatkan sosoknya. Hahaha kalau dipikir, iseng juga aku ini hehehe...

Sunday, January 25, 2009

Anak Ibu Kos Juga Belok!

Minggu pagi. Cerah.
Kuayunkan kaki menuju dapur. Disana sudah ada Ulfa yang sedang memetik kangkung.
"Masak apa, Fa?"
"Kangkung ama ayam goreng. Mbak nggak masak nih?"
"Tauk, kayaknya mau rebus telor aja!"
Sebenarnya hari ini aku malas memasak. Selain malas, juga bingung apa yang ingin kubuat. Kemarin kepikiran masak semur tahu, kentang ama telor. Tapi kok rame amat acaranya, mana nggak tau bumbunya lagi hehe maklum aku kalo masak emang nggak pake kaidah dasar memasak alias bumbunya asal-asalan saja, secara emang nggak bisa masak. Karena ngekos aja jadi bereksperimen sendiri, yang penting menghargai hasil masakan sendiri, meski notabene mayoritas keasinan hehe.

Back to the topic, melihat aktivitas si Ulfa masak, aku jadi tergerak menindas kemalasanku. Rencana awal, mau bikin semur kentang+telur. Setelah mikir-mikir, lagi males makan pake kuah. Rencana ganti, bikin sambal goreng kentang+tahu, tapi telornya dikemanain? Walhasil, sembari proses berjalan, akhirnya dipilih satu masakan, semur telor+kentang tapi kuah dibikin kental kayak capcay. And the process begin..

Datang si Afit, pengurus kos-kosan. Kebetulan, ia ahli dalam mengentalkan kuah. Sebenarnya sederhana saja, tinggal mencampur terigu dengan air ditambahi penyedap rasa secukupnya dan dituangkan ketika bumbu telah meresap ke bahan.
"Mbak, mbak, itu ada anaknya ibu!" celetuk Afit.
Aku kontan menoleh arah yang ditunjuk tapi orang yang dimaksud telah menghilang dibalik pintu.
"Yah, telat kamu ngasi taunya!" ujarku sedikit "kecewa".
Sekilas info, sejak Afit memberi info bahwa anaknya ibu kos itu kayak cowok banget, aku jadi penasaran. Bayangkan, tamu si ibu saja sampai-sampai memanggil perempuan itu "OM". Makanya aku jadi penasaran banget, meski hampir tiga bulan aku di kos ini aku belum pernah melihat batang hidungnya langsung.
"Tuh, tuh, mbak, orangnya keluar, masuk mobil!"
Reaksi spontanku adalah mengambil kresek bekas kulit bawang dll, pura-pura buang sampah. Namun sayang, rasa penasaranku belum terobati. Perempuan itu sudah duduk di kursi kemudi dan aku hanya mendapati potongan rambut cepaknya.
"Hai, cewek, lagi ngrumpiin apa nih!" ujar Ulfa muncul dari kamarnya, penasaran mungkin mendengar aku dan Afit cekikikan.
"Ini lho, mbak Alvi penasaran banget ama anaknya ibu sampai-sampai lagi numis bawang kompor langsung dimatiin lalu pura-pura buang sampah, tapi cuma dapat ngeliat potongan rambutnya aja hehe!" jelas Afit komplit-plit.
"Hahaha mbak Alvi ada-ada aja, tapi tau nggak mbak, semalem waktu si Ida pulang kerja, dia lihat anak ibu itu lagi nonton tivi ama bojo(baca:pasangan)nya!"
Aku terperangah. Bojo? Aku baru tahu ini perempuan yang wujudnya masih mengundang rasa penasaranku itu ternyata juga sudah punya bojo, dan berani dibawa ke rumah ortunya ini? Hah... Makin penasaran aja aku!
"Bojo?" sahutku menautkan alis pura-pura nggak ngerti.
"Iya, bojo, tapi bojonya itu cewek juga, mbak!" sahut Ulfa antusias.
"Ya, mungkin temennya tapi kita nyebutnya bojo gitu!" Afit sedikit mengoreksi dengan agak kikuk. Aku tersenyum dalam hati. "Temen kosnya, tapi udah deket banget gitu!"
"Iya, mbak, trus pas Ida markir motor, eh langsung dimatiin tivi dan lampunya!" imbuh Ulfa.
"Emang ibunya nggak tau apa?" tanyaku masih pura-pura bloon.
"Ya, mungkin dikira temennya kali!"
"Iya, cuma temenan aja kok!" Afit masih berusaha menutupi, meski kekikukannya jelas menggambarkan kondisi yang mungkin ia temukan. Maklum, ia pengurus rumah, tentulah cukup banyak tahu. "Nanti juga mereka mau pijit!"
"Siapa?"
"Ibu kos ama anaknya itu!"
"Ama menantunya juga kan?" ledekku.
Afit mengangguk-anggu "aneh".
"Gitu kok dibilang cuma temen!"

Obrolan tentang anak ibu kos itu berlanjut sore harinya. Tepat ketika ia muncul mengambil handuk sementara Afit mengobrol denganku di depan kamar. Aku sekilas melihat wujudnya, tapi wajahnya secara utuh belum. Hanya tampak samping.
"Mbak, mbak, tau nggak, tadi kan bojonya itu habis makan minta minum, trus diambilin, jangan2 mereka satu gelas ya!"

Aku terkekeh mendengar gosip yang digulirkan Afit.
"Oh ya, mbak, kalo mereka jalan, orang yang nggak tau pasti ngira bapak ibu kos jalan ama anak dan menantunya lho! Habis anaknya itu pake baju batik yang modelnya kayak punya bapaknya itu!"
Aku kian terkekeh.

Hah, ternyata nggak jauh-jauh anak ibu kosku juga belok hehehe...

Tuesday, October 7, 2008

Song Of This Day

Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi di hati
Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa
Teringat disaat kita tertawa bersama ceritakan semua tentang kita...
***

Peluk tubuhku untuk sejenak
Dan biarkan kita memudar dengan kasih
Biarkan semua seperti seharusnya
Takkan pernah menjadi milikku
Lupakan semua tinggalkan ini
Kukan tenang dan kau kan pergi...

Wednesday, October 1, 2008

Minal Aidzin Wal Faidzin

Ramadan tlah berlalu. Menyambut hari kemenangan di kampung halaman ibu untuk pertama kali setelah empat tahun berlebaran sendiri di metropolitan. Ada kesepian menyusup, menyisakan rasa sesak yang tak kutau pasti penyebabnya. Jauh dari karibku sejak kecil dan para tetangga serta kerabat di Probolinggo seperti tak merasakan meriahnya lebaran kali ini karena aku tak begitu mengenal kampung halaman ibu. Saking merasa asingnya aku seolah acuh tak acuh sepertinya lebaran nggak lebaran bagiku sama saja, melewati lebaran dengan mengecap sepi yang sama ketika aku jauh merantau beberapa tahun kemarin.

Belum lagi urusan hati yang juga belum terselesaikan ini makin menambah runyam kekosongan kalbuku akan makna hari kemenangan.

Ah, Idul Fitri tak hendak diisi dengan kerisauan. Selayaknya arti menjadi fitrah kembali, menjadi manusia yang benar-benar baru secara lahiriah dan batiniah. Semoga.

Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidzin Wal Faidzin. Mohon maaf jikalau ada kesalahan lisan dan tulisan, disengaja ataupun tak disengaja.