Wednesday, September 17, 2008

Ibuku Merindumu


Ibu memanggilmu...
Ibu menyebut julukanmu...
Ibu masih merindukanmu...

Meski sudah berapa kali telah kubilang bahwa hubungan kita telah berakhir, tetap saja ibu masih menanyakanmu tiap ponselku berdering atau ketika aku berbincang lama dengan logat Suroboyo-an di telepon. Ibu masih saja menyuruhku untuk berbaik-baik padamu meski kita telah berpisah. Beliau tak pernah tahu apa yang telah kau lakukan padaku telah mengorek batas kesabaran terdalamku. Aku tahu pasti sekarang kau tengah membathin bahwa akulah yang mengkhianatimu. Ah, sudahlah, tak guna untuk dibahas karna setiap orang pasti melakukan pembenaran dari sisi masing-masing.

Aku jengah tiap kali ibu menyebutkan namamu. Aku telah berusaha menjaga tali silaturahmi tetap utuh, meski kita tak lagi bersama. Namun sejak kuketahui selama ini -dan mungkin hingga detik ini, wallahu a'lam- kau menikamku dari belakang, aku memilih tak lagi ada kontak denganmu daripada tiap kali bertelepon selalu berisikan pertengkaran tak berujung yang ujung-ujungnya membuat emosiku terpancing.

Aku sebenarnya tak ingin seperti ini. Ketika romantika tak lagi dapat terjalin, tak bisakah digantikan persahabatan atau persaudaraan? Niatan awalku memang demikian. Dan kau menyetujui memanggilku Dedek dan kau Kakakku. Tapi entah kepentok setan mana, tiba-tiba esoknya kau berubah pikiran. Menggerus apa yang kemarin telah disepakati dengan luka baru. Kenaifanku untuk menjaga agar tak sampai ada yang tersakiti ternyata disalahartikan. Tapi kembali aku hanya bisa berkata YA SUDAHLAH...

Semua memang tak lagi bisa diputar ulang. Apa yang telah terekam biarkanlah tersimpan dalam kotak masa lalu dan hanya menjadi masa lalu tanpa embel-embel musuh atau sesuatu lebih buruk dari itu.

Aku menghormatinya sebagai ibu
Kuharap kau pun begitu
Bukan tentang aku dan kamu
Hanya ibu yang merindumu

7 comments:

Anonymous said...

Al...hati boleh menyerah,tapi logika tetap harus digunakan...
Cinta yang pahit boleh dibuang, tapi berkorban perasaan demi menyenangkan seorang ibu, sangat nggak mustahil dilakukan...
Pelan2 dan dengan sangat halus, beri pengertian pada ibu bahwa dia bukan "menantu" yang baik lagi buat kamu...dan ibu.!

Cosmic Soulmate said...

Hahaha ibu memang hanya cukup tau kebaikannya saja, keburukannya biar aku yang telen ndiri hehe btw thanks dah sering nongkrong disini, meski i dun know who u r...

Anonymous said...

Sabar pak :P

Cosmic Soulmate said...

@Sakura: Dah sabar kok, bu! Ampe aku tebas hbs di toko pak sabar, hehe apa sehhh....

Mithya said...

At least your mom think nice of her bukan?

antara kamu dan dia..udah cerita yang berbeda...

Cosmic Soulmate said...

@mithya: But unfortunately, my mom think she's a guy..:D

Anonymous said...

waks! :D