Wednesday, October 1, 2008

Minal Aidzin Wal Faidzin

Ramadan tlah berlalu. Menyambut hari kemenangan di kampung halaman ibu untuk pertama kali setelah empat tahun berlebaran sendiri di metropolitan. Ada kesepian menyusup, menyisakan rasa sesak yang tak kutau pasti penyebabnya. Jauh dari karibku sejak kecil dan para tetangga serta kerabat di Probolinggo seperti tak merasakan meriahnya lebaran kali ini karena aku tak begitu mengenal kampung halaman ibu. Saking merasa asingnya aku seolah acuh tak acuh sepertinya lebaran nggak lebaran bagiku sama saja, melewati lebaran dengan mengecap sepi yang sama ketika aku jauh merantau beberapa tahun kemarin.

Belum lagi urusan hati yang juga belum terselesaikan ini makin menambah runyam kekosongan kalbuku akan makna hari kemenangan.

Ah, Idul Fitri tak hendak diisi dengan kerisauan. Selayaknya arti menjadi fitrah kembali, menjadi manusia yang benar-benar baru secara lahiriah dan batiniah. Semoga.

Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidzin Wal Faidzin. Mohon maaf jikalau ada kesalahan lisan dan tulisan, disengaja ataupun tak disengaja.

6 comments:

Anonymous said...

happy kupat day, mohon maaf lahir dan batin Alvi :)

Anonymous said...

Betul Al, Idul Fitri merupakan hari kemenangan, bukan hari kesedihan...mari kita nikmati dan rayakan...Minal Aidin Walfaizin, maafkan salah dan khilaf, sucikan lahir dan batin dari segala yang menodai...mulai dari nol ya, Al...:))

Mithya said...

Mohon maaf lahir batin juga...=) jangan dipusingin hal-hal lain...yang penting niat baik kita untuk saling bermaafan. That's the only beauty of lebaran.

Anonymous said...

@Ejrose, Affy & Mithya: Minal Aidzin Wal Faidzin juga yach...

Anonymous said...

Dear Alvi
Minal aidzin wal faidzin
(sori terlambat aku br balik mudik, maklum di pedalaman kalimantan.. ;p

Cosmic Soulmate said...

@Sinyo Sagita: Minal Aidzin Wal Faidzin juga ya kak, maap kalo Al ada salah2... Btw, hbs mudik ya... Oleh2nya mana? ;-)