Tuesday, June 11, 2013
Someone Listening Over You
Mendengarkan. Kepekaan yang agak sulit aku aplikasikan dalam keseharian dan sepertinya sudah jadi habit negatif saya.
Entahlah, aku agaknya ingin nyalahin otakku atas keterbatasanku satu itu. Aku menganggap ketidakpedulian otakku lah yang membuat aku acuh atas informasi yang masuk ke indera pendengar. Harusnya otak bertindak sebagai perekam, tapi pada banyak kasus otak bukan menolak hanya tak menerima, spesifiknya adalah cuma numpang lewat lalu keluar lewat kuping satunya. Dan imbasnya cukup berakibat krusial pada sebuah relasi...
Sebagai contoh ada malam ketika aku dan perempuan itu makan malam. Ia sudah mengatakan apa yang ingin dipesannya, tetapi entah kenapa aku, otakku tak merekam apa yang ia katakan, sibuk sendiri. Dan ketika pelayan ia yang sedang bertelepon kutanyai ulang tentang pesanannya. Dan tampak sekali aroma ketidaksukaan di mukanya karena ia harus memotong obrolannya di telepon. Upps, That's not a good point!
Tapi sebenarnya ini bukan yang pertama, ini sudah kesekian, makanya kunamai habit. Bad habit of course, mengingat perempuan itu selalu menyerap tiap apa yang keluar dari mulutku secara detil. Bahkan aku pernah takjub ketika ia mengingat hal yang bagiku hanya selintas lalu ku ucapkan.
Dan entah sampai kapan bad habit ini terakhiri. Aku sendiri kadang merasa ini sudah mengakar di alam bawah sadar, sebagai salah satu bentuk bahaya laten bernama keegoisanku.
But, I do my best to eliminate it, bertahap ya..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment