Tuesday, April 13, 2010

A M A R A H


Ada amarah yang tak selesai dalam diriku. Mungkin ini tak untuk ditiru, namun kembali pada sisi lemah manusia yang boleh dikatakan pendendam, aku menyimpan amarah pada sosok yang mengurai ketidakadilan. Sosok yang selalu menuntut aku harus bersikap hormat sedang ia memperlakukan orang seenaknya. Bahkan ibu, kerap menyuruhku menunduk padanya, padahal ia nyata-nyata menjadi korban keangkuhan orang itu. Sedang aku, jika seseorang tak bisa menghormati manusia lain terlebih dahulu, maka jangan harap aku akan respek. Semua berawal dari diri, jika tak menyebar kebaikan maka jangan mimpi untuk menuai penghargaan dan penghormatan orang lain.

Kadang ibu menyuruh untuk menghilangkan amarahku. Bagaimana bisa jika orang itu turut andil menghilangkan nyawa ayah secara tak langsung. Maaf ibu, amarah itu belum ingin dan akan kuhentikan.

No comments: