Wednesday, September 7, 2011

BATAS

Kata orang, mencinta itu tak mengenal batas. Kalau ada batas berarti perasaan itu tak setulus yang mungkin pernah diikrar lisan. Tapi bagiku, mungkin hati memang tak berbatas, tapi kemudian logika membangunnya. Bukan ego, tetapi logika! Kalau hati bolehlah bak kerbau dicucuk hidungnya akan ikut apa kata hati, tapi ketika rasa itu terhenti, bukan hati yang mati tapi logika yang sedikit demi sedikit memupuk perih agar tak lagi terasa pedih.

Batas. Logika yang mencipta batas. Sekali lagi bukan ego! Kalau ego, kau tak mau hati direndahkan, tapi kalau logika adalah ketika semua telah sampai pada ambang batas saat semua upaya telah diusahakan. Bukan menyerah, batas adalah titik terakhir tapi tak menyerah apalagi kalah. Batas adalah ketika dengan legawa melepaskan disaat dirasa telah waktunya.

I believe everything and everyone has a limit. Bukan karena ego, apalagi menyerah tapi saat dimana aku tahu waktuku tuk memahamimu sudah lebih dari sekedar cukup. Berelasi dalam bentuk apapun adalah tentang menyerap dan menyepahamkan dua yang tak sama apalagi memaksakan salah satu mengikuti alur pikir lainnya. Tak ada mutlak benar, pasti betul dan maha tidak salah, relasi dua isi kepala hanya berisi pemahaman.

No comments: