Friday, August 3, 2012
Rancu itu Candu
Aku sepertinya pernah menulis tentang kegemaranku satu ini. Bikin rancu!
Orang mungkin kadang berfikir kok mudah ya ditebak. Hmm, kalau itu yang memang terbersit, aku akan berdecak dengan kesuksesan bermain muka.
Informasi yang tergelontor deras jangan diharap adalah murni seribu persen begitu adanya. Sekali lagi kekagumanku untuk merancu kadang tak terpikir kan sejauh itu. Tak ada informasi yang seratus benar, jendral! Pandailah memilah dan memilih, karena absurd juga pilihan.
Deru tawa di dada tak pernah terdengar keluar, pun gemanya tak membuat sudut bibir membentangkan secarik senyuman. Oleh karenanya, mata adalah jendela jiwa. Jika tak dapat mengartikan mimik mata dan silat jemari berdansa, niscaya absurd-lah yang kan Anda terima!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment