
Menuang ragu dalam gelas cintaku yang belum terisi penuh. Yang juga masih rapuh. Mudah tuk pecah ketika tersiram panas bara kebohongan. Dingin es pengkhianatan.
Yaa.. Aku pun masih meragu. Memutuskan untuk bersentuhan kembali dengan perasaan yang sudah sejak lama mati memang tak mudah buatku. Tertatih ditengah letih. Hadirmu membawa hatiku yang disembelih merasakan kembali udara seolah diberi nyawa. Kadang sesak karna rongga dadaku sepertinya belum berfungsi sempurna. Nafas naik turun. Hidung kembang kempis.
Aku tengah belajar. Memberi hati tempat bersandar. Tanpa kutau cepat atau lambat kan pudar. Sebuah rasa yang mulai mengakar.
Kau meragu karna belum pernah ketemu. Jujur, aku pun begitu. Aku tau perasaanmu sebaik aku mengerti perasaanku. Hanya tentang waktu. Dan sekali lagi berpasrah pada waktu. Meski waktu kadang tak tentu.
***
Cinta itu...
Chemistry dua hati. Tak untuk dipungkiri, tak juga disradak-sruduki. Jika tak dipupuk sejak dini. Kuatir musnah seiring waktu berganti. Ahh, urusan hati lagii...
3 comments:
Saat rasa cinta hadir dalam hati, saat itu sebenarnya kita mesti sudah siap untuk berperang melawan keraguan...
Keraguan bukanlah kehati-hatian...tapi sebuah rasa yang disadari atau tidak, yang akan membuat kita nggak kan mendapat apa2 selain tanda-tanya...
Tetap meragu artinya ya nggak maju-maju...heheheee...
Dedicated to Someone yang tengah MeraguKu: Aku sedang bertanda tanya dengan misteri hatimu...
@Affy: Mungkin setelah ketemu, keraguan itu sirna dan jelas adanya...
Post a Comment