Sepanjang 2011, kalau diitung itung lebih dari 7 perempuan bersinggungan takdir dengan hati saya dan percaya atau tidak, selalu mempunyai ending yang sama...
Soulmate sebelah kamar adalah perempuan paling rajin yang hafal betul nama dan cerita cintaku, pun seorang sohib yang kini menetap di Jakarta. Dulu aku jatuh hati pada perempuan ini tapi kini kami bersaudara, kisah hati masing2 kami telah saling membagi. Dan kedua orang inilah yang mungkin cukup jengah dengan cerita hatiku, bukan pada banyaknya hatiku tertambat tapi penyelesaian yang tak pernah rampung!
Aku juga tak muna, di mata mereka aku memang terkenal menclak menclok, tapi sekali lagi aku tak mendefinisikannya sebagai player. Kata mereka aku hanya tak mempunyai kemampuan merampungkan cerita hati! Alur tetapnya adalah, aku jatuh hati, kemudian berhenti tengah jalan dan tak rampung, lalu memulai relasi baru dengan tidak nyelesain relasi lama.
Teringat beberapa hari lalu, si sohib sampai mencontohkan relasi hatiku dengan dirinya.
"Kau ingat saja dulu bagaimana kau naksir aku, belum selesai, ketika membentur sesuatu, kau mulai lagi naksir orang lain tapi tidak nyelesain yang sebelumnya!" ujarnya bukan yang pertama kali. "Masalahnya hanya kau tak pernah bisa nyelesain!"
Aku mengamini!
"Coba deh mulai sekarang jangan lagi begitu, selesaikan sampai perasaanmu benar-benar selesai baru mulailah relasi baru. Paling tidak kau tau, relasimu itu benar2 berakhir sudah tak bisa dilanjutkan lagi, jangan berhenti tengah jalan lalu mulai dengan cerita baru lagi! Kapan mau bener2 dapat kekasih kalau gitu caranya?" Meski terkekeh ia lumayan sewot. "Coba kuingat, dari mulai cerita ababil anak SMA itu sampai emak2, mana yg bisa kau selesaikan? Gak ada!"
Ya ya ya semua tak ada endingnya! Belum selesai anak SMA, ada si mata kucing, lalu bule satu hari, anak SMA yang suka curi2, hingga "emak2" yang Selasa lalu "kencan" aneh denganku sampai emak2 yang sehari berikutnya membebaskan pikiranku. Belum lagi sekitar empat cerita hati pendek tak nampak selama 3 kali aku ditugaskan ke Jakarta dalam tahun ini.
Untuk "kencan" aneh di bukber Selasa kemarin, aku baru tau perempuan putih semampai itu sudah tak lagi dalam relasi tetapi didekati orang yang katanya akan diakhiri. Lucunya, ini kali kedua kami makan bareng, tapi baru pertama berbagi hati. Meski kerap bercengkrama di hari-hari kerja dunia maya, kami tak pernah bahas hal serius.
"Aku hanya berbagi denganmu," tegasnya.
"Aku juga, orang diluar kantor dan diluar kost."
Cerita hati alur berbeda dengan benang merah sama; ending harus diakhiri.
Malamnya, ia mengirimiku pesan singkat bahwa ia membuatkan status untukku di status fb nya tanpa menjelaskan eksplisit itu ditujukan padaku. Saya mengerti alasannya! Kami hampir tiap hari berbalas komen, dan kini mulai berani pajang foto. Sama spt si emak satunya. Ah, lagi2 belum rampung semua!
Ya ya ya untuk kali ini aku akan memulai coba merampungkannya. Kini sudah terbentur tapi belum mentok, ketika mentok, aku akan menutup cerita hatiku denganmu sebelum memulai yang baru!
Tapi pertanyaan yang masih mengganjal saya, pentingkah merampungkan relasi? Kalau ditilik ulang, memang perasaanku pada mereka jadinya biasa aja, kcuali tiga terupdate dan dua yang tak tampak mata hehe. Aku beranggapan cerita tak perlu kurampungkan, khususon pada perempuan pengusik hati ini aku akan merampungkannya sampai titik final, janji! Untuk yang lain2nya, aku hanya akan menjaga untuk tak terjadi konflik seperti dgn anak SMA itu yg meski sekarang sudah lebih enak relasinya.
Jadi, rampungin cerita, hanya untuk si Gajah saja!
1 comment:
asLam.....
saLam kenaL
ibrah,
Post a Comment