Friday, June 14, 2013

Batas Kebersamaan Terbatas

Perempuan itu tiga hari disini. Kepentingan keluarga. Yang membuatku tak menampakkan wajah. Menyadari betul apa yang dinamakan batas. Batas diri saya yang selalu kikuk di depan orang-orang yang saya tak kenal. Ditambah orang-orang yang tak ramah. Karena saya pernah dipertemukan dengan orang-orang tsb di awal pertemuan kita dan saya menangkap tanda-tanda tak ramah. Hanya seorang yang waktu itu kebetulan bertemu saya di bawah rambu tanda dilarang berhenti, selebihnya saya menganggap semuanya tak ramah.

Sudah terbatas, dibatasi dengan batasan-batasan yang diluar batas.
Itu grundelan saya pada irisan takdir yang tak berpihak pada saya kali ini. Tetapi menyadari benar bahwa kenyataan tsb yang memang harus saya telan mentah-mentah, jadi tak ada kata gondok di hati. Apalagi kesibukan yang memang membuat irisan takdir aku dan perempuan itu tak melebar.

Ada kesal tak kasat mata yang nampak dari ketidakpamitan yang sengaja kau ciptakan karena ketidakmunculanku beberapa hari ini. Maaf, batas yang membuatku tahu batas bahwa situasi kita kali ini benar-benar terbatas!

No comments: