Saturday, October 25, 2008

Perempuan Misterius

"Perempuan itu lagi..." desisku lirih. Kerja jantungku dibuat berdegup lebih dan sangat cepat, bahkan detakannya bisa ditangkap oleh telingaku dengan teramat jelas. Hal yang kulakukan berikutnya setelah berhasil menormalkan kembali peredaran oksigen dalam darahku adalah menggali ingatanku. Ya, memacu kerja otakku agar bekerja lebih keras mengingat-ingat, memutar kembali rekaman alam bawah yang baru saja masuk ke otakku.

Ahh... Sialan! Sama seperti kemarin. Ingatanku menemui jalan buntu. Bahkan tak satupun dapat kueja seolah apa yang terjadi barusan telah terhapus sama sekali, tak menyisakan secuil jejak pun sebagai bukti otentik aku habis bermimpi.

Hari pertama aku tak perduli. Ketika terulang esok harinya, aku mencoba sejenak mencermati, namun tak begitu ambil pusing. Dihantui perempuan yang sama untuk ketiga kali mau tak mau membuatku berpikir, berusaha mereka-reka lebih detil. Keempat kalinya ini tak bisa dipandang sebelah mata, aku harus memaksa prosesor bernama otak itu bekerja lebih keras.

Ada apa ini? Atau lebih tepatnya mimpi apa aku ini? Kalau cuma sekedar mimpi sekali ini saja sudah barang tentu aku tak akan ambil pusing, tapi ini sudah keempat kalinya dan anehnya tak ada satupun yang berhasil kuingat. Setelah terjaga, praktis semua hilang bersamaan dengan berakhirnya alam mimpiku. Bahkan jalan cerita, awal hingga akhir mimpiku pun lenyap. Yang tersisa hanya sosok perempuan dalam mimpi, tapi anehnya tak kutahu bagaimana wajahnya dan detil-detil lain yang bisa kujadikan patokan siapa sebenarnya perempuan yang kuimpikan.

Sekuat apapun otakku digerus, tetap tak menemukan memori yang berarti. Aku hanya ingat aku bermimpi tentang seorang perempuan yang dahsyatnya mampu menelurkan peluh sebesar butiran biji jagung dan sukses mempercepat kerja jantungku, namun dahsyatnya pula sosok itu begitu buram, entah kukenal atau tak pernah hadir dalam hidupku sama sekali.

Apa arti mimpiku? Terlebih, siapa perempuan misterius itu? Kembali aku dibuat merenung sendiri.

No comments: