Sunday, July 8, 2012
You will when u believe...
Lagu lawas yang tiba-tiba terngiang hampir tiap hari di telingaku, namun bukan tanpa tiba-tiba terangkum menjadi teramat bermakna.
Mempercayai keajaiban. Sejak dulu aku percaya. Bahkan jalan hidupku kupikir masuk kategori keajaiban. Tracknya sudah diatur, makanya mungkin kini aku tak terlalu memikirkan akan bagaimana hidup, just live it! Bukan hendak pongah, namun ketika menilik ke belakang, satu persatu runutan kejadian itu seperti sudah pas saja memang harus begitu lajurnya. Memaknai kehilangan, haru biru senyuman capaian, tetesan palung terdalam, mendendam, memaafkan, pahit manis alur hidup itu kalau di urutkan akan membuatku termanggut-manggut, that my life is so wonderful!
Mengkonstruksikan otak untuk meyakini. Sugesti. Kata itu terkadang menjadi andalanku. Segala sesuatu dimulai dengan sugesti. Tak ada hubungannya dengan klenik. Hanya terkadang ketika menanamkan sesuatu di otak -apapun itu- dan kemudian meyakininya, hal tsb terjadi seperti yang diinginkan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment