Saturday, July 28, 2012
Meet Again...
Ketika semua tak terencana, malah akan terjadi begitu saja. Seperti pertemuan sore ini...
Singkong coklat. Makanan itu yang akhirnya menautkan aku dan kamu. Bahkan aku sampai tak bisa mempercayai tulisan di layar handphone: jadi kita ketemu dimana?. batinku, bocah ini kehabisan obat kali ya, ngajakin ketemu, padahal kalo aku ingat jaman setaun lalu, ngajak ketemu ini orang tuh kudu pake alasan logis, kalo gak logis ga bakal mau ketemu. Nah, ini ga da angin ga da ujan, kayak kesamber bledeg minta ketemu. Saya tau ini hanya kepentingan jualan, tapi kok kedengerannya; aneh!
Dan dia membuktikan kata-katanya. Meski awalnya gak mau masuk kantor dan minta dijemput di depan, akhirnya ia menginjakkan kaki di kantor atas alasan keperluan informasi tentang link pemuka agama yang bisa menikahkan lesbian.
Ada lagi yang aneh, ia tak berani melihat mataku ketika bicara. Berbeda drastis 180 derajat dengan setaun lalu, mata yang hobi melumat dengan pelolotan sambil bilang apa liat-liat itu udah ga ada lagi. Ia seperti anak yang malu-malu rendah diri. Kepribadian kontras ya... Dan wajahnya juga berbeda, kulihat lebih tirus. Aku bahkan hampir tak mengenali ketika ia melambaikan tangan di depan. Masa sih itu dia? Tanyaku sembari ngeliat sekeliling yang ternyata ga da orang lain lagi disana.
Gak lama memang diskusi soal link pemuka agama itu. Lalu ia pamit pulang dengan cium tangan. Agak ngakak juga ketika ia menyebutku mantan kakak yang sudah dipecat.
Sore yang lucu!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment