Yup, otak berinterupsi besar-besaran malam ini. Seperti terbangun dan bergumam: "Kemana saja aku selama ini?", menilik ulang keberadaan saya di tempat itu, mengetahui esensinya, dan obrolan2 yang mengalir, pun kembali mendapat takaran otaknya.
Saya selalu terpesona dengan otaknya, bagaimana ia memetakan tiap detil isi pikirannya dalam satu demi satu ide dan alur pikir. Dan kemudian saya meninjau ulang: "Dimanakah saya? Kenapa saya selalu berkata tidak untuk diri saya? Kenapa selalu tersandung hal tidak penting tetapi mengganggu the whole process disaat semua ingin saya lakukan?"
Tidak akan menyalahkan, interupsi otak ini semoga tak hanya menjadi jingle saja ketika putaran waktu membalikkannya ke posisi nyaman tepat ketika aku harus move on, out of the boundaries.
She know I can do that, its just me, makanya saya dapat menangkap matanya ketika aku harus mengambil di saat yang tepat. Ya, ada yang berkobar kembali, disorientasi yang beranak pinak yang coba kau bantu untuk mematikannya di dalam diriku.
Hari ini adalah hari pertamaku setelah sekian lama tak memunculkan diri. Structural way of behave, hmm sedikit senyum ketika seorang teman tiba2 datang dan berseru tentang kita di depan banyak orang: "Kenapa tiap ada ini (saya), juga selalu ada ini (kamu)?". Pertanyaan yang kau klarifikasi dengan senyuman. Haha.
Ia tak mungkin diajak berbagi pola tentang how to, she just want me to be me and trust me that I can. Just support me from the inside!
Teringat perbincangan dengan soulmate via telepon sekitar dua hari lalu sebelum melajukan kaki bersama kamu untuk berkumpul dengan teman2 malam itu. Cukup bersama-sama menciptakan sesuatu, belajar ilmu ikhlas meski tak bersepakat dengannya dikarenakan masalah faktor umur. Ikhlas itu basic yang bahkan saya belum bisa melakoni secuil pun.
Seperti perempuan mabuk memang, tetapi interupsimu dan interupsi besar2an otakku semoga sanggup membantu diri saya sendiri dengan tidak beralasan atas nama orang lain.
No comments:
Post a Comment