Hmm, akhirnya selesai juga! Dengan ending yang sangat klasik!
Pagi kemarin ia libur, seperti biasa ia memasak. Aku sedang mendengarkan musik di kamar dengan pintu terbuka. Kudengar ia memanggil. Aku menyahut datar.
"Kau marah ya?" tanyanya sembari mencuci alat dapur.
"Ngapaen marah, aku cuma memenuhi keinginanmu!" teriakku dari kamar. Beberapa kali aku menyahut tanpa beranjak, lama2 gak enak juga nyahutin tereak2, aku menghampirinya di dapur.
Aku membahas alasan2nya yang tak masuk akal. Dan airmatanya mulai menitik. Gampang sekali menangis, detik berikutnya tertawa. Mudah sekali berganti suasana. Ah, tak mau membahas kelabilannya satu itu. Obrolan -seperti biasa- terhenti oleh kedatangan makhluk2 tak diundang.
Sejam berikutnya aku mengirim pesan pendek mengajaknya bicara. Ia mengiyakan setelah ia selesai mandi nanti. Menunggu sembari nggombesi tetangga depan kamar yang pindah pagi ini. Bahkan ketika perempuan yang akan kuajak bicara hati ke hati itu mengirim sms ia telah siap ngobrol aku menahan sebentar, karena perempuan tetangga depan ini tak akan kulihat lagi.
"Ya, kita nggak akan ketemu lagi," ucapnya manja seperti biasa.
"Bisa aja ketemu, kamu kan bisa kesini,"
"Iya kalo kamu ada di kost, kalo gak?"
"Ya makanya kontak2an dulu dong..."
"Hmm, bilang aja kalau mau minta nomer hapeku!" godanya menohok.
"Udah tau nanya!" sahutku terkekeh. Ia tertawa. "Ya kalo ga keberatan, kalo keberatan juga gak papa,"
Ia mengeja nomer hape nya untuk ku miskol. Hahay jebakan player berhasil! Wkwkwkwk. Ia berpamitan dengan kusuruh mencium tanganku, ia malah balik menyorongkan tangannya untuk dicium olehku. Ah ada2 aja. Usai itu aku melepasnya pergi dan aku beranjak ke atas menemui perempuan yang hendak kuajak bicara heart by heart.
Ia sudah menunggu sembari nonton tivi. Obrolan yang tak begitu lama karena setengah sebelas aku sudah ada janji dengan perempuan lain di Galeria. Tapi obrolan yang berkualitas. Aku pun mengaku aku menyayanginya tapi ada hal2 yang kupikirkan jauh ke belakang dibanding perasaan. Karena kuanggap akan lebih baik seperti dulu2 tak terucap tapi terlakukan. Toh menyayangi tak perlu memiliki. Tapi ingat, ketika disayangi jangan pernah tinggi hati atau memanfaatkan rasa sayang orang lain, karena sesayang2nya aku toh logikaku lebih jalan daripada hati.
Aku rasa kini semua akan kembali seperti biasa. Dengan perubahan sudut pandang tentunya, sudut pandang hati dan pikiran. We're loving each other, just that, and it's enough to be like that...
Monday, May 30, 2011
Saturday, May 28, 2011
MENGENDAPKAN
Akhirnya itu yang terakhir kupilih diantara ketidakpastian kekeruhan masalah yang kurang lebih sebulan ini terjadi. Mengendap dengan mengurangi teman daripada menambah musuh. Sebab endapan kunilai masih punya setitik harapan kejernihan ketika bagian keruh telah terpisah ke bawah, artinya aku memang berharap someday ketika semua telah dapat berpikir lebih jernih, keputusan dan kondisi akan lebih baik.
Ikhwal cerita adalah ketika sore itu tiba2 terbersit ide tetangga kamar sebelah untuk mengajak perempuan itu makan diluar. Aku menyuruhnya bertanya, adakah aku boleh bergabung. Namun ia menolak. Satu keputusan yang udah bikin cenat cenut angkaraku. Tapi si tetangga sebelah kamar menenangkan, biarkan perempuan itu bercerita padanya dulu agar titik permasalahan lebih jelas. Meski begitu, harga diriku kembali terusik.
Penuturan dari mulut perempuan itu mencengangkanku. Aku bukan kaget, heran setengah mati karena untuk ketiga kalinya kembali alasan yang ia utarakan diluar nalar. Ia mempermasalahkan guyonanku dan caraku yang agak memaksa dahulu. Emosiku meninggi, tak terima pastinya!
Bayangkan, ia menganggap guyonanku bikin ia tak nyaman; Hello, aku mengenalmu tahunan, dan guyonan2 seperti itu bukan pertama kalinya. Di fesbuk pun guyonan kayak gitu kau ladeni, pun saksi anak kost sering mendengar guyonan yang sama dalam keseharian. Lalu kenapa guyonan via sms itu ia permasalahkan? Apa karena ia meniru teman kantornya untuk alibi alasan yang sama? Kalo teman kantornya merasa tak nyaman bagiku wajar karena aku belum sampai sebulan kenal, nah kalo dia, sudah tahunan, ibarat kata bokerku pun ia tahu apalagi dengan keakraban kami. Tapi kalo sekarang ia bilang ia tidak nyaman denganku, kok yo kebacut alias dah telat banget bukan?!!
Kembali alasan konyol itu harus kuhargai. Karena itu hakmu, meski di hati tak bisa kuterima. Sama ketika di dua alasan sebelumnya gedeg banget liat aku dan mukaku yang nyeremin. Alasan yang tak bisa dinalar untuk orang yang sama2 tinggal satu atap tahunan.
Ia juga mempermasalahkan ketika agak memaksanya untuk ngobrol nyelesein masalah. Ya mungkin ini beda persepsi aja, bagiku ketika ada masalah ya cepat2 diselesaikan dan sudah clear ya everything goes on the way it path soon. Tapi ia mungkin lebih suka mencicil. Okelah aku mungkin salah disini, dan aku meminta maaf padanya untuk hal ini. Beda otak beda penyelesaian, mungkin.
Siang kemarin aku mengiriminya sebuah pesan pendek panjang lebar. Tentang permintaan maafku dan keputusanku untuk tak lagi menganggap satu sama lain saling mengenal. Kalau memang ia merasa tak nyaman maka merasa nyamanlah dengan keberadaan ketidakberadaanku di satu atap yang sama. Aku yakin tak akan mudah, begitu juga bagiku. Menutup kenangan, mengubur kebersamaan dan pura2 tak saling kenal di satu lokasi yang sama terlampau menyiksa!
Sayangnya, kau tak punya keberanian untuk mengutarakan langsung padaku. Tiap diajak bicara menghindar seolah aku model orang yang tak bisa diajak berdialog. Padahal jika ia ingat kebersamaan kami dulu, apa yang tidak ia ceritakan padaku dan apa yang tidak aku dengarkan darinya, begitu juga sebaliknya. Hmm, entah apa yang membuatnya demikian banyak berubah. Pastinya tak ada yang berubah dariku, jikalau ia merasa perubahan itu baik untuknya maka aku tak akan memaksakan apa yang sebenarnya baik untukku.
Semoga saja ia lekas belajar untuk menghargai orang lain! Just remembering, what u spread is what u get...
Ikhwal cerita adalah ketika sore itu tiba2 terbersit ide tetangga kamar sebelah untuk mengajak perempuan itu makan diluar. Aku menyuruhnya bertanya, adakah aku boleh bergabung. Namun ia menolak. Satu keputusan yang udah bikin cenat cenut angkaraku. Tapi si tetangga sebelah kamar menenangkan, biarkan perempuan itu bercerita padanya dulu agar titik permasalahan lebih jelas. Meski begitu, harga diriku kembali terusik.
Penuturan dari mulut perempuan itu mencengangkanku. Aku bukan kaget, heran setengah mati karena untuk ketiga kalinya kembali alasan yang ia utarakan diluar nalar. Ia mempermasalahkan guyonanku dan caraku yang agak memaksa dahulu. Emosiku meninggi, tak terima pastinya!
Bayangkan, ia menganggap guyonanku bikin ia tak nyaman; Hello, aku mengenalmu tahunan, dan guyonan2 seperti itu bukan pertama kalinya. Di fesbuk pun guyonan kayak gitu kau ladeni, pun saksi anak kost sering mendengar guyonan yang sama dalam keseharian. Lalu kenapa guyonan via sms itu ia permasalahkan? Apa karena ia meniru teman kantornya untuk alibi alasan yang sama? Kalo teman kantornya merasa tak nyaman bagiku wajar karena aku belum sampai sebulan kenal, nah kalo dia, sudah tahunan, ibarat kata bokerku pun ia tahu apalagi dengan keakraban kami. Tapi kalo sekarang ia bilang ia tidak nyaman denganku, kok yo kebacut alias dah telat banget bukan?!!
Kembali alasan konyol itu harus kuhargai. Karena itu hakmu, meski di hati tak bisa kuterima. Sama ketika di dua alasan sebelumnya gedeg banget liat aku dan mukaku yang nyeremin. Alasan yang tak bisa dinalar untuk orang yang sama2 tinggal satu atap tahunan.
Ia juga mempermasalahkan ketika agak memaksanya untuk ngobrol nyelesein masalah. Ya mungkin ini beda persepsi aja, bagiku ketika ada masalah ya cepat2 diselesaikan dan sudah clear ya everything goes on the way it path soon. Tapi ia mungkin lebih suka mencicil. Okelah aku mungkin salah disini, dan aku meminta maaf padanya untuk hal ini. Beda otak beda penyelesaian, mungkin.
Siang kemarin aku mengiriminya sebuah pesan pendek panjang lebar. Tentang permintaan maafku dan keputusanku untuk tak lagi menganggap satu sama lain saling mengenal. Kalau memang ia merasa tak nyaman maka merasa nyamanlah dengan keberadaan ketidakberadaanku di satu atap yang sama. Aku yakin tak akan mudah, begitu juga bagiku. Menutup kenangan, mengubur kebersamaan dan pura2 tak saling kenal di satu lokasi yang sama terlampau menyiksa!
Sayangnya, kau tak punya keberanian untuk mengutarakan langsung padaku. Tiap diajak bicara menghindar seolah aku model orang yang tak bisa diajak berdialog. Padahal jika ia ingat kebersamaan kami dulu, apa yang tidak ia ceritakan padaku dan apa yang tidak aku dengarkan darinya, begitu juga sebaliknya. Hmm, entah apa yang membuatnya demikian banyak berubah. Pastinya tak ada yang berubah dariku, jikalau ia merasa perubahan itu baik untuknya maka aku tak akan memaksakan apa yang sebenarnya baik untukku.
Semoga saja ia lekas belajar untuk menghargai orang lain! Just remembering, what u spread is what u get...
Thursday, May 26, 2011
HOROSKOP JAWA [LENGKAP] - Misteri Pranata Mangsa
sumber: http://www.primbon.com/horoskop.php?
MINGGU WAGE
Mereka yang lahir di hari Minggu Wage konon bersifat pemurah dan mudah menaruh iba. Mereka tahu cara-cara untuk menghibur orang yang sedang menderita. Mereka merupakan pekerja keras pula. Akan tetapi, mereka terkadang terlalu teguh dalam pendirian -- bahkan sangat keras kepala! Meskipun mereka pandai menenangkan perasaan orang lain, mereka tidak akan menunjukkan perasaan mereka sendiri dengan mudah. Mungkinkah hal ini merupakan pengendalian emosi dari diplomat, doktor UGD, atau pemadam kebakaran, atau justru kewaspadaan yang berlebihan terhadap kemungkinan disakiti oleh orang-orang yang telah mereka percayai? Mereka sendiri yang harus menjawab pertanyaan ini.
KASADASA - Gedhong Minep Jroning Kayun
27 Maret - 19 April
KEADAAN UMUM
Mereka yang terlahir pada tanggal 27 Maret - 19 April, adalah kelahiran mangsa "KASADASA", dapat juga di sebut sebagai Orang Kasadasa. Pada mangsa Kasadasa, sering terdengar desiran angin kencang, karena pada saat itu adalah perubahan musim, dari musim hujan ke musim kemarau, dengan candranya, "Gedhong Minep Jroning Kayun", yang artinya "Pintu Gerbang Tertutup Didalam Hati". Lamanya orbit 24 hari, dalam pengaruh Resi Bisma. Disebut juga mangsa Mareng.
Resi Bisma mempunyai sifat teguh hati dan pemberani. Tidak mau mengalah, karena mempunyai jiwa militer, yang berarti disiplin dan tegas. Mau mengalahkan tetapi tidak mau dikalahkan. Dia hanya tunduk kepada orang yang dihormati dan disegani. Seperti dikisahkan dalam dunia pewayangan bahwa Bisma merelakan warisan tahtanya demi menghormati dan rasa cintanya kepada ayahnya. Agar tidak mempunyai keturunan, maka Bisma tidak menikah seumur hidupnya "Wadad". Suatu gambaran betapa teguh dan tegas pendirian Bisma, walau untuk itu dia harus menderita.
Orang yang terlahir dalam pengaruh Resi Bisma ini mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi, baik terhadap keluarga maupun terhadap lingkungannya. Kesadarannya bermasyarakat sangat tinggi. Dia sangat membenci ketidakadilan, berani mendobrak segala sesuatu yang dianggapnya mengkorup norma prikemanusiaan. Bahkan kalau memang dibutuhkan dia rela mempertaruhkan harta maupun kedudukannya demi membela kebenaran. Prinsipnya sangat kuat dan idealis.
Banyak orang KASADASA yang hidupnya membujang atau menikah terlambat, karena lebih mengutamakan perjuangan untuk adik-adiknya daripada memikirkan diri sendiri. Karena dia berpikir dengan dia kawin maka akan merepotkan perjuangannya untuk adik-adik dan orangtuanya. Dibantunya orang tua untuk mensukseskan adik-adiknya, baik sekolah maupun sampai berumah tangga. Dia sendiri mengalah sampai tua.
Sifat keras kepalanya itulah yang membuat tidak ada orang lain yang dapat menasehatinya. Semua langkah yang diambilnya adalah langkahnya sendiri. Dalam tata kehidupan, dia adalah orang yang mandiri, tidak mau diperintah dan sulit untuk tunduk kepada kemauan orang lain. Maka mangsa "Kasadasa" dicandra "Gedhong Minep Jroning Kayun", yang artinya "Tertutup Pintu Hatinya". Terbukti didalam kehidupan nyata, bahwa orang Kasadasa angkuh dan mudah tersinggung, tetapi agak pemalu. Pendapatnya tidak bisa dirubah orang lain, begitu pula kalau dia benci kepada seseorang, maka dendam itu tidak dapat lunas kalau tidak terbalas. Maka dikatakan pintu hatinya tertutup.
Walau begitu, dia senang membela yang lemah, kalau itu dirasakan benar bagi dia. Tidak dapat orang menghasut untuk suatu pekerjaan yang tidak disenanginya. Karena kepekaan perasaan, hati yang keras dan pemalu. Maka orang Kasadasa sering jadi korban perasaan, sering sakit hati.
Orang Kasadasa yang telah dewasa, lebih tegas dan lebih banyak menggunakan pikiran daripada perasaannya. Lebih banyak menggunakan otak daripada otot. Langkah-langkahnya telah nampak jelas, haluan dan tujuan hidupnya lebih jelas terbaca. Berani berkorban untuk kepentingan orang lain, walaupun untuk itu dia harus menderita, Sekali dia memutuskan sesuatu, tidak akan menariknya kembali.
Sebagai orang yang dilahirkan dengan pembawaan "Mandiri", maka orang "Kasadasa" dilengkapi oleh Tuhan suatu keistimewaan, yaitu pada otaknya. Pada umumnya orang "Kasadasa" rnempunyai kecerdasan yang luar biasa. Cepat dapat memecahkan suatu perkara dan pekerjaan yang pelik dan muskil.
Karena keberanian dan kecerdasannya itulah yang mengangkat dia kepuncak karirnya. Banyak orang mengaguminya. Dia sangat tekun bekerja, kalau pekerjaan itu pilihannya. Karena dia adalah manusia yang tidak mau diperintah-perintah. Sebaliknya dia senang memerintah, karena dia merasa lebih dari yang lain. Itupun diakui oleh sahabat-sahabatnya, bahwa orang "Kasadasa" mempunyai banyak kelebihan.
KEADAAN ALAM SEMESTA
Mangsa "KASADASA" berpengaruh pada Alam Semesta, pada saat itu sedang mengalami peralihan musim. Musim hujan menghadapi perubahan ke musim kemarau. Walau terkadang masih turun hujan, tetapi tidak lebat. Hawanya masih sejuk, bahkan didaerah pegunungan masih terasa dingin. Angin berhembus kencang sekali dari arah Tenggara. Hembusan angin yang kencang itu terdengar berdesau-desau dan kadang merontokkan daun-daun. Pada peralihan musim itulah datangnya Naga Jatingarang, disebut Mareng.
Tampaklah burung-burung Manyar membuat sarang. Hewan-hewan ternak seperti sapi dan kerbau mulai bunting. Sedangkan di sawah tarnpaklah pemandangan yang indah bagaikan lautan emas. Tiada lain adalah padi yang telah menguning terhembus angin pegunungan. Bergelombang-gelombang bagaikan air samudera. Petani mulai panen.
Panen atau menuai padi di sawah, adalah suatu saat yang paling gembira bagi masyarakat pedesaan. Bahkan pada saat tersebut di beberapa desa mengadakan pentas tayub, pentas wayang atau selamatan. Kesemuanya adalah suatu ungkapan rasa bersyukur atas rahmat yang telah dikaruniakan Tuhan kepada umat manusia.
KEADAAN FISIK
Orang "KASADASA" mempunyai bentuk fisik gagah berukuran sedang, wajahnya bulat telur, matanya bulat berbinar-binar, dengan sepasang alis yang cukup tebal. Hidungnya mancung, bibirnya sedang dengan ukuran mulut agak lebar. Tangan dan kakinya tidak begitu berotot. rambutnya lebat dan hitam, tetapi pada usia yang sangat muda sudah banyak rambutnya yang rontok.
Dalam hal kesehatan fisik, maka orang Kasadasa cukup sehat. Orang Kasadasa jarang terserang penyakit yang berat. Hanya penyakit umum yang disebabkan oleh kelelahan atau kurang berhati-hati memilih makanan. Kadang-kadang terserang sakit perut dan mata berkunang-kunang, tapi itupun tidak berlangsung lama.
KEADAAN MASA KANAK-KANAK
Anak-anak yang terlahir pada mangsa Kasadasa ini umumnya mempunyai pembawaan watak yang keras dan tidak mau mengalah. Sering menonjolkan kenakalan dan kebandelan.
Bila dia berbuat salah, tidak mau mengakui kesalahannya itu. Kalau dia mendapat hukuman, menganggapnya bahwa yang memberi hukuman itu berbuat tidak adil. Entah siapa saja yang menangani dia, dalam pikirannya hanya terbayang musuh. Karena memang anak "Kasadasa" terlahir sebagai prajurit atau manusia yang berjiwa militer.
Jiwanya keras, kemauannya keras, tidak mau dikalahkan, tidak mau diperintah, bahkan dia merasa dirinyalah yang terpandai diantara anak yang lain. Untuk itu, dia berlatih segala sesuatu dengan baik, belajar segala sesuatu dengan tekun dan bersungguh-sungguh. Maka benar-benar anak "Kasadasa" sangat mengagumkan. Keistimewaannya adalah pada tingkat kecerdasannya yang tinggi. Mudah menyerap pengetahuan apa pun, baik dari buku maupun dari lingkungannya. Sehingga anak "Kasadasa" lebih menonjol daripada anak lainnya. Bahkan anak Kasadasa selalu tampil sebagai pemimpin, dikelasnya sebagai ketua kelas, sebagai ketua OSIS, dan begitu juga di luar sekolah dia juga bisa tampil sebagai pemimpin. Kenyataannya memang banyak hal yang dapat diselesaikan oleh anak Kasadasa dibanding anak lainnya.
Budinya yang bersifat keras harus mendapat bimbingan yang baik dari pihak-pihak pendidik dan orang tua. Karena mendidik anak "Kasadasa" dengan kekerasan akan mengembangkan jiwa keras pada diri anak itu. Sabar dan harus Hati-hati, karena masa kanak-kanak itu adalah masa pembentukan jiwa.
KEADAAN MASA REMAJA
Masa remaja kelahiran mangsa "KASADASA" adalah melanjutkan alur kehidupan dari masa kanak-kanak. Jadi apa yang mempengaruhi pada masa kanak-kanak itulah yang membentuk jiwa remaja "Kasadasa".
Sifat keprajuritan anak "Kasadasa" terus berlanjut, tegas, disiplin dan mudah marah. Tetapi setelah kurun waktu remaja tiba, sifat mudah marahnya itu lebih terarah untuk hal-hal yang positif. Artinya sifat pemarahnya itu dapat disalurkan untuk mendalami suatu ilmu dengan membakar semangatnya. "Mengapa saya tidak bisa?", adalah pertanyaan-pertanyaan yang mencambuknya untuk giat belajar.
Pemalu, dia akan merasa malu kalau kekurangannya sampai diketahui orang lain. Maka dia akan berusaha sekuat mungkin untuk meningkatkan proporsi dirinya, sehingga dia merasa bahwa dirinya sudah menduduki rangking teratas.
Kepemimpinan, bahwa remaja kelahiran mangsa "Kasadasa" mempunyai ambisi memimpin yang sangat tinggi. Karena dia sendiri tidak mau dipimpin oleh orang lain. Untuk mencapai kedudukan sebagai orang yang patut menjadi pemimpin, maka remaja Kasadasa terus berusaha untuk meningkatkan kwalitas dirinya. Baik dalam segi ilmu pengetahuan, kebiasaan atau ketrampilan apapun, dan kewibawaan. Dengan suatu keyakinan bahwa dia adalah yang terpandai, maka remaja Kasadasa dapat tampil kedepan dengan optimis. Kenyataannya memang begitu, banyak remaja Kasadasa yang tampil menjadi pemimpin. Dalam hal ini memberikan bimbingan dan membina kawan-kawannya yang membutuhkan pertolongan.
Orang kelahiran Kasadasa mempunyai kesenangan bepergian, oleh karenanya banyak proyek-proyek yang dikerjakan terbengkalai. Ide-idenya banyak yang sebenarnya kalau dikelola dengan baik akan baik sekali jadinya. Tetapi sifatnya yang selalu bergerak, kemudian mempunyai ide yang lain lagi. Sehingga semuanya tidak menghasilkan suatu apapun. Proyek-proyek yang dibuatnya itu sebenarnya mempunyai tujuan untuk menolong orang lain, memberikan lapangan kerja dan menyalurkan bakat.
Maka dengan pengalaman-pengalaman itu, dia harus menyadari dan mau bekerja sama dengan orang lain yang bersifat untuk mengelola cetusan-cetusan ide orang Kasadasa itu. Kalau bisa terjadi hal tersebut, maka usaha orang Kasadasa dapat sukses.
CIRI KHAS
Bicara tentang orang Kasadasa, pastilah ada suatu petunjuk sebagai suatu tanda yang khas orang Kasadasa. Ciri khas ini bukan suatu yang dapat dirahasiakan. Misalnya seperti postur tubuh, sepak terjang dan budi pekerti. Artinya penampilannya, semua itu tidak dapat dibuat-buat atau disembunyikan.
Bila kita ketemu dengan seseorang yang serba grusa-grusu dan dalam melakukan segala sesuatu tampak tergesa-gesa. Kemudian tampak penampilannya seperti orang gelisah, tangannya memegang benda apa saja yang berada di sekitarnya, kemudian dalam organisasi selalu berambisi untuk membuat suatu evolusi dan revolusi, perombakan-perombakan dan reorganisasi. Itulah salah satu ciri khas orang Kasadasa.
Selain daripada itu, ada-ada saja ulahnya pada saat dia berbicara dengan orang lain, untuk menutupi kegugupannya. Apalagi bila berhadapan dengan lawan jenisnya, dia akan tampak gugup sekali. Namun menjadi kebiasaan dan ciri khas orang Kasadasa, walaupun kalah tidak mau mengakui kekalahannya.
IKATAN PERSAHABATAN
Orang kelahiran mangsa "KASADASA" pada umumnya pandai bergaul, oleh sebab itu dia mempunyai banyak kenalan. Pergaulannya cukup luas.
Dalam pergaulan itu tentu saja ada kawan, rekan dan sahabat. Sahabat adalah kawan yang dapat menyimpan rahasia, memberikan pertolongan, baik moral maupun materi. Sahabat bisa diibaratkan seperti saudara kandung sendiri. Maka dapat diistilahkan mencari kawan mudah tetapi memelihara persahabatan sukar. Orang kelahiran mangsa "KASADASA" dapat mengikat tali persahabatan yang kokoh dengan orang yang kelahirannya jatuh pada Mangsa "KANEM" (10 November - 22 Desember), kemudian dapat juga bersahabat dengan baik dengan kelahiran Mangsa "KARO" (3 Agustus - 25 Agustus).
Dua zodiak itu adalah pilihan yang dapat dijadikan sahabat sejati, artinya sahabat kepercayaan segala rahasia, sampai rahasia pribadi. Begitu juga dapat cocok dengan sesama kelahiran mangsa "KASADASA", hanya kadang ada sedikit keretakan kalau kebetulan ada perbedaan pendapat, kadang saling ngotot. Tapi itupun hanya berlangsung selintas, kemudian akan baik kembali.
Dengan petunjuk tiga mangsa sebagai calon sahabat karib itu, bukan berarti menutup suatu kemungkinan untuk berkawan dengan mangsa lainnya. Namun hanya sekedar kawan dan rekan, karena dengan mereka ini sering banyak hal-hal yang bertentangan serta riskan sekali kalau untuk membicarakan atau mengelola suatu usaha patungan. Walaupun orang "Kasadasa" tidak senang bekerja secara patungan. Tetapi telah menjadi sifat orang Kasadasa senang bergaul, senang berkawan, bahkan senang berorganisasi. Tentu saja dalam pergaulan tidak mungkin untuk memilih-milih kelompok kelahiran atau mangsa, karena di dunia ini terdiri dari berbagai macam manusia dengan berbagai mangsa kelahirannya. Begitu juga saudara satu ayah, satu ibu, tidak mungkin terdiri dari "Kasadasa" semua.
Yang penting adalah memelihara ketentraman, memelihara kedamaian dan kenyamanan dalam pergaulan jangan ada kendala-kendala.
KEADAAN KESEHATAN
Orang "KASADASA" pada umumnya mempunyai kwalitas kesehatan yang baik. Sejak masa kanak-kanak, remaja, hingga masa tua. Tetapi ada beberapa penyakit ringan yang lazim, yaitu influenza dan gangguan pada pencernaannya. Khususnya bagi orang Kasadasa kelahiran hari "Senin", jaga benar-benar kesehatan perutnya.
Selain itu ada kemungkinan dapat sakit pada bagian syaraf tangan. Penyakit ini ada kecenderungan terkena bagi yang terlahir pada hari "Selasa". Tentu saja hal ini bisa dicegah dengan cara olah raga, istirahat secara teratur, dan menjaga pola & menu makanan.
Gangguan mata dapat juga mengancam orang Kasadasa kelahiran hari Rabu dan Jumat, karena mempunyai kelemahan pada mata dan ginjal. Pemeliharaannya adalah dengan olah raga, minum yang cukup, mengkonsumsi wortel dan minum madu.
Bagi orang Kasadasa kelahiran hari Kamis dan Sabtu, kelemahannya pada telinga dan hati. Pencegahannya adalah olah raga, istirahat yang cukup, dan jaga pola & menu makanan.
PEKERJAAN YANG COCOK
Pekerjaan bisa dikatakan cocok kalau sesuai dengan sifat dan bakat seseorang. Maka orang itu akan mengerjakannya dengan perasaan tenang dan gembira, hasil pekerjaannya pun sangat memuaskan.
Bagi orang Kasadasa pada dasarnya pekerjaan yang paling cocok adalah pekerjaan "wirasembada" tanpa campur tangan orang lain. Walaupun begitu, menurut ahli Kejawen dalam hal ini Astrologi Jawa membagi kelompok hari kelahiran orang Kasadasa menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:
1. Eka
Kelompok ini adalah kelahiran dari hari Minggu, Rabu dan Jumat. Orang Kasadasa kelompok pertama ini yang paling cocok adalah sebagai wiraswasta, mendirikan perusahaan yang ada hubungannya dengan pertanian, kemudian dapat juga sebagai wartawan.
2. Dwi
Kelompok ini adalah kelahiran hari Senin. Orang Kasadasa kelompok kedua ini mempunyai bakat dibidang pekerjaan yang baik adalah sebagai pemandu wisata. Tetapi dapat juga mendirikan usaha leveransir bahan bangunan, atau bekerja dibidang bangunan.
3. Tri
Kelompok ini adalah kelahiran hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Orang Kasadasa kelompok ketiga ini pekerjaan yang paling cocok baginya adalah sebagai pengarang. Selain itu dapat juga menjadi aktor/aktris baik teater maupun film. Juga dapat menjadi pelukis, sekretaris, mandor bangunan. Kalau pendidikan tinggi dapat memilih bidang kedokteran, Arsitektur, atau menjadi Dosen.
Tetapi yang harus selalu diingat oleh orang Kasadasa, bahwa dirinya tidak mau diperintah oleh siapa pun, kecuali orang tuanya dan orang yang dicintainya.
REJEKI & PENGHIDUPAN
Pada umumnya orang kelahiran mangsa "KASADASA" mempunyai tingkat alur perjalanan hidup yang baik, rejekinya cukup lumayan. Ditopang pula dengan berbagai kemampuannya mandiri, sehingga sejak masih remaja sudah dapat mencari uang. Walau begitu, Astrolog Kejawen membuat rumusan untuk membedakan satu dengan yang lain dalam kelompok kelahiran mangsa Kasadasa itu menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut:
1. Eka
Kelompok ini adalah kelahiran hari Minggu, Rabu dan Jumat. Orang Kasadasa dalam kelompok pertama ini adalah orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang paling baik. Tidak pernah kekurangan uang. Dia sangat pandai bergaul, sehingga banyak koneksi dan banyak yang mendukung dalam urusan apa saja. Segala yang diusahakannya selalu sukses dan mendatangkan keuntungan moral maupun uang. Hal tersebut berlanjut hingga hari tua, anak-anaknya sukses dalam pendidikan tinggi.
2. Dwi
Kelompok ini adalah kelahiran hari Senin. Orang Kasadasa kelompok kedua ini mengutamakan uluran tangan dan inspirasi orang kedua. Baik itu lingkungan keluarga, sahabat, dan masyarakat. Dengan dukungan merekalah semua usahanya akan berjalan. Walau pada umumnya orang Kasadasa jarang kekurangan uang, tetapi tanpa usaha yang keras, tidak akan berhasil meningkatkan tingkat sosialnya.
3. Tri
Kelompok ini adalah kelahiran hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Orang Kasadasa kelompok ketiga ini agak kurang baik keberuntungannya. Setiap langkah yang dikerjakan seringkali mengalami kegagalan, walaupun tidak berarti bangkrut sama sekali, tetapi selalu mengalami kesulitan. Namun karena orang "Kasadasa" mempunyai sifat tabah, ulet dan disiplin militer yang kuat, setelah umur mencapai 30 tahun khususnya bagi yang terlahir dengan weton Selasa Kliwon, Kamis Pon, dan Sabtu Paing, maka keadaan ekonominya akan meningkat baik sekali. Bahkan kalau ulet dan hemat akan mencapai keberhasilan di hari tuanya.
SAAT YANG TEPAT
Dalam perhitungan Astrologi Jawa, maka ada saat-saat ketika orang mengerjakan sesuatu berhasil dengan baik, tetapi ada hari-hari yang lain, bila untuk mengerjakan sesuatu mengalami kegagalan. Tentu saja hal itu menjadi kepastian setelah mengalami penelitian berkali-kali. Hasilnya merupakan kesimpulan parapsikolog.
Berdasarkan penelitian Horoskop Jawa maka saat terbaik untuk melakukan pekerjaan yang terpenting adalah pada tanggal 5 Desember, karena pada saat itu terjadi kulminasi. Lebih-lebih kalau pada saat tanggal tersebut jatuh pada hari Selasa, itu lebih baik lagi.
Setidaknya usahakan segala yang terpenting dilakukan pada tanggal 5 Desember, karena pada saat itu Resi Bisma sedang menurunkan pancaran saktinya dan limpahan Rahmat Ilahi. Dampaknya, terbukalah kiat kemudahan upaya apapun yang semula mengalami kesulitan.
Tanggal 5 Desember itu berjalan terus setiap tahunnya, artinya setiap tahun ada pemberkahan Agung. Hal ini khususnya bagi kelahiran mangsa "Kasadasa".
HOBI
Bagi orang kelahiran mangsa "Kasadasa" ada beberapa hobi, antara lain:
1. Melukis, baik natural maupun abstrak.
2. Musik, baik rock maupun pop.
3. Membaca, fiksi, non fiksi dan sastra.
4. Mengarang dan koresponden.
5. Seni pentas.
6. Panjat tebing.
JODOH
Orang kelahiran mangsa "KASADASA" sebenarnya dekat jodohnya, baik itu pria maupun wanita. tetapi pada umumnya akan menikah setelah umurnya lebih dari 29 tahun, hal itu terjadi karena dia merasa ikut bertanggung jawab terhadap masa depan adik-adiknya. Hari-harinya diperuntukkan memikirkan keluarga, membantu mencari uang sekolah, bahkan memikirkan masa depan adik-adiknya. Setelah semua tuntas, barulah dirinya sendiri dipikirkan.
Padahal orang Kasadasa bukanlah orang yang tidak mempunyai gairah seks. Baik laki-laki maupun wanita "Kasadasa" mempunyai gairah seks yang cukup tinggi. Termasuk hangat dalam permainan ranjang.
Bagi orang kelahiran mangsa "KASADASA" jodohnya adalah dengan kelahiran mangsa "KARO" (3 Agustus - 25 Agustus), kemudian dapat pula berjodoh dengan kelahiran mongso "KANEM" (10 November - 22 Desember), tetapi dengan orang "KASADASA"pun dapat pula cocok dan harmonis.
Tentu saja tidak menghilangkan suatu kemungkinan perkawinan dengan mangsa-mangsa yang lain. Kalau terjadi, menurut para ahli Astrologi Jawa, akan mendatangkan ketidak harmonisan, sering ribut, tidak saling terbuka, saling mencurigai. Walhasil akan terjadi perceraian atau pisah ranjang. Sedapat mungkin harus dihindari bentuk perkawinan tersebut.
BATU PERMATA YANG COCOK
Ada beberapa batu permata atau batu Aji yang cocok bagi orang kelahiran mangsa "KASADASA", adalah sebagai berikut:
1. Amathyst = Kecubung Asihan
Batu permata ini mempunyai sinar ungu kemilau, baik sekali bagi orang Kasadasa yang mempunyai sifat ingin memimpin, agar pengaruhnya disayang atau dicintai orang lain. Selain itu mempunyai khasiat pula untuk mencegah mabuk minuman keras, menolak bahaya racun, dan mencegah sakit jantung.
2. Aquamarin = Sinar laut hijau
Batu permata ini baik sekali kilauannya seperti kemilaunya laut Arafuru, indah dan mengesankan rasa damai serta anggun. Selain keindahan sinarnya, mempunyai khasiat mencegah penyakit liver, penyakit pencernaan, dan penyakit lemah badan.
3. Intan = Diamond
Intan dinamakan juga batu mulia karena mempunyai kekerasan dan harga yang lebih tinggi daripada batu permata lainnya. Diamond yang asli mempunyai harga standar yang cukup tinggi, biasa dipakai oleh orang-orang kaya, bangsawan, raja, atau orang-orang terkemuka. Kilauannya sangat indah, dapat memancarkan sinar yang beraneka warna. Khasiatnya menolak segala ilmu hitam dan menentramkan pikiran.
4. Badar Besi = Heliotrope
Badar besi batunya hitam dan kalau didekatkan magnet dapat melekat. Biasanya yang memakai batu ini adalah kaum pria, untuk permata cincin. Pemakainya akan tampak jantan. Kalau dipandang dari segi khasiat, maka batu ini mempunyai pengaruh meningkatkan keberanian, terhindar dari dihinaan orang, dan meningkatkan kewibawaan.
WARNA YANG IDEAL
Ada beberapa jenis warna yang cocok bagi kelahiran Kasadasa, yaitu Merah Tua dan Kuning. Dua jenis warna itu adalah warna ideal yang dapat dipakai untuk busana maupun interior dalam rumah atau pada karpet lantai.
BUNGA
Bunga yang cocok dan membangkitkan gairah hidup bagi orang Kasadasa adalah bunga Mawar Merah, Gradiol Merah Tua, dan lilly Kuning. Demikianlah bunga-bunga itu bagi orang Kasadasa akan mendatangkan pengaruh mistik dan dampaknya akan menunjang daya kehidupannya.
Bila perjalanan Wuku Kuruwelut memasuki orbit mangsa "Kasadasa", maka terjadilah perubahan dari ketentuan asli Wuku tersebut. Hal itu besar sekali artinya bagi kehidupan dan penghidupan seseorang, maupun perisUwa-peristiwa Alam Semesta.
Pengaruh Wuku Kuruwelut. Dewa: Batara Wisnu. Candra: Tirta wening. Seseorang yang terlahir dalam Wuku tersebut sifatnya Waspada dan jujur. Penghidupannya kaya dan tidak diganggu penjahat. Kemudian akan terjadilah perubahan-perubahan pengaruh kosmis, akibat cahaya zodiak yang disebut F-korona mempunyai pengaruh kuat sekali terhadap A1am Semesta dan kehidupan.
WASESA SEGARA: Berbudi luhur, pemaaf, berlapang dada dan mempunyai kewibawaan. Teliti dan berhati-hati dalam memutuskan segala sesuatu. Bicara terbuka dan jujur, keras dan disiplin, tetapi mempunyai tenggang rasa. Bila dia marah, sukar untuk diredakan. Segala langkah dan perbutannya sangat berhati-hati, tetapi mempunyai pandangan hidup yang luas. Maka tidak mengherankan kalau sukses dalam spekulasi perdagangan, pelayaran, karena besar rejekinya.
MINGGU WAGE
Mereka yang lahir di hari Minggu Wage konon bersifat pemurah dan mudah menaruh iba. Mereka tahu cara-cara untuk menghibur orang yang sedang menderita. Mereka merupakan pekerja keras pula. Akan tetapi, mereka terkadang terlalu teguh dalam pendirian -- bahkan sangat keras kepala! Meskipun mereka pandai menenangkan perasaan orang lain, mereka tidak akan menunjukkan perasaan mereka sendiri dengan mudah. Mungkinkah hal ini merupakan pengendalian emosi dari diplomat, doktor UGD, atau pemadam kebakaran, atau justru kewaspadaan yang berlebihan terhadap kemungkinan disakiti oleh orang-orang yang telah mereka percayai? Mereka sendiri yang harus menjawab pertanyaan ini.
KASADASA - Gedhong Minep Jroning Kayun
27 Maret - 19 April
KEADAAN UMUM
Mereka yang terlahir pada tanggal 27 Maret - 19 April, adalah kelahiran mangsa "KASADASA", dapat juga di sebut sebagai Orang Kasadasa. Pada mangsa Kasadasa, sering terdengar desiran angin kencang, karena pada saat itu adalah perubahan musim, dari musim hujan ke musim kemarau, dengan candranya, "Gedhong Minep Jroning Kayun", yang artinya "Pintu Gerbang Tertutup Didalam Hati". Lamanya orbit 24 hari, dalam pengaruh Resi Bisma. Disebut juga mangsa Mareng.
Resi Bisma mempunyai sifat teguh hati dan pemberani. Tidak mau mengalah, karena mempunyai jiwa militer, yang berarti disiplin dan tegas. Mau mengalahkan tetapi tidak mau dikalahkan. Dia hanya tunduk kepada orang yang dihormati dan disegani. Seperti dikisahkan dalam dunia pewayangan bahwa Bisma merelakan warisan tahtanya demi menghormati dan rasa cintanya kepada ayahnya. Agar tidak mempunyai keturunan, maka Bisma tidak menikah seumur hidupnya "Wadad". Suatu gambaran betapa teguh dan tegas pendirian Bisma, walau untuk itu dia harus menderita.
Orang yang terlahir dalam pengaruh Resi Bisma ini mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi, baik terhadap keluarga maupun terhadap lingkungannya. Kesadarannya bermasyarakat sangat tinggi. Dia sangat membenci ketidakadilan, berani mendobrak segala sesuatu yang dianggapnya mengkorup norma prikemanusiaan. Bahkan kalau memang dibutuhkan dia rela mempertaruhkan harta maupun kedudukannya demi membela kebenaran. Prinsipnya sangat kuat dan idealis.
Banyak orang KASADASA yang hidupnya membujang atau menikah terlambat, karena lebih mengutamakan perjuangan untuk adik-adiknya daripada memikirkan diri sendiri. Karena dia berpikir dengan dia kawin maka akan merepotkan perjuangannya untuk adik-adik dan orangtuanya. Dibantunya orang tua untuk mensukseskan adik-adiknya, baik sekolah maupun sampai berumah tangga. Dia sendiri mengalah sampai tua.
Sifat keras kepalanya itulah yang membuat tidak ada orang lain yang dapat menasehatinya. Semua langkah yang diambilnya adalah langkahnya sendiri. Dalam tata kehidupan, dia adalah orang yang mandiri, tidak mau diperintah dan sulit untuk tunduk kepada kemauan orang lain. Maka mangsa "Kasadasa" dicandra "Gedhong Minep Jroning Kayun", yang artinya "Tertutup Pintu Hatinya". Terbukti didalam kehidupan nyata, bahwa orang Kasadasa angkuh dan mudah tersinggung, tetapi agak pemalu. Pendapatnya tidak bisa dirubah orang lain, begitu pula kalau dia benci kepada seseorang, maka dendam itu tidak dapat lunas kalau tidak terbalas. Maka dikatakan pintu hatinya tertutup.
Walau begitu, dia senang membela yang lemah, kalau itu dirasakan benar bagi dia. Tidak dapat orang menghasut untuk suatu pekerjaan yang tidak disenanginya. Karena kepekaan perasaan, hati yang keras dan pemalu. Maka orang Kasadasa sering jadi korban perasaan, sering sakit hati.
Orang Kasadasa yang telah dewasa, lebih tegas dan lebih banyak menggunakan pikiran daripada perasaannya. Lebih banyak menggunakan otak daripada otot. Langkah-langkahnya telah nampak jelas, haluan dan tujuan hidupnya lebih jelas terbaca. Berani berkorban untuk kepentingan orang lain, walaupun untuk itu dia harus menderita, Sekali dia memutuskan sesuatu, tidak akan menariknya kembali.
Sebagai orang yang dilahirkan dengan pembawaan "Mandiri", maka orang "Kasadasa" dilengkapi oleh Tuhan suatu keistimewaan, yaitu pada otaknya. Pada umumnya orang "Kasadasa" rnempunyai kecerdasan yang luar biasa. Cepat dapat memecahkan suatu perkara dan pekerjaan yang pelik dan muskil.
Karena keberanian dan kecerdasannya itulah yang mengangkat dia kepuncak karirnya. Banyak orang mengaguminya. Dia sangat tekun bekerja, kalau pekerjaan itu pilihannya. Karena dia adalah manusia yang tidak mau diperintah-perintah. Sebaliknya dia senang memerintah, karena dia merasa lebih dari yang lain. Itupun diakui oleh sahabat-sahabatnya, bahwa orang "Kasadasa" mempunyai banyak kelebihan.
KEADAAN ALAM SEMESTA
Mangsa "KASADASA" berpengaruh pada Alam Semesta, pada saat itu sedang mengalami peralihan musim. Musim hujan menghadapi perubahan ke musim kemarau. Walau terkadang masih turun hujan, tetapi tidak lebat. Hawanya masih sejuk, bahkan didaerah pegunungan masih terasa dingin. Angin berhembus kencang sekali dari arah Tenggara. Hembusan angin yang kencang itu terdengar berdesau-desau dan kadang merontokkan daun-daun. Pada peralihan musim itulah datangnya Naga Jatingarang, disebut Mareng.
Tampaklah burung-burung Manyar membuat sarang. Hewan-hewan ternak seperti sapi dan kerbau mulai bunting. Sedangkan di sawah tarnpaklah pemandangan yang indah bagaikan lautan emas. Tiada lain adalah padi yang telah menguning terhembus angin pegunungan. Bergelombang-gelombang bagaikan air samudera. Petani mulai panen.
Panen atau menuai padi di sawah, adalah suatu saat yang paling gembira bagi masyarakat pedesaan. Bahkan pada saat tersebut di beberapa desa mengadakan pentas tayub, pentas wayang atau selamatan. Kesemuanya adalah suatu ungkapan rasa bersyukur atas rahmat yang telah dikaruniakan Tuhan kepada umat manusia.
KEADAAN FISIK
Orang "KASADASA" mempunyai bentuk fisik gagah berukuran sedang, wajahnya bulat telur, matanya bulat berbinar-binar, dengan sepasang alis yang cukup tebal. Hidungnya mancung, bibirnya sedang dengan ukuran mulut agak lebar. Tangan dan kakinya tidak begitu berotot. rambutnya lebat dan hitam, tetapi pada usia yang sangat muda sudah banyak rambutnya yang rontok.
Dalam hal kesehatan fisik, maka orang Kasadasa cukup sehat. Orang Kasadasa jarang terserang penyakit yang berat. Hanya penyakit umum yang disebabkan oleh kelelahan atau kurang berhati-hati memilih makanan. Kadang-kadang terserang sakit perut dan mata berkunang-kunang, tapi itupun tidak berlangsung lama.
KEADAAN MASA KANAK-KANAK
Anak-anak yang terlahir pada mangsa Kasadasa ini umumnya mempunyai pembawaan watak yang keras dan tidak mau mengalah. Sering menonjolkan kenakalan dan kebandelan.
Bila dia berbuat salah, tidak mau mengakui kesalahannya itu. Kalau dia mendapat hukuman, menganggapnya bahwa yang memberi hukuman itu berbuat tidak adil. Entah siapa saja yang menangani dia, dalam pikirannya hanya terbayang musuh. Karena memang anak "Kasadasa" terlahir sebagai prajurit atau manusia yang berjiwa militer.
Jiwanya keras, kemauannya keras, tidak mau dikalahkan, tidak mau diperintah, bahkan dia merasa dirinyalah yang terpandai diantara anak yang lain. Untuk itu, dia berlatih segala sesuatu dengan baik, belajar segala sesuatu dengan tekun dan bersungguh-sungguh. Maka benar-benar anak "Kasadasa" sangat mengagumkan. Keistimewaannya adalah pada tingkat kecerdasannya yang tinggi. Mudah menyerap pengetahuan apa pun, baik dari buku maupun dari lingkungannya. Sehingga anak "Kasadasa" lebih menonjol daripada anak lainnya. Bahkan anak Kasadasa selalu tampil sebagai pemimpin, dikelasnya sebagai ketua kelas, sebagai ketua OSIS, dan begitu juga di luar sekolah dia juga bisa tampil sebagai pemimpin. Kenyataannya memang banyak hal yang dapat diselesaikan oleh anak Kasadasa dibanding anak lainnya.
Budinya yang bersifat keras harus mendapat bimbingan yang baik dari pihak-pihak pendidik dan orang tua. Karena mendidik anak "Kasadasa" dengan kekerasan akan mengembangkan jiwa keras pada diri anak itu. Sabar dan harus Hati-hati, karena masa kanak-kanak itu adalah masa pembentukan jiwa.
KEADAAN MASA REMAJA
Masa remaja kelahiran mangsa "KASADASA" adalah melanjutkan alur kehidupan dari masa kanak-kanak. Jadi apa yang mempengaruhi pada masa kanak-kanak itulah yang membentuk jiwa remaja "Kasadasa".
Sifat keprajuritan anak "Kasadasa" terus berlanjut, tegas, disiplin dan mudah marah. Tetapi setelah kurun waktu remaja tiba, sifat mudah marahnya itu lebih terarah untuk hal-hal yang positif. Artinya sifat pemarahnya itu dapat disalurkan untuk mendalami suatu ilmu dengan membakar semangatnya. "Mengapa saya tidak bisa?", adalah pertanyaan-pertanyaan yang mencambuknya untuk giat belajar.
Pemalu, dia akan merasa malu kalau kekurangannya sampai diketahui orang lain. Maka dia akan berusaha sekuat mungkin untuk meningkatkan proporsi dirinya, sehingga dia merasa bahwa dirinya sudah menduduki rangking teratas.
Kepemimpinan, bahwa remaja kelahiran mangsa "Kasadasa" mempunyai ambisi memimpin yang sangat tinggi. Karena dia sendiri tidak mau dipimpin oleh orang lain. Untuk mencapai kedudukan sebagai orang yang patut menjadi pemimpin, maka remaja Kasadasa terus berusaha untuk meningkatkan kwalitas dirinya. Baik dalam segi ilmu pengetahuan, kebiasaan atau ketrampilan apapun, dan kewibawaan. Dengan suatu keyakinan bahwa dia adalah yang terpandai, maka remaja Kasadasa dapat tampil kedepan dengan optimis. Kenyataannya memang begitu, banyak remaja Kasadasa yang tampil menjadi pemimpin. Dalam hal ini memberikan bimbingan dan membina kawan-kawannya yang membutuhkan pertolongan.
Orang kelahiran Kasadasa mempunyai kesenangan bepergian, oleh karenanya banyak proyek-proyek yang dikerjakan terbengkalai. Ide-idenya banyak yang sebenarnya kalau dikelola dengan baik akan baik sekali jadinya. Tetapi sifatnya yang selalu bergerak, kemudian mempunyai ide yang lain lagi. Sehingga semuanya tidak menghasilkan suatu apapun. Proyek-proyek yang dibuatnya itu sebenarnya mempunyai tujuan untuk menolong orang lain, memberikan lapangan kerja dan menyalurkan bakat.
Maka dengan pengalaman-pengalaman itu, dia harus menyadari dan mau bekerja sama dengan orang lain yang bersifat untuk mengelola cetusan-cetusan ide orang Kasadasa itu. Kalau bisa terjadi hal tersebut, maka usaha orang Kasadasa dapat sukses.
CIRI KHAS
Bicara tentang orang Kasadasa, pastilah ada suatu petunjuk sebagai suatu tanda yang khas orang Kasadasa. Ciri khas ini bukan suatu yang dapat dirahasiakan. Misalnya seperti postur tubuh, sepak terjang dan budi pekerti. Artinya penampilannya, semua itu tidak dapat dibuat-buat atau disembunyikan.
Bila kita ketemu dengan seseorang yang serba grusa-grusu dan dalam melakukan segala sesuatu tampak tergesa-gesa. Kemudian tampak penampilannya seperti orang gelisah, tangannya memegang benda apa saja yang berada di sekitarnya, kemudian dalam organisasi selalu berambisi untuk membuat suatu evolusi dan revolusi, perombakan-perombakan dan reorganisasi. Itulah salah satu ciri khas orang Kasadasa.
Selain daripada itu, ada-ada saja ulahnya pada saat dia berbicara dengan orang lain, untuk menutupi kegugupannya. Apalagi bila berhadapan dengan lawan jenisnya, dia akan tampak gugup sekali. Namun menjadi kebiasaan dan ciri khas orang Kasadasa, walaupun kalah tidak mau mengakui kekalahannya.
IKATAN PERSAHABATAN
Orang kelahiran mangsa "KASADASA" pada umumnya pandai bergaul, oleh sebab itu dia mempunyai banyak kenalan. Pergaulannya cukup luas.
Dalam pergaulan itu tentu saja ada kawan, rekan dan sahabat. Sahabat adalah kawan yang dapat menyimpan rahasia, memberikan pertolongan, baik moral maupun materi. Sahabat bisa diibaratkan seperti saudara kandung sendiri. Maka dapat diistilahkan mencari kawan mudah tetapi memelihara persahabatan sukar. Orang kelahiran mangsa "KASADASA" dapat mengikat tali persahabatan yang kokoh dengan orang yang kelahirannya jatuh pada Mangsa "KANEM" (10 November - 22 Desember), kemudian dapat juga bersahabat dengan baik dengan kelahiran Mangsa "KARO" (3 Agustus - 25 Agustus).
Dua zodiak itu adalah pilihan yang dapat dijadikan sahabat sejati, artinya sahabat kepercayaan segala rahasia, sampai rahasia pribadi. Begitu juga dapat cocok dengan sesama kelahiran mangsa "KASADASA", hanya kadang ada sedikit keretakan kalau kebetulan ada perbedaan pendapat, kadang saling ngotot. Tapi itupun hanya berlangsung selintas, kemudian akan baik kembali.
Dengan petunjuk tiga mangsa sebagai calon sahabat karib itu, bukan berarti menutup suatu kemungkinan untuk berkawan dengan mangsa lainnya. Namun hanya sekedar kawan dan rekan, karena dengan mereka ini sering banyak hal-hal yang bertentangan serta riskan sekali kalau untuk membicarakan atau mengelola suatu usaha patungan. Walaupun orang "Kasadasa" tidak senang bekerja secara patungan. Tetapi telah menjadi sifat orang Kasadasa senang bergaul, senang berkawan, bahkan senang berorganisasi. Tentu saja dalam pergaulan tidak mungkin untuk memilih-milih kelompok kelahiran atau mangsa, karena di dunia ini terdiri dari berbagai macam manusia dengan berbagai mangsa kelahirannya. Begitu juga saudara satu ayah, satu ibu, tidak mungkin terdiri dari "Kasadasa" semua.
Yang penting adalah memelihara ketentraman, memelihara kedamaian dan kenyamanan dalam pergaulan jangan ada kendala-kendala.
KEADAAN KESEHATAN
Orang "KASADASA" pada umumnya mempunyai kwalitas kesehatan yang baik. Sejak masa kanak-kanak, remaja, hingga masa tua. Tetapi ada beberapa penyakit ringan yang lazim, yaitu influenza dan gangguan pada pencernaannya. Khususnya bagi orang Kasadasa kelahiran hari "Senin", jaga benar-benar kesehatan perutnya.
Selain itu ada kemungkinan dapat sakit pada bagian syaraf tangan. Penyakit ini ada kecenderungan terkena bagi yang terlahir pada hari "Selasa". Tentu saja hal ini bisa dicegah dengan cara olah raga, istirahat secara teratur, dan menjaga pola & menu makanan.
Gangguan mata dapat juga mengancam orang Kasadasa kelahiran hari Rabu dan Jumat, karena mempunyai kelemahan pada mata dan ginjal. Pemeliharaannya adalah dengan olah raga, minum yang cukup, mengkonsumsi wortel dan minum madu.
Bagi orang Kasadasa kelahiran hari Kamis dan Sabtu, kelemahannya pada telinga dan hati. Pencegahannya adalah olah raga, istirahat yang cukup, dan jaga pola & menu makanan.
PEKERJAAN YANG COCOK
Pekerjaan bisa dikatakan cocok kalau sesuai dengan sifat dan bakat seseorang. Maka orang itu akan mengerjakannya dengan perasaan tenang dan gembira, hasil pekerjaannya pun sangat memuaskan.
Bagi orang Kasadasa pada dasarnya pekerjaan yang paling cocok adalah pekerjaan "wirasembada" tanpa campur tangan orang lain. Walaupun begitu, menurut ahli Kejawen dalam hal ini Astrologi Jawa membagi kelompok hari kelahiran orang Kasadasa menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:
1. Eka
Kelompok ini adalah kelahiran dari hari Minggu, Rabu dan Jumat. Orang Kasadasa kelompok pertama ini yang paling cocok adalah sebagai wiraswasta, mendirikan perusahaan yang ada hubungannya dengan pertanian, kemudian dapat juga sebagai wartawan.
2. Dwi
Kelompok ini adalah kelahiran hari Senin. Orang Kasadasa kelompok kedua ini mempunyai bakat dibidang pekerjaan yang baik adalah sebagai pemandu wisata. Tetapi dapat juga mendirikan usaha leveransir bahan bangunan, atau bekerja dibidang bangunan.
3. Tri
Kelompok ini adalah kelahiran hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Orang Kasadasa kelompok ketiga ini pekerjaan yang paling cocok baginya adalah sebagai pengarang. Selain itu dapat juga menjadi aktor/aktris baik teater maupun film. Juga dapat menjadi pelukis, sekretaris, mandor bangunan. Kalau pendidikan tinggi dapat memilih bidang kedokteran, Arsitektur, atau menjadi Dosen.
Tetapi yang harus selalu diingat oleh orang Kasadasa, bahwa dirinya tidak mau diperintah oleh siapa pun, kecuali orang tuanya dan orang yang dicintainya.
REJEKI & PENGHIDUPAN
Pada umumnya orang kelahiran mangsa "KASADASA" mempunyai tingkat alur perjalanan hidup yang baik, rejekinya cukup lumayan. Ditopang pula dengan berbagai kemampuannya mandiri, sehingga sejak masih remaja sudah dapat mencari uang. Walau begitu, Astrolog Kejawen membuat rumusan untuk membedakan satu dengan yang lain dalam kelompok kelahiran mangsa Kasadasa itu menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut:
1. Eka
Kelompok ini adalah kelahiran hari Minggu, Rabu dan Jumat. Orang Kasadasa dalam kelompok pertama ini adalah orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang paling baik. Tidak pernah kekurangan uang. Dia sangat pandai bergaul, sehingga banyak koneksi dan banyak yang mendukung dalam urusan apa saja. Segala yang diusahakannya selalu sukses dan mendatangkan keuntungan moral maupun uang. Hal tersebut berlanjut hingga hari tua, anak-anaknya sukses dalam pendidikan tinggi.
2. Dwi
Kelompok ini adalah kelahiran hari Senin. Orang Kasadasa kelompok kedua ini mengutamakan uluran tangan dan inspirasi orang kedua. Baik itu lingkungan keluarga, sahabat, dan masyarakat. Dengan dukungan merekalah semua usahanya akan berjalan. Walau pada umumnya orang Kasadasa jarang kekurangan uang, tetapi tanpa usaha yang keras, tidak akan berhasil meningkatkan tingkat sosialnya.
3. Tri
Kelompok ini adalah kelahiran hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Orang Kasadasa kelompok ketiga ini agak kurang baik keberuntungannya. Setiap langkah yang dikerjakan seringkali mengalami kegagalan, walaupun tidak berarti bangkrut sama sekali, tetapi selalu mengalami kesulitan. Namun karena orang "Kasadasa" mempunyai sifat tabah, ulet dan disiplin militer yang kuat, setelah umur mencapai 30 tahun khususnya bagi yang terlahir dengan weton Selasa Kliwon, Kamis Pon, dan Sabtu Paing, maka keadaan ekonominya akan meningkat baik sekali. Bahkan kalau ulet dan hemat akan mencapai keberhasilan di hari tuanya.
SAAT YANG TEPAT
Dalam perhitungan Astrologi Jawa, maka ada saat-saat ketika orang mengerjakan sesuatu berhasil dengan baik, tetapi ada hari-hari yang lain, bila untuk mengerjakan sesuatu mengalami kegagalan. Tentu saja hal itu menjadi kepastian setelah mengalami penelitian berkali-kali. Hasilnya merupakan kesimpulan parapsikolog.
Berdasarkan penelitian Horoskop Jawa maka saat terbaik untuk melakukan pekerjaan yang terpenting adalah pada tanggal 5 Desember, karena pada saat itu terjadi kulminasi. Lebih-lebih kalau pada saat tanggal tersebut jatuh pada hari Selasa, itu lebih baik lagi.
Setidaknya usahakan segala yang terpenting dilakukan pada tanggal 5 Desember, karena pada saat itu Resi Bisma sedang menurunkan pancaran saktinya dan limpahan Rahmat Ilahi. Dampaknya, terbukalah kiat kemudahan upaya apapun yang semula mengalami kesulitan.
Tanggal 5 Desember itu berjalan terus setiap tahunnya, artinya setiap tahun ada pemberkahan Agung. Hal ini khususnya bagi kelahiran mangsa "Kasadasa".
HOBI
Bagi orang kelahiran mangsa "Kasadasa" ada beberapa hobi, antara lain:
1. Melukis, baik natural maupun abstrak.
2. Musik, baik rock maupun pop.
3. Membaca, fiksi, non fiksi dan sastra.
4. Mengarang dan koresponden.
5. Seni pentas.
6. Panjat tebing.
JODOH
Orang kelahiran mangsa "KASADASA" sebenarnya dekat jodohnya, baik itu pria maupun wanita. tetapi pada umumnya akan menikah setelah umurnya lebih dari 29 tahun, hal itu terjadi karena dia merasa ikut bertanggung jawab terhadap masa depan adik-adiknya. Hari-harinya diperuntukkan memikirkan keluarga, membantu mencari uang sekolah, bahkan memikirkan masa depan adik-adiknya. Setelah semua tuntas, barulah dirinya sendiri dipikirkan.
Padahal orang Kasadasa bukanlah orang yang tidak mempunyai gairah seks. Baik laki-laki maupun wanita "Kasadasa" mempunyai gairah seks yang cukup tinggi. Termasuk hangat dalam permainan ranjang.
Bagi orang kelahiran mangsa "KASADASA" jodohnya adalah dengan kelahiran mangsa "KARO" (3 Agustus - 25 Agustus), kemudian dapat pula berjodoh dengan kelahiran mongso "KANEM" (10 November - 22 Desember), tetapi dengan orang "KASADASA"pun dapat pula cocok dan harmonis.
Tentu saja tidak menghilangkan suatu kemungkinan perkawinan dengan mangsa-mangsa yang lain. Kalau terjadi, menurut para ahli Astrologi Jawa, akan mendatangkan ketidak harmonisan, sering ribut, tidak saling terbuka, saling mencurigai. Walhasil akan terjadi perceraian atau pisah ranjang. Sedapat mungkin harus dihindari bentuk perkawinan tersebut.
BATU PERMATA YANG COCOK
Ada beberapa batu permata atau batu Aji yang cocok bagi orang kelahiran mangsa "KASADASA", adalah sebagai berikut:
1. Amathyst = Kecubung Asihan
Batu permata ini mempunyai sinar ungu kemilau, baik sekali bagi orang Kasadasa yang mempunyai sifat ingin memimpin, agar pengaruhnya disayang atau dicintai orang lain. Selain itu mempunyai khasiat pula untuk mencegah mabuk minuman keras, menolak bahaya racun, dan mencegah sakit jantung.
2. Aquamarin = Sinar laut hijau
Batu permata ini baik sekali kilauannya seperti kemilaunya laut Arafuru, indah dan mengesankan rasa damai serta anggun. Selain keindahan sinarnya, mempunyai khasiat mencegah penyakit liver, penyakit pencernaan, dan penyakit lemah badan.
3. Intan = Diamond
Intan dinamakan juga batu mulia karena mempunyai kekerasan dan harga yang lebih tinggi daripada batu permata lainnya. Diamond yang asli mempunyai harga standar yang cukup tinggi, biasa dipakai oleh orang-orang kaya, bangsawan, raja, atau orang-orang terkemuka. Kilauannya sangat indah, dapat memancarkan sinar yang beraneka warna. Khasiatnya menolak segala ilmu hitam dan menentramkan pikiran.
4. Badar Besi = Heliotrope
Badar besi batunya hitam dan kalau didekatkan magnet dapat melekat. Biasanya yang memakai batu ini adalah kaum pria, untuk permata cincin. Pemakainya akan tampak jantan. Kalau dipandang dari segi khasiat, maka batu ini mempunyai pengaruh meningkatkan keberanian, terhindar dari dihinaan orang, dan meningkatkan kewibawaan.
WARNA YANG IDEAL
Ada beberapa jenis warna yang cocok bagi kelahiran Kasadasa, yaitu Merah Tua dan Kuning. Dua jenis warna itu adalah warna ideal yang dapat dipakai untuk busana maupun interior dalam rumah atau pada karpet lantai.
BUNGA
Bunga yang cocok dan membangkitkan gairah hidup bagi orang Kasadasa adalah bunga Mawar Merah, Gradiol Merah Tua, dan lilly Kuning. Demikianlah bunga-bunga itu bagi orang Kasadasa akan mendatangkan pengaruh mistik dan dampaknya akan menunjang daya kehidupannya.
Bila perjalanan Wuku Kuruwelut memasuki orbit mangsa "Kasadasa", maka terjadilah perubahan dari ketentuan asli Wuku tersebut. Hal itu besar sekali artinya bagi kehidupan dan penghidupan seseorang, maupun perisUwa-peristiwa Alam Semesta.
Pengaruh Wuku Kuruwelut. Dewa: Batara Wisnu. Candra: Tirta wening. Seseorang yang terlahir dalam Wuku tersebut sifatnya Waspada dan jujur. Penghidupannya kaya dan tidak diganggu penjahat. Kemudian akan terjadilah perubahan-perubahan pengaruh kosmis, akibat cahaya zodiak yang disebut F-korona mempunyai pengaruh kuat sekali terhadap A1am Semesta dan kehidupan.
WASESA SEGARA: Berbudi luhur, pemaaf, berlapang dada dan mempunyai kewibawaan. Teliti dan berhati-hati dalam memutuskan segala sesuatu. Bicara terbuka dan jujur, keras dan disiplin, tetapi mempunyai tenggang rasa. Bila dia marah, sukar untuk diredakan. Segala langkah dan perbutannya sangat berhati-hati, tetapi mempunyai pandangan hidup yang luas. Maka tidak mengherankan kalau sukses dalam spekulasi perdagangan, pelayaran, karena besar rejekinya.
Me: ARIES
ARIES, Mar 21 – Apr 19
Aries is the first Sign of the Zodiac. It represents birth and the first realization of Self. Additionally, because it represents the beginning of the Astrological year, people born under this Sign like to get things started. They tend to display strong leadership, and their extroverted and assertive natures let them lead off the new cycle eagerly. They are the pioneers of the Zodiac, tramping courageously into the wilderness. Aries is the Sign of new beginnings. They are dynamic and active, as befits the beginning of the Astrological cycle. As the first Sign, Aries also rules the first House: the House of Self, also known as the House of Personality.
Symbol: the Ram
Like the popular conception of the Ram, Aries people are able to accomplish many things by sheer energy and force of will: “ramming” their way to their goals. In this way, Aries exemplifies the Cardinal Quality assigned to it. Arians can be blunt, and they are bold and strong. Within the Zodiac, Aries is opposite Libra, the Scales of Balance, so Aries tend to be about self and ego rather than the balance between people. They are self-contained, and sometimes selfish, but they are not loners.
Ruled by: the Planet Mars
In ancient Roman mythology, Mars (and his Greek equivalent, Ares) was the God of War. He was bold, aggressive, energetic, and courageous. On the negative side, he was impulsive and compulsive, quick-tempered, and he could give in to anger and a will for destruction. Mars rules both Aries and Scorpio; Aries is the masculine (day) aspect of Mars and Scorpio is the feminine (night). Both Signs are associated with war: Aries is on the front lines and Scorpio is the strategist. Mars was active and high-spirited, full of physical energy and vitality; and the Aries-born reflect his leadership and initiative. They are strongly independent and determined, and have the physical stamina to stay their course. They tend to be very competitive, and may sometimes seem arrogant, domineering, or intolerant. But all these qualities make Aries the natural choice to initiate projects and get things started. They are adept at “taking the ball and running with it,” and projects tend to progress quickly under their guidance. But a well-run project may become boring for Aries, and they can lack follow-through and lose interest before it’s completed. Many successful Aries learn to discipline themselves to see their projects through to completion.
The Element associated with Aries is Fire
Fire Signs are physical: they tend to respond to the world through action, rather than practicality, intellect, or emotion. When presented with a new project or idea, their innate enthusiasm and need for challenge cause them to jump in right away, leading the way. One of their great skills is reaching beyond normal limitations. Occasionally their tendency for haste and hurry can get them into trouble if they don’t think things through carefully, and this can lead to frustration. At times, people can think they are brash, rude, and inconsiderate. But Aries is only doing what the Ram’s nature tells them to do. As soon as they discover a new project, all else is forgotten!
Arians tend to want what they want and when they want it. Aries need to accept that this isn’t always possible, and stop butting their heads, Ramlike, into the nearest wall. This is a valuable lesson that enables them to develop their understanding of themselves. But because of the ego that can manifest itself in Aries, some Rams may feel that they are the center of the universe. Aries who wish to develop themselves learn that they are part of the larger order of all people.
In their leisure time, Aries tend to play as hard as they work at the office. They greatly enjoy athletics, as sports give them a positive and healthy outlet for some of their natural aggression. They appreciate both individual challenge, especially aerobics, as well as the group challenge of football and soccer. Working out some of their great physical energy on the playing field helps them focus better once they return to the office. In love relationships, Aries is playful and romantic. Aries rules the head, face, and brain. People born under Aries may be more susceptible to headaches and nosebleeds than people of other Signs. Red is the color of Mars and is often associated with physical action and war, so it is natural color for Aries.
The great strength of the Aries-born is in their energy, initiative, and courage. Their ability to take a project and go with it is unparalleled. The fire they bring to their lives makes them one of the most dynamic characters of the Zodiac.
Source: http://www.ncbuy.com/entertainment/astrology/aries-about.html
Aries is the first Sign of the Zodiac. It represents birth and the first realization of Self. Additionally, because it represents the beginning of the Astrological year, people born under this Sign like to get things started. They tend to display strong leadership, and their extroverted and assertive natures let them lead off the new cycle eagerly. They are the pioneers of the Zodiac, tramping courageously into the wilderness. Aries is the Sign of new beginnings. They are dynamic and active, as befits the beginning of the Astrological cycle. As the first Sign, Aries also rules the first House: the House of Self, also known as the House of Personality.
Symbol: the Ram
Like the popular conception of the Ram, Aries people are able to accomplish many things by sheer energy and force of will: “ramming” their way to their goals. In this way, Aries exemplifies the Cardinal Quality assigned to it. Arians can be blunt, and they are bold and strong. Within the Zodiac, Aries is opposite Libra, the Scales of Balance, so Aries tend to be about self and ego rather than the balance between people. They are self-contained, and sometimes selfish, but they are not loners.
Ruled by: the Planet Mars
In ancient Roman mythology, Mars (and his Greek equivalent, Ares) was the God of War. He was bold, aggressive, energetic, and courageous. On the negative side, he was impulsive and compulsive, quick-tempered, and he could give in to anger and a will for destruction. Mars rules both Aries and Scorpio; Aries is the masculine (day) aspect of Mars and Scorpio is the feminine (night). Both Signs are associated with war: Aries is on the front lines and Scorpio is the strategist. Mars was active and high-spirited, full of physical energy and vitality; and the Aries-born reflect his leadership and initiative. They are strongly independent and determined, and have the physical stamina to stay their course. They tend to be very competitive, and may sometimes seem arrogant, domineering, or intolerant. But all these qualities make Aries the natural choice to initiate projects and get things started. They are adept at “taking the ball and running with it,” and projects tend to progress quickly under their guidance. But a well-run project may become boring for Aries, and they can lack follow-through and lose interest before it’s completed. Many successful Aries learn to discipline themselves to see their projects through to completion.
The Element associated with Aries is Fire
Fire Signs are physical: they tend to respond to the world through action, rather than practicality, intellect, or emotion. When presented with a new project or idea, their innate enthusiasm and need for challenge cause them to jump in right away, leading the way. One of their great skills is reaching beyond normal limitations. Occasionally their tendency for haste and hurry can get them into trouble if they don’t think things through carefully, and this can lead to frustration. At times, people can think they are brash, rude, and inconsiderate. But Aries is only doing what the Ram’s nature tells them to do. As soon as they discover a new project, all else is forgotten!
Arians tend to want what they want and when they want it. Aries need to accept that this isn’t always possible, and stop butting their heads, Ramlike, into the nearest wall. This is a valuable lesson that enables them to develop their understanding of themselves. But because of the ego that can manifest itself in Aries, some Rams may feel that they are the center of the universe. Aries who wish to develop themselves learn that they are part of the larger order of all people.
In their leisure time, Aries tend to play as hard as they work at the office. They greatly enjoy athletics, as sports give them a positive and healthy outlet for some of their natural aggression. They appreciate both individual challenge, especially aerobics, as well as the group challenge of football and soccer. Working out some of their great physical energy on the playing field helps them focus better once they return to the office. In love relationships, Aries is playful and romantic. Aries rules the head, face, and brain. People born under Aries may be more susceptible to headaches and nosebleeds than people of other Signs. Red is the color of Mars and is often associated with physical action and war, so it is natural color for Aries.
The great strength of the Aries-born is in their energy, initiative, and courage. Their ability to take a project and go with it is unparalleled. The fire they bring to their lives makes them one of the most dynamic characters of the Zodiac.
Source: http://www.ncbuy.com/entertainment/astrology/aries-about.html
Tuesday, May 24, 2011
Kau... Mencuri Hatiku!
Hmm, aku tak sedang menggombal! Tapi sekitar tiga hari ini mengalir begitu saja romantisme unik ala saya.
Awalnya ketika Sabtu kemarin, libur tak melakukan apa-apa, tiba2 agak siangan teringat; biasanya kami makan siang bersama. Jam 1 lebih dikit aku menyambangi kantornya dan lunch gak jauh-jauh. Berawal dari situ timbul ide pasang status di FB yang pasti akan ia baca. Ya, saya memang merindukan masa-masa itu! Eh tanpa dinyana ia memasang status entah disengaja atau kebetulan, tapi aku yakin betul itu disengaja, kami berbalas status hahaha kalo ia baca ini dan bilang ihh GR amat, maka aku akan menjawab: Biarin!!! Hahaha
Kedua adalah kejadian kemarin. Katanya ia terjatuh di tangga, lumayan keras dan terduduk. Ide unik itu muncul lagi; pasang status dengan menambahi singing Kuyakin Cinta Dcinnamons. Tak berbalas status memang, tapi aku juga merasa mungkin konyol but it's unique hehe.
Ketiga adalah pagi ini. Kudengar derap kaki turun. Itu pasti dia! Aku sedang bikin kopi di dapur dan ia memanggilku dengan sapaan "khas" dan senyuman. Garis bibirku terbentang, pun benakku tertegun. Dan si unik itu menggema di otak kembali. Memasang status untuknya, lagi. Ya, pagi ini memang ia tak terjatuh dari tangga, bahkan ia menyapa dan menyungging senyuman, tapi aku malah heran; sehari cuek, sehari manis, sebenarnya mau dia kayak gimana? Dan kuselipkan lagu Karena Kucinta Kau - BCL. Yang kemudian di komen orang2 yang tau ceritaku dengannya.
Mungkin boleh dikata aku gila ya? Karena rentang waktu yang terbelah untuk kita mengenal bukan sebulan dua bulan, oleh karenanya aku menggarisbawahi pada teman sebelah kamar yang mungkin bertanya-tanya "kok bisa sih?" dan preseden buruk "apa bukan karena temennya mbak itu kah?", No, it is not just simple crush, but it's long process until I admit that it become a feeling inside. We know and share each other. Aku sadari betul meski kata cerminan rasa itu tak terucap lewat bibir, namun itu terbingkai di perilaku dan itu memang tak perlu terucap, karena kalau akan diungkap akan banyak juga rentetan dampak dan konsekuensi yang harus dipikirkan di belakang. Saya dan -sebodoh2nya/sepura2nya- dia pasti tau dan merasakan hal tsb, sebab jika tidak, berarti ia bodoh beneran, LOL!
Sesuai ucap seorang teman, ia sedang masa denial ato paling tidak kelabilan meski usianya tidak bisa dibilang ABG lagi. Pada intinya, semua dikembalikan ke pemilik pikiran, pemilik hati dan pemilik tingkah laku karena ia punya otoritas penuh untuk itu, TAPI kalau otoritas penuhnya menyangkut hubungannya dengan orang lain maka orang lain pun punya otoritas penuh yang sama. Singkat kata, apa yang kau tabur itu yang kau tuai! Sikapmu pada orang lain, maka sikap itu juga yang akan kau terima dari orang lain. So, watch out your behaviour! Sometimes perhaps we need for being selfish, but not everytime, especially when u get connected to other people! Kalo mau terus semena-mena, idup di utan aja ama macan, ok!
Awalnya ketika Sabtu kemarin, libur tak melakukan apa-apa, tiba2 agak siangan teringat; biasanya kami makan siang bersama. Jam 1 lebih dikit aku menyambangi kantornya dan lunch gak jauh-jauh. Berawal dari situ timbul ide pasang status di FB yang pasti akan ia baca. Ya, saya memang merindukan masa-masa itu! Eh tanpa dinyana ia memasang status entah disengaja atau kebetulan, tapi aku yakin betul itu disengaja, kami berbalas status hahaha kalo ia baca ini dan bilang ihh GR amat, maka aku akan menjawab: Biarin!!! Hahaha
Kedua adalah kejadian kemarin. Katanya ia terjatuh di tangga, lumayan keras dan terduduk. Ide unik itu muncul lagi; pasang status dengan menambahi singing Kuyakin Cinta Dcinnamons. Tak berbalas status memang, tapi aku juga merasa mungkin konyol but it's unique hehe.
Ketiga adalah pagi ini. Kudengar derap kaki turun. Itu pasti dia! Aku sedang bikin kopi di dapur dan ia memanggilku dengan sapaan "khas" dan senyuman. Garis bibirku terbentang, pun benakku tertegun. Dan si unik itu menggema di otak kembali. Memasang status untuknya, lagi. Ya, pagi ini memang ia tak terjatuh dari tangga, bahkan ia menyapa dan menyungging senyuman, tapi aku malah heran; sehari cuek, sehari manis, sebenarnya mau dia kayak gimana? Dan kuselipkan lagu Karena Kucinta Kau - BCL. Yang kemudian di komen orang2 yang tau ceritaku dengannya.
Mungkin boleh dikata aku gila ya? Karena rentang waktu yang terbelah untuk kita mengenal bukan sebulan dua bulan, oleh karenanya aku menggarisbawahi pada teman sebelah kamar yang mungkin bertanya-tanya "kok bisa sih?" dan preseden buruk "apa bukan karena temennya mbak itu kah?", No, it is not just simple crush, but it's long process until I admit that it become a feeling inside. We know and share each other. Aku sadari betul meski kata cerminan rasa itu tak terucap lewat bibir, namun itu terbingkai di perilaku dan itu memang tak perlu terucap, karena kalau akan diungkap akan banyak juga rentetan dampak dan konsekuensi yang harus dipikirkan di belakang. Saya dan -sebodoh2nya/sepura2nya- dia pasti tau dan merasakan hal tsb, sebab jika tidak, berarti ia bodoh beneran, LOL!
Sesuai ucap seorang teman, ia sedang masa denial ato paling tidak kelabilan meski usianya tidak bisa dibilang ABG lagi. Pada intinya, semua dikembalikan ke pemilik pikiran, pemilik hati dan pemilik tingkah laku karena ia punya otoritas penuh untuk itu, TAPI kalau otoritas penuhnya menyangkut hubungannya dengan orang lain maka orang lain pun punya otoritas penuh yang sama. Singkat kata, apa yang kau tabur itu yang kau tuai! Sikapmu pada orang lain, maka sikap itu juga yang akan kau terima dari orang lain. So, watch out your behaviour! Sometimes perhaps we need for being selfish, but not everytime, especially when u get connected to other people! Kalo mau terus semena-mena, idup di utan aja ama macan, ok!
Sunday, May 22, 2011
I'ts Over! Sudah Tak Mau Ambil Pusing!!!
Kukira dengan obrolan semalam menuntaskan perang dingin, eh aku salah kira, dia tak berubah sikap, malah lebih ekstrim dingin. Hmm, aku sudah sampai di ambang batas kesabaran...
It's over! I yell it! Aku sudah tak mau ambil pusing, mau dia gak nyapa, berkelakuan aneh dan bersikap sesuka dia, bagiku sudah tak penting! Ya, aku tak ingin tiap hari tersulut untuk suatu hal yang sepele tapi merembet kemana-mana.
Kini bukan hanya perempuan itu yang acuh, "gank"nya juga ikut-ikutan membisu. Ya, positip thinkingnya mungkin mereka tengah ada masalah. Namun yang lebih keliatan adalah perubahan sikap dan pergerakan mata yang aneh, lain daripada biasanya. Mending kalo bisa nutupin, lha ini kentara banget. Orang-orang aneh!
"Salah siapa mengaku pada orang-orang kayak mereka! Ya trima akibatnya, mending diam aja!" ujar seorang teman dibawah sesuai perilakunya yang under closet selama ini.
Hmm, aku bukan membanggakan diri di depan mereka, hanya kasian saja orang-orang tsb belum bisa open minded, karena bagiku aku tak hidup dari mereka, this is my life, jika tak bisa menerima ya sudah saya hargai pilihan anda untuk mendiamkan saya!
Kalau kemudian mereka menggelar lapak untuk jualan moralitas bermerk HOMOPHOBIA maka itu adalah pilihan mereka sama ketika saya juga memilih homoseksual sebagai orientasi seksual.
Sebenarnya konflik saya dengan perempuan diatas bukan tentang pilihan orientasi seksualku karena ia tahu pasti siapa aku jauh sejak aku belum mengaku beberapa waktu lalu dan sikapnya padaku tak pernah berubah. Ia tetap karib, share masalahnya, berbagi makan pagi, menemaninya keluar, curi2 waktu lunch bersama. Kupikir orientasi seksualku bukan masalahnya, aku hanya tertarik kenapa ia sebegitu berubah sikap dengan alasan diluar nalar. But, it doesn't important anymore. I thought u the same like the other moralist, count everybody else sin, like they are the angels and I'm the devil. Come on, wake up your mind!!
It's over! I yell it! Aku sudah tak mau ambil pusing, mau dia gak nyapa, berkelakuan aneh dan bersikap sesuka dia, bagiku sudah tak penting! Ya, aku tak ingin tiap hari tersulut untuk suatu hal yang sepele tapi merembet kemana-mana.
Kini bukan hanya perempuan itu yang acuh, "gank"nya juga ikut-ikutan membisu. Ya, positip thinkingnya mungkin mereka tengah ada masalah. Namun yang lebih keliatan adalah perubahan sikap dan pergerakan mata yang aneh, lain daripada biasanya. Mending kalo bisa nutupin, lha ini kentara banget. Orang-orang aneh!
"Salah siapa mengaku pada orang-orang kayak mereka! Ya trima akibatnya, mending diam aja!" ujar seorang teman dibawah sesuai perilakunya yang under closet selama ini.
Hmm, aku bukan membanggakan diri di depan mereka, hanya kasian saja orang-orang tsb belum bisa open minded, karena bagiku aku tak hidup dari mereka, this is my life, jika tak bisa menerima ya sudah saya hargai pilihan anda untuk mendiamkan saya!
Kalau kemudian mereka menggelar lapak untuk jualan moralitas bermerk HOMOPHOBIA maka itu adalah pilihan mereka sama ketika saya juga memilih homoseksual sebagai orientasi seksual.
Sebenarnya konflik saya dengan perempuan diatas bukan tentang pilihan orientasi seksualku karena ia tahu pasti siapa aku jauh sejak aku belum mengaku beberapa waktu lalu dan sikapnya padaku tak pernah berubah. Ia tetap karib, share masalahnya, berbagi makan pagi, menemaninya keluar, curi2 waktu lunch bersama. Kupikir orientasi seksualku bukan masalahnya, aku hanya tertarik kenapa ia sebegitu berubah sikap dengan alasan diluar nalar. But, it doesn't important anymore. I thought u the same like the other moralist, count everybody else sin, like they are the angels and I'm the devil. Come on, wake up your mind!!
Wednesday, May 18, 2011
RUJUK LAGI
Persoalan satu sudah terurai, menyisakan satu persoalan lagi. Gak tau apa namanya, seperti efek rumah kaca, satu masalah menyebabkan masalah lain.
Ya, masalahku dengan perempuan satu ini hanya jeda sehari dengan perempuan temannya itu. Aku merasa ia berubah sikap, cuek, tapi hanya kepadaku. Pada yang lain ia masih bisa tertawa. Tak mau berlarut, aku menemuinya. Daripada berasumsi, mending klarifikasi. Tapi yang kudapat waktu itu hanya tetes airmata tanpa kata. Jeda berapa hari, mungkin hatinya sudah tenang, ia mulai menyapa, aku yang gantian berang! Bagaimana mungkin setelah bermuka masam padaku, ia dapat berganti riang tanpa seucap maaf atau penjelasan? Aku balas menanggapinya dingin. Bagiku ini bukan sekali dua kali ia begini, ia harus belajar menghargai orang lain dan tidak berbuat seenak udelnya.
Beberapa hari berlalu, beberapa teman menyarankan untuk menyudahi perang dingin ini. Katanya, ia takut denganku yang mungkin masih marah padanya. Ya sudahlah, aku pikir masak karena nila setitik rusak susu sebelanga. Aku mengingat masa-masa manis itu dan meng-smsnya. Mengajaknya untuk bicara dari hati ke hati. Lama, tak ada jawaban! Bajingan, harga diriku mulai terusik! Aku anggap itu terakhir kali aku merendahkan diriku setelah malam itu aku menyingkirkan gengsi untuk menanyakan apa sebab ia tiba2 berubah sikap. Habis maghrib aku mendapat jawaban sms yang justru membuatku naik pitam. Ia mau bicara asal ditemani tetangga kamarnya, apa-apaan ini! Emosiku meninggi! Bagaimana bisa persoalan internal ia bawa2 orang lain. Ia mungkin berasumsi kalau malam itu aku mengajak tetangga kamarku untuk menemaniku berbicara dengannya menjelaskan detil perasaanku pada temannya, kenapa ia juga tak boleh sekarang bawa teman. Hmm, pemikiran apa-apaan itu! Ia menyamakan kondisi untuk masalah yang tak sama! Aku jengah! Emosi yang kian meradang! Pun sikapnya yang makin aneh2 saja, diluar habit!
Tapi jujur aku marah padanya bukan karena benci, "bermusuhan" dengannya sungguh mengganggu pikiranku, bukan hanya hati tapi juga pekerjaan gak konsen. Melewati hari yang melambat dengan alur pikiran dan tujuan nggak jelas. Aku cuma pengen masalah ini nggak berlarut2!
Hingga setelah maghrib smsnya mampir.
"Masih mau bicara gak?"
"Ya, tapi tanpa bodyguard2-an!"
"OK. Bicara berdua saja di bawah tangga."
Selang berapa detik panggilan "khas"nya padaku terdengar. Kami duduk berhadapan. Ia agak salting kukira, memotong2 bunga kering di vas diatas meja.
"Ngapain e kamu?"
"Gak papa, aku suka motong2in!"
Well okay. Setidaknya meski agak kaku, tapi masing2 sudah saling senyum. Kebiasaan burukku dari dulu adalah semarah2nya aku tapi kalo dah berhadapan muka, pasti ilang semua dan senyum2 kayak ga ada masalah.
"Kamu mau bicara apa?"
Aku sebenarnya ingin membalik pertanyaan karena seharusnya dia lah yang menjelaskan perilaku anehnya. Aku tak memerlukan ia bercerita masalah pribadinya, hanya kenapa ia tiba2 cuek.
"Aku gedeg banget liat mukamu!"
Alisku mengernyit. "Alasannya?"
"Aku gak tau, pokoknya gedeg banget!" Ia lalu beralasan bahwa gedegnya sama kayak waktu ia gedeg ama tetangga kamarnya dulu.
"Alasan apa itu? Ga bisa gitu dunk! Alasan ga bisa di excuse!"
"Ya, kamu kan minta alasan, ya itu alasanku!"
Sudahlah, percuma dilanjutkan. Aku tetap pada tujuanku malam ini, mengakhiri perang dingin, meski alasannya tak bisa diterima akal sehatku!
"Aku juga takut mukamu yang nyeremin..."
"Nyeremin gimana?" Alisku mulai naik.
"Nah kayak gitu itu, mukamu jelek banget kalo gitu, gila serem banget tuh anak disapa dan ditanyain mukanya jawabnya kayak gitu!"
"Jadi kamu takut dengan mukaku?"
"Iya."
Meski alasannya untuk kedua kali juga tak bisa di excuse ya sudahlah yang penting masalah beres. Obrolan berikutnya sudah mulai cair. Bercerita tentang temannya yang bawa cowok yang ternyata bukan pacarnya tapi mantan pacarnya. Makin ngikik saja aku! Perbincangan kami tak lama karena terpotong kedatangan teman yang langsung nangkring. Ia berjanji melanjutkan obrolan seusai ia makan. Janji yang kemudian teringkari...
Ya, tak apalah, at least we already talk and everything come back to the way it path. Sedikit tersenyum masalah sudah terungkap...
Ya, masalahku dengan perempuan satu ini hanya jeda sehari dengan perempuan temannya itu. Aku merasa ia berubah sikap, cuek, tapi hanya kepadaku. Pada yang lain ia masih bisa tertawa. Tak mau berlarut, aku menemuinya. Daripada berasumsi, mending klarifikasi. Tapi yang kudapat waktu itu hanya tetes airmata tanpa kata. Jeda berapa hari, mungkin hatinya sudah tenang, ia mulai menyapa, aku yang gantian berang! Bagaimana mungkin setelah bermuka masam padaku, ia dapat berganti riang tanpa seucap maaf atau penjelasan? Aku balas menanggapinya dingin. Bagiku ini bukan sekali dua kali ia begini, ia harus belajar menghargai orang lain dan tidak berbuat seenak udelnya.
Beberapa hari berlalu, beberapa teman menyarankan untuk menyudahi perang dingin ini. Katanya, ia takut denganku yang mungkin masih marah padanya. Ya sudahlah, aku pikir masak karena nila setitik rusak susu sebelanga. Aku mengingat masa-masa manis itu dan meng-smsnya. Mengajaknya untuk bicara dari hati ke hati. Lama, tak ada jawaban! Bajingan, harga diriku mulai terusik! Aku anggap itu terakhir kali aku merendahkan diriku setelah malam itu aku menyingkirkan gengsi untuk menanyakan apa sebab ia tiba2 berubah sikap. Habis maghrib aku mendapat jawaban sms yang justru membuatku naik pitam. Ia mau bicara asal ditemani tetangga kamarnya, apa-apaan ini! Emosiku meninggi! Bagaimana bisa persoalan internal ia bawa2 orang lain. Ia mungkin berasumsi kalau malam itu aku mengajak tetangga kamarku untuk menemaniku berbicara dengannya menjelaskan detil perasaanku pada temannya, kenapa ia juga tak boleh sekarang bawa teman. Hmm, pemikiran apa-apaan itu! Ia menyamakan kondisi untuk masalah yang tak sama! Aku jengah! Emosi yang kian meradang! Pun sikapnya yang makin aneh2 saja, diluar habit!
Tapi jujur aku marah padanya bukan karena benci, "bermusuhan" dengannya sungguh mengganggu pikiranku, bukan hanya hati tapi juga pekerjaan gak konsen. Melewati hari yang melambat dengan alur pikiran dan tujuan nggak jelas. Aku cuma pengen masalah ini nggak berlarut2!
Hingga setelah maghrib smsnya mampir.
"Masih mau bicara gak?"
"Ya, tapi tanpa bodyguard2-an!"
"OK. Bicara berdua saja di bawah tangga."
Selang berapa detik panggilan "khas"nya padaku terdengar. Kami duduk berhadapan. Ia agak salting kukira, memotong2 bunga kering di vas diatas meja.
"Ngapain e kamu?"
"Gak papa, aku suka motong2in!"
Well okay. Setidaknya meski agak kaku, tapi masing2 sudah saling senyum. Kebiasaan burukku dari dulu adalah semarah2nya aku tapi kalo dah berhadapan muka, pasti ilang semua dan senyum2 kayak ga ada masalah.
"Kamu mau bicara apa?"
Aku sebenarnya ingin membalik pertanyaan karena seharusnya dia lah yang menjelaskan perilaku anehnya. Aku tak memerlukan ia bercerita masalah pribadinya, hanya kenapa ia tiba2 cuek.
"Aku gedeg banget liat mukamu!"
Alisku mengernyit. "Alasannya?"
"Aku gak tau, pokoknya gedeg banget!" Ia lalu beralasan bahwa gedegnya sama kayak waktu ia gedeg ama tetangga kamarnya dulu.
"Alasan apa itu? Ga bisa gitu dunk! Alasan ga bisa di excuse!"
"Ya, kamu kan minta alasan, ya itu alasanku!"
Sudahlah, percuma dilanjutkan. Aku tetap pada tujuanku malam ini, mengakhiri perang dingin, meski alasannya tak bisa diterima akal sehatku!
"Aku juga takut mukamu yang nyeremin..."
"Nyeremin gimana?" Alisku mulai naik.
"Nah kayak gitu itu, mukamu jelek banget kalo gitu, gila serem banget tuh anak disapa dan ditanyain mukanya jawabnya kayak gitu!"
"Jadi kamu takut dengan mukaku?"
"Iya."
Meski alasannya untuk kedua kali juga tak bisa di excuse ya sudahlah yang penting masalah beres. Obrolan berikutnya sudah mulai cair. Bercerita tentang temannya yang bawa cowok yang ternyata bukan pacarnya tapi mantan pacarnya. Makin ngikik saja aku! Perbincangan kami tak lama karena terpotong kedatangan teman yang langsung nangkring. Ia berjanji melanjutkan obrolan seusai ia makan. Janji yang kemudian teringkari...
Ya, tak apalah, at least we already talk and everything come back to the way it path. Sedikit tersenyum masalah sudah terungkap...
Tuesday, May 17, 2011
Ternyata Kau Lebih Konyol!
Akhir libur panjang kali ini rencananya akan dihabiskan ke pantai. Sejak kemarin aku meng-sms cah cilik yang kian akrab dalam pesan pendek dan dia bersedia ikut, pun seorang perempuan lagi yang mulai karib denganku. Tinggal satu orang lagi, inti dari rencana perjalanan ini, tapi ia kemudian menolak. Dan meluruhkan keseluruhan rencana ini pada akhirnya!
Namun tak jadi ke pantai bukan berarti tak ada cerita. Sepagian dan sesiangan aku terlibat pesan pendek dengan perempuan yang menemaniku nonton teater malming lalu. Bercerita aktivitas dan pekerjaan. Kemudian tercetus untuk tilik bayi teman kantor yang juga CS nya nanti sore.
Pun pagi harinya ada kejadian yang sungguh bikin aku campur aduk, antara marah, ketawa dan jengkel. Perempuan yang sedang "berseteru" denganku berulah! Tak biasanya ia memasak pakai acara dibarengi sang bodyguard. Sontak aku kian meninggi, kemarin ia menolak bicara empat mata malah ngajak enam mata ama si bodyguard ini yang lantas kutepis habis. Siapa yang tak jengkel, menyelesaikan persoalan internal kok malah melibatkan pihak lain, yang bukan malah mempercerah tapi memperkeruh! Aku sebenarnya bisa memahami posisi si bodyguard ini, tapi kalau ia bisa lebih bijak tentu ia akan menyarankan yang lebih netral tanpa keberpihakan.
Lain lagi tingkah perempuan satunya. Perempuan yang kutaksir itu tiba2 sms: "Nanti jam setengah 8 aku ke kostmu, kamu ada di kost kan?". Aku hanya jawab singkat: "Kayaknya ada!". Bukan apa-apa, karena sorenya aku ada rencana tilik bayi dan juga nyamperin rumah temen. Tapi aku juga penasaran ada apa mendadak perempuan itu ingin segera menyelesaikan masalah?
Sorenya, temanku jadi ke kost hendak tilik bayi. Kelucuan kembali terulang ketika untuk kedua kali dalam sehari perempuan konflik itu masak ditemani sang bodyguard. Aku sudah benar2 tak habis fikir!
Sang waktu berjalan cepat. Ditambah obrolan ideologi, pekerjaan, cerita masa muda dll, aku dan temanku terdampar di warung Pem-Pek yang kalo gak karena dia aku gak bakal makan disana. Mahal bo! Lagian rasanya juga agak mirip yang murahan pinggir jalan. Jam setengah delapan kurang dikit, aku meminta beranjak dari sana. Tapi si perempuan yang hendak menyelesaikan masalah denganku belum juga datang padahal ia sudah telat hampir seperempat jam. Aku tidak suka jam karet! Baru hendak ku sms, temanku melarang:
"Jangan sms, kalo ia pikir nyelesein masalah denganmu adalah hal penting baginya, maka ia yang akan sms! Kalo dia tidak sms, maka itu tidak dianggapnya penting. Jadi ngapain kamu yang memulai?"
Benar juga! Aku suka cara berpikir perempuan ini, liberal tapi berperasaan.
Tak berselang lama, perempuan itu sms: "Ntar lagi aku nyampe kostmu!"
Temanku beranjak pulang. Ketika aku mengantar ke depan, kami berpapasan dengan perempuan yang ingin bicara denganku itu. Dan tebak ia bersama siapa? Seorang laki-laki. Aku ngikik abis. Apa maksudnya coba?
Perempuan itu kemudian sms. "Jadi ngobrol gak, kok disapa diam aja!". Haha aku memang hanya menyungging senyum ketika berpapasan tadi karena kupikir ia akan menemui temannya di kost baru kemudian akan bicara denganku. Makanya ketika bertemu muka tadi aku hanya senyum dan nganter temanku sampai ujung gang.
Pertemuan yang menggelikan. Setidaknya aku menganggapnya demikian. Perempuan itu kalo boleh dibilang salting. Kami bercakap, ya penegasan sesuai yang memang ingin kuutarakan, bahwa perasaanku kini tak lagi penting karena lebih penting pertemanan. Aku meminta maaf karena telah membuat ia tak nyaman dengan perdebatan seksualitas tempo hari. Kami saling meminta maaf dan bagiku clear sudah persoalan kami.
Aku lalu jujur bilang bahwa tingkahnya pake bawa cowok itu sangat menggelikanku. "Lalu kau pikir dengan begitu aku akan cemburu?". Nggak ngaru sama sekali kalee..
Yang penting urusanku dengannya sudah selesai. Aku gak akan ambil pusing besok-besok ia akan cuek, acuh atau tak menyapa. Bagiku ketika unek2ku telah tersampaikan langsung, apa yang terjadi setelahnya adalah urusannya, bukan urusanku lagi.
Pelajaran darinya adalah aku akan lebih berhati-hati "mencekoki" hetero dengan ideologi yang mungkin belum pernah dijamah oleh pikirannya. Yup, and thanks 4 making me one step forward on my heart journey, being brave to say what's on my heart, not to much thinking the effect, just DO IT then forget the result!
Namun tak jadi ke pantai bukan berarti tak ada cerita. Sepagian dan sesiangan aku terlibat pesan pendek dengan perempuan yang menemaniku nonton teater malming lalu. Bercerita aktivitas dan pekerjaan. Kemudian tercetus untuk tilik bayi teman kantor yang juga CS nya nanti sore.
Pun pagi harinya ada kejadian yang sungguh bikin aku campur aduk, antara marah, ketawa dan jengkel. Perempuan yang sedang "berseteru" denganku berulah! Tak biasanya ia memasak pakai acara dibarengi sang bodyguard. Sontak aku kian meninggi, kemarin ia menolak bicara empat mata malah ngajak enam mata ama si bodyguard ini yang lantas kutepis habis. Siapa yang tak jengkel, menyelesaikan persoalan internal kok malah melibatkan pihak lain, yang bukan malah mempercerah tapi memperkeruh! Aku sebenarnya bisa memahami posisi si bodyguard ini, tapi kalau ia bisa lebih bijak tentu ia akan menyarankan yang lebih netral tanpa keberpihakan.
Lain lagi tingkah perempuan satunya. Perempuan yang kutaksir itu tiba2 sms: "Nanti jam setengah 8 aku ke kostmu, kamu ada di kost kan?". Aku hanya jawab singkat: "Kayaknya ada!". Bukan apa-apa, karena sorenya aku ada rencana tilik bayi dan juga nyamperin rumah temen. Tapi aku juga penasaran ada apa mendadak perempuan itu ingin segera menyelesaikan masalah?
Sorenya, temanku jadi ke kost hendak tilik bayi. Kelucuan kembali terulang ketika untuk kedua kali dalam sehari perempuan konflik itu masak ditemani sang bodyguard. Aku sudah benar2 tak habis fikir!
Sang waktu berjalan cepat. Ditambah obrolan ideologi, pekerjaan, cerita masa muda dll, aku dan temanku terdampar di warung Pem-Pek yang kalo gak karena dia aku gak bakal makan disana. Mahal bo! Lagian rasanya juga agak mirip yang murahan pinggir jalan. Jam setengah delapan kurang dikit, aku meminta beranjak dari sana. Tapi si perempuan yang hendak menyelesaikan masalah denganku belum juga datang padahal ia sudah telat hampir seperempat jam. Aku tidak suka jam karet! Baru hendak ku sms, temanku melarang:
"Jangan sms, kalo ia pikir nyelesein masalah denganmu adalah hal penting baginya, maka ia yang akan sms! Kalo dia tidak sms, maka itu tidak dianggapnya penting. Jadi ngapain kamu yang memulai?"
Benar juga! Aku suka cara berpikir perempuan ini, liberal tapi berperasaan.
Tak berselang lama, perempuan itu sms: "Ntar lagi aku nyampe kostmu!"
Temanku beranjak pulang. Ketika aku mengantar ke depan, kami berpapasan dengan perempuan yang ingin bicara denganku itu. Dan tebak ia bersama siapa? Seorang laki-laki. Aku ngikik abis. Apa maksudnya coba?
Perempuan itu kemudian sms. "Jadi ngobrol gak, kok disapa diam aja!". Haha aku memang hanya menyungging senyum ketika berpapasan tadi karena kupikir ia akan menemui temannya di kost baru kemudian akan bicara denganku. Makanya ketika bertemu muka tadi aku hanya senyum dan nganter temanku sampai ujung gang.
Pertemuan yang menggelikan. Setidaknya aku menganggapnya demikian. Perempuan itu kalo boleh dibilang salting. Kami bercakap, ya penegasan sesuai yang memang ingin kuutarakan, bahwa perasaanku kini tak lagi penting karena lebih penting pertemanan. Aku meminta maaf karena telah membuat ia tak nyaman dengan perdebatan seksualitas tempo hari. Kami saling meminta maaf dan bagiku clear sudah persoalan kami.
Aku lalu jujur bilang bahwa tingkahnya pake bawa cowok itu sangat menggelikanku. "Lalu kau pikir dengan begitu aku akan cemburu?". Nggak ngaru sama sekali kalee..
Yang penting urusanku dengannya sudah selesai. Aku gak akan ambil pusing besok-besok ia akan cuek, acuh atau tak menyapa. Bagiku ketika unek2ku telah tersampaikan langsung, apa yang terjadi setelahnya adalah urusannya, bukan urusanku lagi.
Pelajaran darinya adalah aku akan lebih berhati-hati "mencekoki" hetero dengan ideologi yang mungkin belum pernah dijamah oleh pikirannya. Yup, and thanks 4 making me one step forward on my heart journey, being brave to say what's on my heart, not to much thinking the effect, just DO IT then forget the result!
Monday, May 16, 2011
EGOKU SEDANG TINGGI
Ego adalah bawaan Aries sejak orok mungkin. Tiap orang punya, tapi pemilik zodiak Aries rupanya kelebihan dalam hal ini. Dan jika sudah begini, bukan hanya keras kepala, batok kepala pun sepertinya mengeras. Hampir tak ada yang bisa mempengaruhi, aku dengan keputusanku!
Egoku sedang tinggi. Bukan karena tak mau kalah, aku hanya jengah ketika orang tak bisa menghargai orang lain malahan minta dimengerti. Meski tak terucap di lisannya namun perilakunya mencerminkannya.
Aku kemudian jengah, aku lagi dan aku lagi yang -tak langsung- disuruh sabar dan ngalah. Kali ini, oh tidak! Pasalnya, aku tak merasa aku melakukan kesalahan tapi sikapnya menyedot kesabaranku. Tidak, jangan mengalihkan kemarahanmu ke orang lain padaku yang bahkan aku tak tahu penyebabnya. Tahu-tahu aku juga jadi korban sikap diammu dan aku harus mengerti itu?
Okelah pada awalnya aku bisa paham, tapi ketika keacuhan itu tak berubah dan selang beberapa waktu hal tsb melebur jadi tawa seolah tak pernah terjadi apa-apa seperti yang kau ingini, wait nanti dulu, bagiku tak bisa semudah itu!
Ya, aku tak suka jika orang dengan semena-mena memperlakukan orang lain kemudian ia akan dengan mudah merubahnya menjadi tawa, tak segampang itu nona! Kau harus belajar menghargai orang lain!
Egoku sementara kubiarkan meninggi. Aku bukan bangga mempertahankan ego ini, aku ingin menghargai diriku sendiri untuk bisa dihargai orang lain!
Egoku sedang tinggi. Bukan karena tak mau kalah, aku hanya jengah ketika orang tak bisa menghargai orang lain malahan minta dimengerti. Meski tak terucap di lisannya namun perilakunya mencerminkannya.
Aku kemudian jengah, aku lagi dan aku lagi yang -tak langsung- disuruh sabar dan ngalah. Kali ini, oh tidak! Pasalnya, aku tak merasa aku melakukan kesalahan tapi sikapnya menyedot kesabaranku. Tidak, jangan mengalihkan kemarahanmu ke orang lain padaku yang bahkan aku tak tahu penyebabnya. Tahu-tahu aku juga jadi korban sikap diammu dan aku harus mengerti itu?
Okelah pada awalnya aku bisa paham, tapi ketika keacuhan itu tak berubah dan selang beberapa waktu hal tsb melebur jadi tawa seolah tak pernah terjadi apa-apa seperti yang kau ingini, wait nanti dulu, bagiku tak bisa semudah itu!
Ya, aku tak suka jika orang dengan semena-mena memperlakukan orang lain kemudian ia akan dengan mudah merubahnya menjadi tawa, tak segampang itu nona! Kau harus belajar menghargai orang lain!
Egoku sementara kubiarkan meninggi. Aku bukan bangga mempertahankan ego ini, aku ingin menghargai diriku sendiri untuk bisa dihargai orang lain!
Sunday, May 15, 2011
KEMBALI DEKAT
Aku mungkin telah bercerita kalau hubunganku dengan bocah cilik yang pernah menyisakan konflik denganku itu kini perlahan membaik. Awalnya kupikir ia akan terkejut aku lah yang mengiriminya pesan pendek beruntun undangan pentas teater yang ia ingin tonton gratis itu, ternyata malah meleset, setelah malam akrab yang tak terduga itu sms saling berpaut hampir tiap hari.
Jelang pentas yang akan ia mainkan, aku gantian minta tiket gratis untuk menontonnya berlakon. Berbalas pesan pendek padahal intinya aku tak bisa dapat tiket cuma-cuma karena jatah gratis untuk pemain hanya satu buah. Pentasnya dua hari. Hari pertama aku masih mikir ngeluarin kocek 15 ribu untuk menontonnya selain karena tak ada seorang teman pun yang bersedia diajak -karena tidak free ticket-. Hari berikutnya, ada seorang teman ingin nonton, maka jadilah aku pergi malam itu...
Ketika nunggu di depan sembari ngobrol dengan perempuan yang masih tergolong seksi meski sudah mbrojol beberapa kali, aku lihat si Patih Gajah Mada lewat. Ia tak menyapa seperti ketika ia menghadiri pentas teater PRT lalu.
Pementasan digelar, aku menebak-nebak apa peran cah cilik itu disini. What a exciting theatre! Aku terpesona, ini pertama kali aku melihat teater apik. Salah satu bagian yang kusuka adalah saat kumandang The Mambo Craze mengiring polah para pemain yang hanya mengenakan seutas handuk sembari memegang senjata tajam macam celurit, palu, pisau daging dll dan mereka memperagakan adegan berkelahi yang wow fantastis, kalau salah gerak bisa salah tebas. Dan aku terpesona pada perempuan berhanduk merah dengan tato di punggung, looks so HOT! Uffs... Keren banget dah gesture mbaknya hakhakhak...
Dilanjut Dog Style, wow hebat banget para pemainnya bisa jalan merangkak kayak anjing, aku terkagum-kagum dengan adegan satu ini.
Dan peran si cah cilik memang tak banyak dan tak susah, tak ada dialog pula semacam figuran, but overall I enjoy the show! Really like it! After the show, para pemain nyamperin penonton untuk salaman... Di barisan pemain, selain cah cilik, ada dua orang lagi yang kukenal dan beberapa orang lagi yang juga pernah kulihat aktingnya. Kukira ia akan pura-pura tak melihatku, tapi kemudian...
"Hai... Makasih dah dateng!" serunya begitu excited. "Gimana bagus kan teaternya?" tanyanya dan... She kiss me! Sumpeh kaget beud dah! Mpe gak jalan otakku!
"Ya, bagus!"
Kukira ia melirik perempuan di sampingku hahaha. Lalu aku menggodanya: "Tuh dia disana!" godaku seraya menunjuk deretan tempat si Patih Gajah Mada duduk dan tepat ketika laki-laki itu melambaikan tangan.
"Iya," jawabnya singkat.
Lucunya, ia tak segera menghambur ke arah laki-laki itu, malah terpekur menyalami penonton di sisi tempat dudukku. Bahkan sampai pulang aku menjabat tangannya lagi pun ia masih disana. Sebenarnya aku ingin ngakak melihat adegan wajah si Patih Gajah Mada yang terlihat "kecewa". Dan lagian si temanku tak berhenti diliriknya, pun aku makin pura-pura kayak ada yang spesial dengan si teman. Lucu lah!
Ya, meski harga tiketnya mahal boo 55rb, 15ribu harga tiket asli plus 40ribu camera bag pengganti karena ketinggalan di tempat duduk saking nervousnya wkwkwkwk...
Aku tersenyum, life is really full of mystery. Gak bisa diprediksi! Perempuan ini dulu mampu membuatku agak "berubah perilaku" akibat sikapnya yang menyisakan konflik, tapi kini kami kembali dekat. Waktu yang menjeda, pun waktu menjawab segalanya... Semoga waktu juga tak tega memisahkan kedekatan yang tercipta...
Jelang pentas yang akan ia mainkan, aku gantian minta tiket gratis untuk menontonnya berlakon. Berbalas pesan pendek padahal intinya aku tak bisa dapat tiket cuma-cuma karena jatah gratis untuk pemain hanya satu buah. Pentasnya dua hari. Hari pertama aku masih mikir ngeluarin kocek 15 ribu untuk menontonnya selain karena tak ada seorang teman pun yang bersedia diajak -karena tidak free ticket-. Hari berikutnya, ada seorang teman ingin nonton, maka jadilah aku pergi malam itu...
Ketika nunggu di depan sembari ngobrol dengan perempuan yang masih tergolong seksi meski sudah mbrojol beberapa kali, aku lihat si Patih Gajah Mada lewat. Ia tak menyapa seperti ketika ia menghadiri pentas teater PRT lalu.
Pementasan digelar, aku menebak-nebak apa peran cah cilik itu disini. What a exciting theatre! Aku terpesona, ini pertama kali aku melihat teater apik. Salah satu bagian yang kusuka adalah saat kumandang The Mambo Craze mengiring polah para pemain yang hanya mengenakan seutas handuk sembari memegang senjata tajam macam celurit, palu, pisau daging dll dan mereka memperagakan adegan berkelahi yang wow fantastis, kalau salah gerak bisa salah tebas. Dan aku terpesona pada perempuan berhanduk merah dengan tato di punggung, looks so HOT! Uffs... Keren banget dah gesture mbaknya hakhakhak...
Dilanjut Dog Style, wow hebat banget para pemainnya bisa jalan merangkak kayak anjing, aku terkagum-kagum dengan adegan satu ini.
Dan peran si cah cilik memang tak banyak dan tak susah, tak ada dialog pula semacam figuran, but overall I enjoy the show! Really like it! After the show, para pemain nyamperin penonton untuk salaman... Di barisan pemain, selain cah cilik, ada dua orang lagi yang kukenal dan beberapa orang lagi yang juga pernah kulihat aktingnya. Kukira ia akan pura-pura tak melihatku, tapi kemudian...
"Hai... Makasih dah dateng!" serunya begitu excited. "Gimana bagus kan teaternya?" tanyanya dan... She kiss me! Sumpeh kaget beud dah! Mpe gak jalan otakku!
"Ya, bagus!"
Kukira ia melirik perempuan di sampingku hahaha. Lalu aku menggodanya: "Tuh dia disana!" godaku seraya menunjuk deretan tempat si Patih Gajah Mada duduk dan tepat ketika laki-laki itu melambaikan tangan.
"Iya," jawabnya singkat.
Lucunya, ia tak segera menghambur ke arah laki-laki itu, malah terpekur menyalami penonton di sisi tempat dudukku. Bahkan sampai pulang aku menjabat tangannya lagi pun ia masih disana. Sebenarnya aku ingin ngakak melihat adegan wajah si Patih Gajah Mada yang terlihat "kecewa". Dan lagian si temanku tak berhenti diliriknya, pun aku makin pura-pura kayak ada yang spesial dengan si teman. Lucu lah!
Ya, meski harga tiketnya mahal boo 55rb, 15ribu harga tiket asli plus 40ribu camera bag pengganti karena ketinggalan di tempat duduk saking nervousnya wkwkwkwk...
Aku tersenyum, life is really full of mystery. Gak bisa diprediksi! Perempuan ini dulu mampu membuatku agak "berubah perilaku" akibat sikapnya yang menyisakan konflik, tapi kini kami kembali dekat. Waktu yang menjeda, pun waktu menjawab segalanya... Semoga waktu juga tak tega memisahkan kedekatan yang tercipta...
Friday, May 13, 2011
KEMARAHAN MEMUNCAK
Kemarahanku benar-benar memuncak! Huh, perempuan hetero sungguh benar-benar tak bisa dimengerti alur fikirnya! Bukan apa-apa, awalnya aku bersedia hati mengikuti alurnya, menunggu ia memilih hari untuk kita bertemu dan menyelesaikan masalah, tapi ini sudah keterlaluan ketika ia menunda dan terus menunda. Kau pikir aku kurang kerjaan? Kau pikir sebegitu naksirnya aku padamu? Tidak! Come on, wake up! I just want to finish the unfinished! Sejak malam itu aku bahkan tak perduli semua yang harus diselesaikan tak terselesaikan!
Aku faham kau mungkin "ketakutan". Dan sekali lagi fatalku memang disitu, aku melakukan kekonyolan dengan menaruh hati padanya, lalu mengaku pada temannya dan semua berubah jadi neraka! Bukan karena endingnya tak sesuai rencana, aku hanya mendefinisikan ini naksir ringan, sama ketika aku bertemu orang baru dan merasakan getar-getar yang bahkan dalam hitungan jam bisa memudar. Yang aku sesalkan dari perempuan ini adalah ia kemudian panik tak tentu arah, mengirimkan smsku pada temannya, huh baru ini aku berhadapan dengan seorang hetero kagetan!
Amarah ini menyurut, aku sudah tak ambil pusing ini akan diselesaikan atau tidak!
NB: Terima kasih karena telah sukses mengganggu fikiran beberapa hari!
Aku faham kau mungkin "ketakutan". Dan sekali lagi fatalku memang disitu, aku melakukan kekonyolan dengan menaruh hati padanya, lalu mengaku pada temannya dan semua berubah jadi neraka! Bukan karena endingnya tak sesuai rencana, aku hanya mendefinisikan ini naksir ringan, sama ketika aku bertemu orang baru dan merasakan getar-getar yang bahkan dalam hitungan jam bisa memudar. Yang aku sesalkan dari perempuan ini adalah ia kemudian panik tak tentu arah, mengirimkan smsku pada temannya, huh baru ini aku berhadapan dengan seorang hetero kagetan!
Amarah ini menyurut, aku sudah tak ambil pusing ini akan diselesaikan atau tidak!
NB: Terima kasih karena telah sukses mengganggu fikiran beberapa hari!
Sunday, May 8, 2011
At Least, I'm DO IT!
Itulah kata yang bisa kuucap setelah mess and destruction yang aku buat. Tak ada yang kusesali, meski sudah membuat kekonyolan. Namun proses dan tahapan mengucap itulah yang kemudian kuresapi sebagai sebuah "kemajuan" dalam perjalanan hatiku. Sekali lagi memang bukan hasil akhir yang ingin ku tuai, kepuasan batin ketika kelegaan perasaan kemudian menyeruak diantara benih-benih hati yang mulai tumbuh.
Ya, hasil akhir memang tak mulus. Itu pun sudah kusadari dari awal. Berucap punya hati pada seorang heteroseksual kuyakini tak akan mendapat ending yang menyenangkan. Namun proses perdebatan seksualitas usai getar hati dan disusul sikap-sikap yang tak terduga, lesson learn yang bisa ditarik dari bab perjalanan hatiku yang ini adalah cara yang lebih tepat untuk bertahap mengungkap dan menyibak apa kata hati.
I already do it, then I decide to push DEL and start with NEXT button... Tak ada kata menyerah...
Ya, hasil akhir memang tak mulus. Itu pun sudah kusadari dari awal. Berucap punya hati pada seorang heteroseksual kuyakini tak akan mendapat ending yang menyenangkan. Namun proses perdebatan seksualitas usai getar hati dan disusul sikap-sikap yang tak terduga, lesson learn yang bisa ditarik dari bab perjalanan hatiku yang ini adalah cara yang lebih tepat untuk bertahap mengungkap dan menyibak apa kata hati.
I already do it, then I decide to push DEL and start with NEXT button... Tak ada kata menyerah...
Saturday, May 7, 2011
Berakhir Konyol!
Cinta datang tanpa pernah bisa diduga dan terketahui kapan serta kepada siapa akan tertuju. Begitu juga perasaanku ini...
Kalau mau dibilang, dari awal ceritaku dengan perempuan ini boleh dibilang sudah konyol. Aku sudah lama mendengar namanya karena ia teman dari temanku. Tapi tiap temanku itu bercerita tentangnya, aku ga pernah seberapa mengingat. Bahkan sepertinya kami pernah bertemu sebelumnya, tapi tak membekas di otak mungkin.
Baru ketika malam itu pertemuan sekaligus obrolan pertama kami. Dan sungguh, tak ada yang spesial! Aku hanya menerima ajakannya untuk duduk di sebelahnya. Sesekali kami ngobrol karena di tempat karaoke tak memungkinkan untuk banyak ngobrol.
Beberapa hari kemudian aku ingat betul waktu itu habis demo, sebenarnya capek badan, tapi nggak tau dapat energi darimana dan untuk kepentingan apa aku mengikutkan diri bersama empat perempuan yang salah satunya adalah dia.
"Aku ikut kalau ada acara makannya!" kilahku hohoho.
Menuju FO dengan cara menyetirnya yang lumayan ngebut, aku mengekor di belakangnya. Menjejakkan kaki di sana, hmm aku sedikit bingung, what I'm going to do here... Dan disinilah kemudian simple crush ini terjadi! Lumayan intens kami bercakap, pun ia mengajak berkeliling sembari bercerita seleranya. Ia tak suka yang terlalu girly pun yang terlalu laki. Androgini style, alias kasual. Iya sih yang melekat di badannya emang gaya2 santai.
Keakraban ini bukan yang pertama kali, aku tak akan menaruh perhatian kalau ia tak menyapaku duluan di dunia maya usai malamnya kami berkaraoke. Ditambah sentuhan di pundak, dan saat ia menarikku untuk menemaninya beli jam tangan padahal disana ada teman lain juga.
Aku merasa ada yang beda dan sesuatu yang kemudian tumbuh. But I realize, she's straight girl. Hari itu aku sangat bisa mengontrol logika dan hatiku. Selain karena masih gamang is it really called love? I'm pretending this is not!
Hari2 berikutnya kami bersambang di dunia maya dan pesan pendek. Ia menyambut ramah, hingga perdebatan seksualitas di siang bolong itu merubah segalanya... Ya ya ya disini aku akui aku melakukan kesalahan fatal. Mencekoki hetero dengan ideologi yang tak pernah ia cerna, harusnya aku bisa lebih sabar, tapi aku keburu gemas oleh definisi normal dan tidak normalnya. Ah, aku tak ingin mengkambinghitamkan kepolosannya untuk kenekatanku itu. Ya, semua berkomentar aku terlalu nekat, gokil dll untuk mengungkap pada seorang heteroseksual meski dalam embel2 berbalut guyonan. Dan benar saja, ia panik. Diam. Dan tak banyak jawab selain hehehe dan hahahaha. Berikutnya, aku merasa bersalah... Aku meminta maaf dan ia memaafkan meski aku yakin tak ikhlas hehe.
Esok harinya kami masih bertemu di dunia maya dan pesan pendek. Aku dapat merasa auranya udah agak beda. Ternyata feelingku benar!
Malam ini adalah malam paling menggelikan sepanjang hidupku. Aku selesai mandi ketika kudengar derap kaki berlari ke lantai atas. Entah kayaknya feeling aja aku menduga itu dia. Ketika jemur handuk aku melihat pergerakannya diatas. Aku sontak memanggil tetangga sebelah kamar CS ku.
"Kalem aja, kita duduk di depan menunggunya!" ide si teman.
Entah kenapa kok aku jadi restless gini. Jujur, aku bukan berdebar tentang bagaimana perasaannya, aku resah apakah temanku tau dan apakah akan merusak pertemanan kami. Itu yang kutakutkan! Sejak awal aku tak pernah mikir hasil akhir karena tau orientasi seksualnya kemana, meski seksualitas itu cair.
Aku menamainya berakhir konyol! Karena aku merasa konyol dengan sikapnya. Lumrah sih, tapi bikin aku cekikikan tak henti2. Ya, salahku memang terlalu nekat, hmm tak bisa terulang bukan, jadi aku tak menyesali.
Malamnya, aku mengiriminya pesan pendek berlembar-lembar, permintaan maaf. Atas sebuah saran dari sohib dunia maya. Ia pun balas, meminta maaf. Ya, aku meyakini ini bukan tentang perasaan, hanya keinginan agar pertemanan tak kandas gara-gara kekonyolan perasaan!
Kalau mau dibilang, dari awal ceritaku dengan perempuan ini boleh dibilang sudah konyol. Aku sudah lama mendengar namanya karena ia teman dari temanku. Tapi tiap temanku itu bercerita tentangnya, aku ga pernah seberapa mengingat. Bahkan sepertinya kami pernah bertemu sebelumnya, tapi tak membekas di otak mungkin.
Baru ketika malam itu pertemuan sekaligus obrolan pertama kami. Dan sungguh, tak ada yang spesial! Aku hanya menerima ajakannya untuk duduk di sebelahnya. Sesekali kami ngobrol karena di tempat karaoke tak memungkinkan untuk banyak ngobrol.
Beberapa hari kemudian aku ingat betul waktu itu habis demo, sebenarnya capek badan, tapi nggak tau dapat energi darimana dan untuk kepentingan apa aku mengikutkan diri bersama empat perempuan yang salah satunya adalah dia.
"Aku ikut kalau ada acara makannya!" kilahku hohoho.
Menuju FO dengan cara menyetirnya yang lumayan ngebut, aku mengekor di belakangnya. Menjejakkan kaki di sana, hmm aku sedikit bingung, what I'm going to do here... Dan disinilah kemudian simple crush ini terjadi! Lumayan intens kami bercakap, pun ia mengajak berkeliling sembari bercerita seleranya. Ia tak suka yang terlalu girly pun yang terlalu laki. Androgini style, alias kasual. Iya sih yang melekat di badannya emang gaya2 santai.
Keakraban ini bukan yang pertama kali, aku tak akan menaruh perhatian kalau ia tak menyapaku duluan di dunia maya usai malamnya kami berkaraoke. Ditambah sentuhan di pundak, dan saat ia menarikku untuk menemaninya beli jam tangan padahal disana ada teman lain juga.
Aku merasa ada yang beda dan sesuatu yang kemudian tumbuh. But I realize, she's straight girl. Hari itu aku sangat bisa mengontrol logika dan hatiku. Selain karena masih gamang is it really called love? I'm pretending this is not!
Hari2 berikutnya kami bersambang di dunia maya dan pesan pendek. Ia menyambut ramah, hingga perdebatan seksualitas di siang bolong itu merubah segalanya... Ya ya ya disini aku akui aku melakukan kesalahan fatal. Mencekoki hetero dengan ideologi yang tak pernah ia cerna, harusnya aku bisa lebih sabar, tapi aku keburu gemas oleh definisi normal dan tidak normalnya. Ah, aku tak ingin mengkambinghitamkan kepolosannya untuk kenekatanku itu. Ya, semua berkomentar aku terlalu nekat, gokil dll untuk mengungkap pada seorang heteroseksual meski dalam embel2 berbalut guyonan. Dan benar saja, ia panik. Diam. Dan tak banyak jawab selain hehehe dan hahahaha. Berikutnya, aku merasa bersalah... Aku meminta maaf dan ia memaafkan meski aku yakin tak ikhlas hehe.
Esok harinya kami masih bertemu di dunia maya dan pesan pendek. Aku dapat merasa auranya udah agak beda. Ternyata feelingku benar!
Malam ini adalah malam paling menggelikan sepanjang hidupku. Aku selesai mandi ketika kudengar derap kaki berlari ke lantai atas. Entah kayaknya feeling aja aku menduga itu dia. Ketika jemur handuk aku melihat pergerakannya diatas. Aku sontak memanggil tetangga sebelah kamar CS ku.
"Kalem aja, kita duduk di depan menunggunya!" ide si teman.
Entah kenapa kok aku jadi restless gini. Jujur, aku bukan berdebar tentang bagaimana perasaannya, aku resah apakah temanku tau dan apakah akan merusak pertemanan kami. Itu yang kutakutkan! Sejak awal aku tak pernah mikir hasil akhir karena tau orientasi seksualnya kemana, meski seksualitas itu cair.
Aku menamainya berakhir konyol! Karena aku merasa konyol dengan sikapnya. Lumrah sih, tapi bikin aku cekikikan tak henti2. Ya, salahku memang terlalu nekat, hmm tak bisa terulang bukan, jadi aku tak menyesali.
Malamnya, aku mengiriminya pesan pendek berlembar-lembar, permintaan maaf. Atas sebuah saran dari sohib dunia maya. Ia pun balas, meminta maaf. Ya, aku meyakini ini bukan tentang perasaan, hanya keinginan agar pertemanan tak kandas gara-gara kekonyolan perasaan!
Wednesday, May 4, 2011
Ketemu Lagi Part 2
Topik ketemu lagi berulang, kali ini perempuan yang berbeda. Ia si cah cilik, anak SMA yang masih menyisakan konflik denganku....
Sejak beberapa waktu lalu kami kerap ber-sms. Tapi ia tak tahu kalau itu nomerku. Kami saling menginformasikan event-event kesenian/teater, pun tak ketinggalan pentas teater yang akan digelar hari ini dimana aku menjadi bagian tiketingnya. Beberapa hari lalu aku sudah meng-sms dan ia mengkonfirm akan hadir, aku bertanya-tanya bagaimana sikapnya ketika ia tahu aku si pengirim sms mengingat dua kali pertemuan kami sebelumnya berlangsung "buruk" dengan saling membuang muka.
Malam pun bergulir. Acara sejam akan dimulai. Ia tak kunjung datang. Aku mengiriminya pesan pendek.
"Aku datang. Otw."
Aku tak konsen. Terus terang selama melayani tiket otakku berpindah merangkai kejadian lain. Kebetulan penonton yang datang mayoritas kukenal jadi aku perlu basa basi ke mereka, padahal benakku entah dimana.
"Heh, kamu tuh bagian tiketing, duduk disini aja, dari tadi ada yang cari kamu!" ujar bagian tiketing satunya protes karena aku "mejeng" menyapa orang2 yang kukenal.
"Iya nih, tadi ada yang kurus nanyain, yang kacamata juga nanyain, tapi kamu nya gak ada!"
Well, okay, akhirnya aku duduk saja. Perempuan itu meng-sms mengabarkan ia sedang di kantin depan. Aku menyuruhnya masuk. Ketika sibuk ngobrol dengan penonton lain, perempuan itu datang...
Memakai kaos oblong biru dan senyuman yang memamerkan gingsulnya ia menyapa. Dan bukan hanya menyapa, ia bahkan "tanpa permisi" duduk menempel di sebelahku dan kami ngobrol. Sungguh kejadian yang aneh! Batinku berkata: Come on, apa kau tak ingat dua pertemuan kita sebelumnya?
Tapi aku tak membahasnya. Aku juga bertingkah seolah tak pernah ada "konflik" diantara kita. Mulai dari obrolan basi, rencana pendidikan usai kelulusannya hingga penurunan merk hape yang dipunyainya, ya pertemuan malam itu diluar prediksiku, sungguh!
Di dalam gedung aku mencari sosoknya. Ada sedikit hati yang terbelah ketika mata kami bertemu. Ditambah kehadiran tante yang "homophobic" itu, sikapnya menjadi lain. But overall, I dont care bout this feeling anymore. Ya, perasaan ini sebenarnya sudah mati, aku hanya mengapplaus pada sang waktu yang pada akhirnya membereskan segalanya.
Pulang dari acara, hujan mengguyur lumayan deras. Aku melihatnya di kantin depan bersama tantenya. Senyum di bibirku memang merekah, tapi anehnya aku tak merasakan hujan membasahi tubuhku karena sepertinya sepanjang perjalanan pulang pikiran terpisah dari badan. Sesampai di rumah baru nyadar tubuh kuyup. Beranjak tidur dan keesokan hari sudah tak merasa apa-apa lagi...
Sehabis tidur biasanya otak bisa berfikir lebih jernih. Meredefinisi!
Sejak beberapa waktu lalu kami kerap ber-sms. Tapi ia tak tahu kalau itu nomerku. Kami saling menginformasikan event-event kesenian/teater, pun tak ketinggalan pentas teater yang akan digelar hari ini dimana aku menjadi bagian tiketingnya. Beberapa hari lalu aku sudah meng-sms dan ia mengkonfirm akan hadir, aku bertanya-tanya bagaimana sikapnya ketika ia tahu aku si pengirim sms mengingat dua kali pertemuan kami sebelumnya berlangsung "buruk" dengan saling membuang muka.
Malam pun bergulir. Acara sejam akan dimulai. Ia tak kunjung datang. Aku mengiriminya pesan pendek.
"Aku datang. Otw."
Aku tak konsen. Terus terang selama melayani tiket otakku berpindah merangkai kejadian lain. Kebetulan penonton yang datang mayoritas kukenal jadi aku perlu basa basi ke mereka, padahal benakku entah dimana.
"Heh, kamu tuh bagian tiketing, duduk disini aja, dari tadi ada yang cari kamu!" ujar bagian tiketing satunya protes karena aku "mejeng" menyapa orang2 yang kukenal.
"Iya nih, tadi ada yang kurus nanyain, yang kacamata juga nanyain, tapi kamu nya gak ada!"
Well, okay, akhirnya aku duduk saja. Perempuan itu meng-sms mengabarkan ia sedang di kantin depan. Aku menyuruhnya masuk. Ketika sibuk ngobrol dengan penonton lain, perempuan itu datang...
Memakai kaos oblong biru dan senyuman yang memamerkan gingsulnya ia menyapa. Dan bukan hanya menyapa, ia bahkan "tanpa permisi" duduk menempel di sebelahku dan kami ngobrol. Sungguh kejadian yang aneh! Batinku berkata: Come on, apa kau tak ingat dua pertemuan kita sebelumnya?
Tapi aku tak membahasnya. Aku juga bertingkah seolah tak pernah ada "konflik" diantara kita. Mulai dari obrolan basi, rencana pendidikan usai kelulusannya hingga penurunan merk hape yang dipunyainya, ya pertemuan malam itu diluar prediksiku, sungguh!
Di dalam gedung aku mencari sosoknya. Ada sedikit hati yang terbelah ketika mata kami bertemu. Ditambah kehadiran tante yang "homophobic" itu, sikapnya menjadi lain. But overall, I dont care bout this feeling anymore. Ya, perasaan ini sebenarnya sudah mati, aku hanya mengapplaus pada sang waktu yang pada akhirnya membereskan segalanya.
Pulang dari acara, hujan mengguyur lumayan deras. Aku melihatnya di kantin depan bersama tantenya. Senyum di bibirku memang merekah, tapi anehnya aku tak merasakan hujan membasahi tubuhku karena sepertinya sepanjang perjalanan pulang pikiran terpisah dari badan. Sesampai di rumah baru nyadar tubuh kuyup. Beranjak tidur dan keesokan hari sudah tak merasa apa-apa lagi...
Sehabis tidur biasanya otak bisa berfikir lebih jernih. Meredefinisi!
Subscribe to:
Posts (Atom)