Hmm, aku tak sedang menggombal! Tapi sekitar tiga hari ini mengalir begitu saja romantisme unik ala saya.
Awalnya ketika Sabtu kemarin, libur tak melakukan apa-apa, tiba2 agak siangan teringat; biasanya kami makan siang bersama. Jam 1 lebih dikit aku menyambangi kantornya dan lunch gak jauh-jauh. Berawal dari situ timbul ide pasang status di FB yang pasti akan ia baca. Ya, saya memang merindukan masa-masa itu! Eh tanpa dinyana ia memasang status entah disengaja atau kebetulan, tapi aku yakin betul itu disengaja, kami berbalas status hahaha kalo ia baca ini dan bilang ihh GR amat, maka aku akan menjawab: Biarin!!! Hahaha
Kedua adalah kejadian kemarin. Katanya ia terjatuh di tangga, lumayan keras dan terduduk. Ide unik itu muncul lagi; pasang status dengan menambahi singing Kuyakin Cinta Dcinnamons. Tak berbalas status memang, tapi aku juga merasa mungkin konyol but it's unique hehe.
Ketiga adalah pagi ini. Kudengar derap kaki turun. Itu pasti dia! Aku sedang bikin kopi di dapur dan ia memanggilku dengan sapaan "khas" dan senyuman. Garis bibirku terbentang, pun benakku tertegun. Dan si unik itu menggema di otak kembali. Memasang status untuknya, lagi. Ya, pagi ini memang ia tak terjatuh dari tangga, bahkan ia menyapa dan menyungging senyuman, tapi aku malah heran; sehari cuek, sehari manis, sebenarnya mau dia kayak gimana? Dan kuselipkan lagu Karena Kucinta Kau - BCL. Yang kemudian di komen orang2 yang tau ceritaku dengannya.
Mungkin boleh dikata aku gila ya? Karena rentang waktu yang terbelah untuk kita mengenal bukan sebulan dua bulan, oleh karenanya aku menggarisbawahi pada teman sebelah kamar yang mungkin bertanya-tanya "kok bisa sih?" dan preseden buruk "apa bukan karena temennya mbak itu kah?", No, it is not just simple crush, but it's long process until I admit that it become a feeling inside. We know and share each other. Aku sadari betul meski kata cerminan rasa itu tak terucap lewat bibir, namun itu terbingkai di perilaku dan itu memang tak perlu terucap, karena kalau akan diungkap akan banyak juga rentetan dampak dan konsekuensi yang harus dipikirkan di belakang. Saya dan -sebodoh2nya/sepura2nya- dia pasti tau dan merasakan hal tsb, sebab jika tidak, berarti ia bodoh beneran, LOL!
Sesuai ucap seorang teman, ia sedang masa denial ato paling tidak kelabilan meski usianya tidak bisa dibilang ABG lagi. Pada intinya, semua dikembalikan ke pemilik pikiran, pemilik hati dan pemilik tingkah laku karena ia punya otoritas penuh untuk itu, TAPI kalau otoritas penuhnya menyangkut hubungannya dengan orang lain maka orang lain pun punya otoritas penuh yang sama. Singkat kata, apa yang kau tabur itu yang kau tuai! Sikapmu pada orang lain, maka sikap itu juga yang akan kau terima dari orang lain. So, watch out your behaviour! Sometimes perhaps we need for being selfish, but not everytime, especially when u get connected to other people! Kalo mau terus semena-mena, idup di utan aja ama macan, ok!
No comments:
Post a Comment