Wednesday, September 24, 2008

Cari GF Kayak Kejar Setoran!

Hidup tanpa cinta
Bagai taman tak berbunga
Hai begitulah kata para pujangga
***

Aku jadi keinget ama lagu Oma Irama diatas ngeliat "fenomena" atau tren belok kah yang tengah dilakukan beberapa orang yang kukenal akhir-akhir ini.

Nyari GF kayak angkot kejar setoran. Kebut sana sini gak perduliin perasaan para penumpang yang jantungan atau pun para pengendara lain yang juga dag dig dug ser ngeliat keganasan si pengejar setoran di jalanan.

Namun apapun dalih latar belakang penyebabnya, kurasa menemukan seseorang yang tepat buat kita nggak bisa semudah kayak angkot kejar setoran. Beredar sana sini. Tebar pesona sana sini. Conference dari subuh ampe subuh lagi. Yah, meski tidak munafik aku pernah terjebak dalam kondisi tersebut dahulu kala. Dan rasanya... Tidak mengenakkan!!!

Mungkin pada awalnya IYA hal tersebut bisa SEDIKIT mengalihkan perasaan patah hati DAHSYAT yang menderaku waktu itu, namun selebihnya malah makin bikin masalah baru sementara luka hati ini belum sembuh.

Bagaimana bisa dibilang mengenakkan jika dalam waktu bersamaan aku mengenal kadang hampir lima perempuan atau bahkan lebih. Bahkan saking edannya, aku nggak hafal profil mereka satu persatu, juga tak ingat apa-apa yang pernah atau belum kuceritakan pada mereka. Dan jadinya... Sangat rancu! Malah sampai kelewatannya aku mencatat profil mereka di komputer agar tak terjadi kesalahan informasi. Itu yang di dunia maya. Belum lagi perempuan-perempuan yang silih berganti kutemui. Namun aku menarik sisi positif dari semua itu. Mengenal dan memperkaya karakter
perempuan dari beragam usia, pemikiran dan tingkah polah. Aku merasa beruntung melalui hariku dengan kehadiran mereka, meski tak jarang otakku dibuat mumet, jengah bercampur lelah karna tak menemukan apa yang dicari. Dan jika ditanya apa aku ingin mengulangnya, jawabannya TIDAK, TERIMA KASIH!

Sama seperti ketika kini kulihat perempuan yang beberapa waktu lalu tengah kujajaki pribadinya menunjukkan perangai yang sama denganku tempo doeloe. Dibawah tameng ingin menjalin persahabatan, hampir tak ada satu orang perempuan terlewat untuk dihubungi, bahkan dibela-belain ketemu muka meski terbentang jarak lintas propinsi.

Gatelen! Itu sebutan yang diberikan seorang teman atas kelakuannya dan aku sependapat. Kalau untuk
temanku yang satunya, yang menunjukkan gejala perilaku sama dengan perempuan ini, aku masih bisa memaklumi karna memang usianya sama ketika aku dihadapkan pada kondisi serupa dua tahun lalu. Namun untuk perempuan yang istilahnya sudah "berumur" dengan tingkat kematangan dan kemapanan dalam berbagai segi mestinya tak pantas menyandang judul yang kutulis diatas apalagi dengan cara-cara praktis dan sepertinya menghalalkan segala cara.

Apa yang sebenarnya kau cari?


Kedalaman hatimu tak tercapai ketika hendak kuselami kapal hatiku nyaris tenggelam. Oleng oleh ombak menyisakan kegoyahan tak tentu arah. Terkikis pusaran air dan musnah.

No comments: