Hampir tiga minggu aku di kota ini. Kota tempat tinggalmu meski kita tak tiap hari ketemu. Namun begitu ada sedikit, kalau boleh kubilang banyak, pergeseran perasaan yang cukup mencolok yang kurasakan sejak dan selama aku di kota ini.
Dulu, saat kita masih terpisah, Jakarta-Jogja, Jawa Timur-Jogja, jujur perasaanku tak seberapa menggebu meski hampir tiap menit hapeku berdering. Sepertinya hape menjadi sahabat mengalahkan apapun, padahal aku tipe orang yang agak-agak nggak betah ditelpon dalam frekuensi lama oleh orang yang sama di hari yang sama, terkecuali jika memang ada keperluan yang benar-benar penting. Kadang jengah juga jika hape selalu berdering. Logikanya, pacaran kok sama hape? Yang dicium kok malah handsfree, ampe bau jigong lagi!
Tapi sejak menetap di satu kota yang sama, sekali lagi, aku bisa merasakan begitu besar pergeseran itu terjadi. Meski intensitas pertemuan tak terlalu sering, namun waktu-waktu dimana tak bertemu itulah seakan kurasa makin membuat kentara pergeseran perasaan yang kurang menggebu kini berubah kangen setengah hidup itu. Malahan jika tak ada dering nomormu di layar hapeku, aku kerap menduga-duga sedang apakah kau disana, seperti orang yang baru pertama jatuh cinta saja! Ah, aku tak sedang menggombal, hanya coba menggambarkan realita yang aku sendiri kadang dibuat tersenyum akannya.
Rindu... Sebuah perasaan yang mungkin dulu tak kurasakan karena tak menemukan sosok yang kurindukan dalam rentang jarak dan waktu, namun ketika sosokmu membelit hari-hari nyataku, perasaan itu sanggup luluh, bercampur putaran waktu di hidupku ketika kau tak sedang ada dalam selayang pandangku.
Semoga kau pun begitu...
No comments:
Post a Comment