Saturday, September 6, 2008

PUYENK EUY!!!

Ku tlah biasa tersenyum tenang
Walau hatiku menangis
Kaulah cerita tertulis dengan pasti
Selamanya dalam fikiranku
Lupakan semua tinggalkan ini
Ku kan tenang dan kau kan pergi
Berjalanlah walau habis terang
Ambil cahaya cinta kuterangi jalanmu
Diantara beribu lainnya kau tetap benderang
***

Hanya satu kata yang sepertinya bisa mewakili seluruh pikiran dan perasaanku saat ini, yaitu PUYENK! Gimana nggak puyeng kalo ditekan dari berbagai sudut? Gimana nggak puyeng kalo dituntut untuk mengambil keputusan disaat aku perlu waktu mencari celah demi ketiadaan efek negatif bagi pihak-pihak yang berkaitan? Kalo pengambilan keputusan itu semudah seperti yang mereka desakkan padaku, tentu sudah sejak dulu aku lepas dari lilitan perasaan diantara ada dan tiada, dilema.

Tapi kenyataannya tak mudah menjadi aku. Berada di posisiku sekarang adalah sangat rentan. Bagai dua sisi mata uang, punya kedudukan sama kuat, aksi dan reaksi. Kalo tak segera ambil keputusan juga akan disalahartikan sebagai ketidaktegasanku. Waduh, tambah puyeng aja!

"Mana Markun kok nggak nelpon?" Pertanyaan tentang "laki-laki dalam benak ibuku" itu diajukan sudah untuk kesekian kalinya hari ini. Makin menambah kegalauanku sejak subuh tadi.
"Kamu kok bisa betah ama orang kayak gitu?" kata seorang temanku, bukan cuma hari ini tapi sejak dulu.
"Katanya dia sayang kamu, tapi kok bisa-bisanya dia berkata seperti itu tentang kamu?" sambung seorang sahabat, meledak-ledak. Tak terima.
"Setelah apa yang dia lakukan ini, apa kamu akan tetap berhubungan dengannya?" timpal satu orang lagi.
"Baik-baik ama Markun, meski kadang ia suka menjengkelkan!" kata perempuan paruh baya itu seolah ia benar-benar mengerti situasi sebenarnya.

Hahh, aku nggak tau kenapa lisanmu sebegitu dalam mengoyak tak tampak muka, menikam dari belakang. Hanya tak percaya saja, tapi jika ternyata lidah berjuntai bola api itu sanggup mewakili semua yang kau rasakan tentang hadirku dalam hidupmu selama ini, that's okey! -Tanpa pembelaan-

Mencoba tak menyakiti semua pihak adalah beban berat yang harus kupanggul sendiri ditengah kepungan pro kontra. Mencoba menyelesaikan dengan baik-baik adalah ketidakmungkinan yang berusaha untuk kujadikan mungkin.

When it's got to ended, let it's over, FINITO!!

@Thursday

No comments: