Wednesday, August 24, 2011

Cerita Pohon

Pohon itu tumbang, namun syukurlah tak mengenai pejalan kaki yang lewat atau kendaraan yang tengah melaju.

Pohon itu luluhlantak, namun syukurlah akarnya masih melekat meski tak utuh.

Batang yang kokoh itu ternyata rapuh, terlihat rongga-rongga basah seperti baru teraliri cairan. Air darimana kah? Dari daun-daun yang menengadah ketika disiram, kah? Tidak, rongga itu basah oleh tangis akar yang kokoh hingga membusuk tak kuat menyanggah.

Pohon itu telah bertahun-tahun tampak mati suri, sekalinya bersemi ia gugur lagi.

Pohon itu ternyata menangis sebelum akan mati, namun syukurlah ia tak melukai, hanya ia sendiri.

Bulir air yang baru sempat meretas, setelah sekian hentakan waktu tertahan, menahan.

Langit Kamar Tamsis, 18:49 Wed 24 Aug 2011

No comments: