Thursday, August 2, 2012

Flirting is My Stereotyping


Bukan bangga dengan judul diatas, justru jengah. Pasalnya distereotypekan sebagai tukang mbribik itu konotasinya jelas negatif. Jadi kadang cuma mau ingin berteman pun pasti dikira mbribik. Nah ini yang terjadi dalam kegiatan kali ini...

Perempuan ini memang tergolong cantik. Siwer kalo bilang ia buruk rupa. Aku memang meliriknya ketika ia baru datang, itu saja! Namun saat gilirannya memperkenalkan diri, gak tau kenapa kok teman2 malah menatapiku dengan pandangan awas jangan dibribik! Aku justru membalas dengan kerlingan yang membuat teman di hadapanku seolah berkata, dasar! Dan stereotype ahli flirt itu yang kemudian melekat.

Padahal toh biasa bukan melihat orang cantik kemudian berteman. Bukan tipe orang gila juga yang langsung suka membabi buta. Tapi mengenal dan mengetahui latar belakang orang yang baru saja dikenal kukira cukup wajar. Walhasil saya memang kemudian tak berani bahkan dikategorikan menghindar biar gak dikira mbribik.

Stereotype ini yang lumayan meresahkan. Pembawaan yang memang doyan godain orang, apakah salah berteman dengan banyak orang? Kadang predikat ini merembet ke arah cap player. Bukankah tidak benar mendefinisikan player kepada orang yang belum berpartner?

Sebenarnya tak terlalu penting bagaimana tanggapan orang, karena memang orang hanya bisa berasumsi tanpa pernah tau what u feel inside... Oleh karenanya, mengabsurdkan adalah pilihanku kemudian...


No comments: