Saturday, May 7, 2011

Berakhir Konyol!

Cinta datang tanpa pernah bisa diduga dan terketahui kapan serta kepada siapa akan tertuju. Begitu juga perasaanku ini...

Kalau mau dibilang, dari awal ceritaku dengan perempuan ini boleh dibilang sudah konyol. Aku sudah lama mendengar namanya karena ia teman dari temanku. Tapi tiap temanku itu bercerita tentangnya, aku ga pernah seberapa mengingat. Bahkan sepertinya kami pernah bertemu sebelumnya, tapi tak membekas di otak mungkin.

Baru ketika malam itu pertemuan sekaligus obrolan pertama kami. Dan sungguh, tak ada yang spesial! Aku hanya menerima ajakannya untuk duduk di sebelahnya. Sesekali kami ngobrol karena di tempat karaoke tak memungkinkan untuk banyak ngobrol.

Beberapa hari kemudian aku ingat betul waktu itu habis demo, sebenarnya capek badan, tapi nggak tau dapat energi darimana dan untuk kepentingan apa aku mengikutkan diri bersama empat perempuan yang salah satunya adalah dia.
"Aku ikut kalau ada acara makannya!" kilahku hohoho.

Menuju FO dengan cara menyetirnya yang lumayan ngebut, aku mengekor di belakangnya. Menjejakkan kaki di sana, hmm aku sedikit bingung, what I'm going to do here... Dan disinilah kemudian simple crush ini terjadi! Lumayan intens kami bercakap, pun ia mengajak berkeliling sembari bercerita seleranya. Ia tak suka yang terlalu girly pun yang terlalu laki. Androgini style, alias kasual. Iya sih yang melekat di badannya emang gaya2 santai.

Keakraban ini bukan yang pertama kali, aku tak akan menaruh perhatian kalau ia tak menyapaku duluan di dunia maya usai malamnya kami berkaraoke. Ditambah sentuhan di pundak, dan saat ia menarikku untuk menemaninya beli jam tangan padahal disana ada teman lain juga.
Aku merasa ada yang beda dan sesuatu yang kemudian tumbuh. But I realize, she's straight girl. Hari itu aku sangat bisa mengontrol logika dan hatiku. Selain karena masih gamang is it really called love? I'm pretending this is not!

Hari2 berikutnya kami bersambang di dunia maya dan pesan pendek. Ia menyambut ramah, hingga perdebatan seksualitas di siang bolong itu merubah segalanya... Ya ya ya disini aku akui aku melakukan kesalahan fatal. Mencekoki hetero dengan ideologi yang tak pernah ia cerna, harusnya aku bisa lebih sabar, tapi aku keburu gemas oleh definisi normal dan tidak normalnya. Ah, aku tak ingin mengkambinghitamkan kepolosannya untuk kenekatanku itu. Ya, semua berkomentar aku terlalu nekat, gokil dll untuk mengungkap pada seorang heteroseksual meski dalam embel2 berbalut guyonan. Dan benar saja, ia panik. Diam. Dan tak banyak jawab selain hehehe dan hahahaha. Berikutnya, aku merasa bersalah... Aku meminta maaf dan ia memaafkan meski aku yakin tak ikhlas hehe.

Esok harinya kami masih bertemu di dunia maya dan pesan pendek. Aku dapat merasa auranya udah agak beda. Ternyata feelingku benar!

Malam ini adalah malam paling menggelikan sepanjang hidupku. Aku selesai mandi ketika kudengar derap kaki berlari ke lantai atas. Entah kayaknya feeling aja aku menduga itu dia. Ketika jemur handuk aku melihat pergerakannya diatas. Aku sontak memanggil tetangga sebelah kamar CS ku.
"Kalem aja, kita duduk di depan menunggunya!" ide si teman.
Entah kenapa kok aku jadi restless gini. Jujur, aku bukan berdebar tentang bagaimana perasaannya, aku resah apakah temanku tau dan apakah akan merusak pertemanan kami. Itu yang kutakutkan! Sejak awal aku tak pernah mikir hasil akhir karena tau orientasi seksualnya kemana, meski seksualitas itu cair.

Aku menamainya berakhir konyol! Karena aku merasa konyol dengan sikapnya. Lumrah sih, tapi bikin aku cekikikan tak henti2. Ya, salahku memang terlalu nekat, hmm tak bisa terulang bukan, jadi aku tak menyesali.

Malamnya, aku mengiriminya pesan pendek berlembar-lembar, permintaan maaf. Atas sebuah saran dari sohib dunia maya. Ia pun balas, meminta maaf. Ya, aku meyakini ini bukan tentang perasaan, hanya keinginan agar pertemanan tak kandas gara-gara kekonyolan perasaan!

No comments: