Rien, Al, dan Ra adalah tiga lesbian yang telah lama bersahabat. Mereka lagi asyik ngobrol tentang perempuan.
"Aku lagi bete banget neh!" Al membuka perbincangan dengan muka ditekuk.
"Bete kenapa?" Rien menyahut sambil tak henti-hentinya ngemil.
"Bete tiap hari berantem ama gf! Kenapa ya gfku itu gak pernah seperti gfmu yang pengertian, gak cemburuan?" ujar Al pada Ra.
"Hmm ... Ya gfku emang gak cemburuan, sabar banget sampe kebangetan kayak gak sayang ama aku aja!" Benak Ra melayang, seperti ada yang ia fikirkan.
"Kenapa bisa begitu, kan enak kita gak dicurigai terus-terusan kayak buronan! Nggak kayak aku, dikit-dikit di cek, bahkan tengah malam waktunya orang nyenyak tidur sempet-sempetnya dia telpon untuk ngecek hpku sibuk apa nggak, uhhh!" Al nggondok abis.
"Tapi kan cemburu tandanya sayang, Al? Daripada nggak dicemburuin, jadi bikin aku salting sendiri,"
"Asal sesuai porsi aja aku nggak bakalan protes tiap hari!"
"Kayaknya enakan jomblo kayak kamu!" ujar Ra pada Rien yang masih asyik ngelonin keripik singkong.
"Eits, kata siapa enak ngejomblo? Malah aku kepengen cepet punya gf biar nggak disalahpahamin terus!"
"Salah paham apa?"
Rien menutup kaleng keripik. "Karna ngejomblo ini aku jadi nggak punya temen! Habis tiap aku punya teman baru yang udah punya gf, ntar pasti ujung-ujungnya gfnya jeles dan ngedamprat aku, padahal aku dan gfnya cuma temenan, ya meski gfnya itu juga sering godain aku seh.."
"Ya itu sih karna kamu kasi harapan ke orang yang udah punya gf!"
"Enak aja, aku malah ngingetin dia biar dia godain aku lagi tapi dia gak gubris, apa itu salahku?"
Ketiganya terdiam.
"Aku pengen banget pacaran bisa awet, apalagi kalo bisa living together... Enak kali ya kalo aku ngeliat temen-temenku yang udah pacaran bertahun-tahun..." angan Rien. "Kapan ya aku ketemu dengan perempuan yang bisa diajak serius?" Keripik singkong memenuhi mulutnya kembali.
"Gfku yang sekarang emang sabar dan sangat mengerti aku, tapi aku merasa aku telah menyakitinya... Aku merasa bersalah karna ia selalu mengalah. Aku mencoba memahaminya dan itu makin menyiksaku karena menyakitinya."
"Sama! Mungkin sikap cemburu dan terlalu overprotective gfku itu adalah bentuk rasa sayangnya yang begitu besar padaku. Hanya cara ia mengekspresikannya saja yang salah. Kami sama-sama tersiksa, ia tersiksa dengan sikap acuh tak acuhku dan aku juga tersiksa dalam penjara cintanya."
Ketiganya membisu dalam angan masing-masing, membayangkan betapa hijaunya rumput halaman tetangga.
2 comments:
Rumput tetangga bisa lebih hijau karena sering dirawat sedangkan rumput dihalaman kurang terawat makanya kurang hijau hehehe...
Vi, ini alamat blogku
http://terimakasih-cinta.blogspot.com/
Ditunggu ya kunjungannya.
Anggra
Kalo dah dirawat tapi masih kurang ijo juga gimana dunk....:)
Post a Comment