Aku mungkin telah bercerita kalau hubunganku dengan bocah cilik yang pernah menyisakan konflik denganku itu kini perlahan membaik. Awalnya kupikir ia akan terkejut aku lah yang mengiriminya pesan pendek beruntun undangan pentas teater yang ia ingin tonton gratis itu, ternyata malah meleset, setelah malam akrab yang tak terduga itu sms saling berpaut hampir tiap hari.
Jelang pentas yang akan ia mainkan, aku gantian minta tiket gratis untuk menontonnya berlakon. Berbalas pesan pendek padahal intinya aku tak bisa dapat tiket cuma-cuma karena jatah gratis untuk pemain hanya satu buah. Pentasnya dua hari. Hari pertama aku masih mikir ngeluarin kocek 15 ribu untuk menontonnya selain karena tak ada seorang teman pun yang bersedia diajak -karena tidak free ticket-. Hari berikutnya, ada seorang teman ingin nonton, maka jadilah aku pergi malam itu...
Ketika nunggu di depan sembari ngobrol dengan perempuan yang masih tergolong seksi meski sudah mbrojol beberapa kali, aku lihat si Patih Gajah Mada lewat. Ia tak menyapa seperti ketika ia menghadiri pentas teater PRT lalu.
Pementasan digelar, aku menebak-nebak apa peran cah cilik itu disini. What a exciting theatre! Aku terpesona, ini pertama kali aku melihat teater apik. Salah satu bagian yang kusuka adalah saat kumandang The Mambo Craze mengiring polah para pemain yang hanya mengenakan seutas handuk sembari memegang senjata tajam macam celurit, palu, pisau daging dll dan mereka memperagakan adegan berkelahi yang wow fantastis, kalau salah gerak bisa salah tebas. Dan aku terpesona pada perempuan berhanduk merah dengan tato di punggung, looks so HOT! Uffs... Keren banget dah gesture mbaknya hakhakhak...
Dilanjut Dog Style, wow hebat banget para pemainnya bisa jalan merangkak kayak anjing, aku terkagum-kagum dengan adegan satu ini.
Dan peran si cah cilik memang tak banyak dan tak susah, tak ada dialog pula semacam figuran, but overall I enjoy the show! Really like it! After the show, para pemain nyamperin penonton untuk salaman... Di barisan pemain, selain cah cilik, ada dua orang lagi yang kukenal dan beberapa orang lagi yang juga pernah kulihat aktingnya. Kukira ia akan pura-pura tak melihatku, tapi kemudian...
"Hai... Makasih dah dateng!" serunya begitu excited. "Gimana bagus kan teaternya?" tanyanya dan... She kiss me! Sumpeh kaget beud dah! Mpe gak jalan otakku!
"Ya, bagus!"
Kukira ia melirik perempuan di sampingku hahaha. Lalu aku menggodanya: "Tuh dia disana!" godaku seraya menunjuk deretan tempat si Patih Gajah Mada duduk dan tepat ketika laki-laki itu melambaikan tangan.
"Iya," jawabnya singkat.
Lucunya, ia tak segera menghambur ke arah laki-laki itu, malah terpekur menyalami penonton di sisi tempat dudukku. Bahkan sampai pulang aku menjabat tangannya lagi pun ia masih disana. Sebenarnya aku ingin ngakak melihat adegan wajah si Patih Gajah Mada yang terlihat "kecewa". Dan lagian si temanku tak berhenti diliriknya, pun aku makin pura-pura kayak ada yang spesial dengan si teman. Lucu lah!
Ya, meski harga tiketnya mahal boo 55rb, 15ribu harga tiket asli plus 40ribu camera bag pengganti karena ketinggalan di tempat duduk saking nervousnya wkwkwkwk...
Aku tersenyum, life is really full of mystery. Gak bisa diprediksi! Perempuan ini dulu mampu membuatku agak "berubah perilaku" akibat sikapnya yang menyisakan konflik, tapi kini kami kembali dekat. Waktu yang menjeda, pun waktu menjawab segalanya... Semoga waktu juga tak tega memisahkan kedekatan yang tercipta...
No comments:
Post a Comment