Hmm... Barangkali inilah puncaknya aku merasa teramat sangat letih sekali terhadap manis madu yang ditawarkan dan dituang mulut perempuan padaku. Dari awal, aku memang sudah skeptis, tak pernah mau percaya lagi pada mulut perempuan, tapi aku memberanikan diri mengintip sedikit demi sedikit dari bilik hatiku untuk kemudian nekat keluar, meski bertelanjang. Dan aku menuai hasilnya... Madu yang disuguhkan padaku tanpa sepengetahuanku tiba-tiba berganti racun hanya dalam hitungan hari, lalu meracuni otak dan hatiku serta membuatnya lumpuh dan sekarang mati. Menyesal sih tidak, hanya heran. Tapi bukan juga heran, apalah namanya yang pasti telah sukses membuatku meneriakkan "Damn!!"
Kau boleh bilang aku sedang menilai. Dan mungkin penilaianku atas dirimu adalah benar atau barangkali salah total. Tidak. Aku tidak sedang menilai. Aku menelaah satu persatu kata dan kalimat yang kau sajikan, lalu kuteguk hal yang berbeda dalam kerongkongan dan menjadi lain ketika dicerna hatiku. Damn!!
Semua memang hanya kucuran kata, tanpa sajian tiga dimensi. Tutur kata yang tadinya akan kurasakan bersemi menjadi makna, namun benih yang kutabur dalam ladang hati dan perasaan itu tumbuh menyerupai ilalang. Bukan sebagai buah yang akan kutuai dengan hati riang.
Baru kemarin rasanya aku di awang-awang. Tubuhku ringan seolah terbang. Yah, kau benar... mungkin aku hanya terhipnotis. Namun ketika aku kini tersadar, aku masih ingat semuanya. Ribuan kata yang hanyalah ribuan kata. Tanpa secuil arti dan memang tak berarti.
I Thought I Know You
But I Dont Know You At All
Damn!!
4 comments:
there is process ...
Yeah, u r right, it needs process...
:D keep on walking :D time kills time heals :D
And time brings the right person to me too :D
Post a Comment