Ini mungkin efek, dan aku sangat sadar akan hal tsb. Adalah menyenangi lagu yang kau nyanyikan di kotak musik hati dan beberapa lagu dari seorang artis yang kau senangi karena ditulis dan dinyanyikan oleh sang pencipta sendiri. Lirik yang feminis tentang perempuan kuat ditambah strong character dari si penyanyi itu sendiri.
Aku memang suka beberapa lagunya, namun seusai konser kotak musik hati itu aku kemudian tak berhenti mencari lagu dan lirik yang menohok hati.
Dan puisi... Aku memang kadang suka beberapa puisi, tapi untuk puisi serius 'temanya' hampir selalu kulewatkan. Maklum, interpretasi yang ringan aja susah, apalagi yang berat. Namun ketika ia menyukai puisi, bukan tuntutan juga untuk suka, tapi mencoba untuk menyukai.
Bukankah ketika menyukai seseorang kita akan mencoba menyukai apa yang disukainya, meski kadang kita tak suka. Bukan berarti terpaksa, kita hanya ingin bisa menjadi bagian dirinya. Buatku, selama tak menyusahkan, artinya tetap ada koridor batasan untuk mencoba menyerap, kalau pada ambang batas tak bisa menyukai, maka aku akan angkat tangan. Letak kompromi ku adalah tak mau tersiksa menyukai apa yang coba sedang ingin kusukai karena aku menyukai seseorang.
Hanya yang bisa kubagikan, ketika mencoba menyenangi yang tak kusukai jujur dalam proses tsb kita akan melakukannya dengan sumringah hati dan bibir. Trust me!

No comments:
Post a Comment