Monday, August 8, 2011

Introspeksi: Lagi-Lagi Soal Relasi!



Ya lagi2 soal relasi, ini yang juga lagi2 kurefleksi. Aku hafal betul karakterku. Memantulkannya dari seorang kekasih tetangga sebelah aku kerap men-share beginilah sifat kesamaan kami yang harus ia sadari. Pasalnya, perempuan ini kadang agak stres dengan karakter rumit pasangannya yang sama persis dengan karakterku. Dan lagi2, mewanti-wanti memang mudah diucap tapi ketika mempraktekkan pada diri sendiri, susahnya ampun deh!

Berelasi. Jauh2 hari aku sudah menegakkan diri untuk membuka hati. Meski tertatih, karena faktor penghambat utama aku sadari betul bukan eksternal. Internal perlu pembenahan, terkait ego. Ya, ego, harus diakui itu yang belum bisa ditaklukkan.

Sibuk dengan diri sendiri. Merasa nyaman seorang diri. Ya, rasanya aku memang harus mengakui, aku belum siap untuk berbagi dan membagi. Otakku masih terlalu sulit untuk dimengerti. Aku meyakini, this is not evil in my head, hanya kerumitan struktur otak yang sejak dahulu kala tak pernah mudah tercerna oleh orang lain selain diri sendiri.

Kata-kataku memang sepertinya melukai, tapi jauh didalam lubuk hati, aku hanya terlalu takut untuk tersakiti. Logika ini yang kemudian membentengi bertubi-tubi agar hati tak merasakan perih oleh dusta atau nista lainnya yang hendak meracuni raga.

Logikaku mungkin sekuat karang padahal jauh di palung terdalam hati teramat rapuh. Aku bersyukur logika setengah mati hendak melindungi hati dari perih, namun aku juga harus bersiap ketika ketegasan logika memusnahkan benih-benih hati yang mulai bersemi.

Aku rumit, MEMANG!!! Kadang aku merasa kasihan kelak siapa yang mendampingi hatiku di hari-hari sepanjang perjalanan waktu, atau ketika logika memberangus benih yang hampir tak pernah bisa disemai, melangkahkan hati bersendiri dengan logika yang siap melindungi a.k.a meracuni???

Karakter itu tak pernah bisa terubah. Aku hanya sedang belajar untuk hal-hal baru tapi tak menjadikanku sesuatu diluar diriku.

No comments: