Sunday, June 16, 2013

Benar-Benar Iseng -yang jadi- Beneran!


Iseng. Mungkin adalah sebagian dari imanku. Begitu pendapat beberapa teman. Termasuk soal hati yang katanya aku kerap iseng-iseng berhadiah. Apakah keisenganku juga berlaku pada perempuan ini???

Akhir tahun lalu ketika waktu menyamakan dimensi takdir antara kau dan aku dalam agenda sebuah seminar besar, yang tercetus di benakku kala itu adalah hidupku akan bersenang-senang selama lima hari ke depan. Dan memang waktu dibuat jempalitan terlalu cepat hingga aku tak mengenal pribadimu, hanya euforia otak yang menghasilkan endorfin kebanyakan yang bikin aku kegirangan.

Lalu sang waktu tetap berbaik hati padaku, kami dekat, tidak secara jarak namun percakapan dan tawa serta ledekan lewat kata-kata yang hampir tiap hari ada. Dan aku masih menganggapnya iseng! Ya, perempuan itu hanya ada di bibirku menyerupakan wujud sebagai sebuah senyuman, bukan sebuah perasaan.

Dan aku kerap menebar cerita dan wajahnya di layar ponsel karena meyakini betul bahwa apa yang kurasakan tentangnya hanya kekaguman semata. Ia pintar, cerdas dan humornya menarik. Aku bisa bercerita apapun padanya tanpa sungkan. Dan ia menyambut baik. Relasi yang baik, bukan? Ditambah poin plusnya adalah wajah perempuan itu serupa artis yang kugandrungi setengah modyar. Maka lengkaplah kekagumanku padanya.

Dan bagiku ketika menceritakannya pada kawan-kawan terdekatku, aku meyakini tak ada yang istimewa. Bahkan ketika menyatroni kediamannya di akhir bulan cinta tiga bulan setelah pertemuan pertama kami, hatiku memang terlonjak kegirangan dengan kadar endorfin yang juga mengalami lonjakan dari sebelumnya. Namun tetap, aku masih menganggap sebagai intelectual connection...

Sejak itu, kami lumayan dekat, hampir sudah tak ada batasan tentang tema apa yang kami hendak bahas. Keluargaku, keluarganya, ia dan aku tak malu mengungkap cerita masa kecil dan ceritanya bersama orang yang melakoni hidup bersamanya kini. Aku yakin diantara kedekatan kami ada sebuah perasaan yang menyusup, namun aku masih bersikukuh selama tak ada perasaan cemburu nampak sebagai 'bukti' rasa untuk memilikiku akannya, maka masih amanlah relasi ini.

Kukira aku sedang bermain-main dengan perasaanku yang dengan keyakinan penuh yakin bisa handle apa yang sedang kupermainkan, namun mungkin sedang iseng, Ia lantas menaikkan level permainan tanpa menanyai apa aku siap atau tidak...

Diantara semrawut hidupku kala itu, aku membuat keputusan yang juga bikin finansialku semrawut. Ke Jakarta! Namun rupanya disinilah Tuhan punya cerita untukku... Hidup dan finansialku boleh saja semrawut, namun hatiku dibuatnya bak habis ngisep heroin.. Flying!

Usai kepulangannya dari persinggahannya di kotaku, aku mengajak otak dan hatiku rembugan. Aku sudah menganggap ini tak baik. Sexual connection itu baik untuk ceritaku dengan perempuan sebelum perempuan ini, namun kalau disamakan untuk perempuan ini kukira aku harus meninjau ulang! Banyak hal yang kemudian saling bersilangan bahkan tumpang tindih, baik di internal diriku maupun eksternal orang-orang di sekitar dari lingkaran terkecil hingga terluar. Semuanya lantas beririsan. Masing-masing menimbulkan dampak. Ada yang terang-terangan judgemental. Dan banyak juga yang mendukung.

Heiii... Kadang aku pengen neriakin mereka satu-satu, tapi capek juga kan klarifikasi? Aku sadar betul ini sudah naik tingkat, iseng-iseng yang jadi beneran, but I made it simple! Though its not simple as I said, but for me as far as it positive things then I'll direct the show must go on!

Pro kontra itu makanan sehari-hari, wong jelas-jelas dalam diriku sendiri aja kadang perang hati ama otak, jadi wes biasa. Aku tetaplah aku yang akan selalu menjadi aku dengan keakuanku dan tak akan menjadi seseorang diluar aku.

Jadi, kapok kah iseng-iseng yang benar-benar jadi beneran? Aku tak mendoakan diri sendiri kena batunya, tetapi aku selalu membalikkan segala sesuatu pada koridor niat dalam hati. Selama ini -aku merasa- niatku padanya -meski awalnya iseng tetapi- kuanggap tak ada satu hal pun yang negatif, jadi aku percaya Tuhan beserta keisengannya tak akan salah baca niat di hati.

Let's enjoy it! Now and then!

No comments: