Tuesday, July 23, 2013

Talking with Stranger!


Kepalaku sudah mulai terasa berat sejak kemarin. Dan malamnya adalah puncak kepenatan yang tak bisa kutanggung sendiri. Ya, aku harus membaginya! Tapi dengan siapa? Itu pertanyaan berikutnya...

Konselor. Beberapa waktu lalu ketika galau oleh asmara, aku merasa aku perlu bertemu dengan orang berprofesi tsb. Namun urung karena aku sebenarnya sudah tau pemetaan masalah dan bagaimana menyelesaikannya, hanya perlu disiplin melakoni tahap recovery yang kadang tak kuikuti dan harus selalu memulai dari awal lagi.

Itu soal asmara, tapi kali ini bukan tentang hati, meski aku butuh orang dengan profesi yang sama. Dan kebingungan yang sama.. Mendapatkan orang yang bisa dipercaya dan tak akan ember ke orang lain atas segala ceritamu, aku sangat tidak percaya orang itu ada dalam lingkaran pertemananku. Konselor yang juga menjadi teman sejaringan bagiku rentan menyimpan kerahasiaan, meski punya kode etik bla bla bla. Daripada ragu, aku memutuskan tak menggunakan jalan itu.

Talking with stranger. Stranger bukan dalam artian orang yang sama sekali asing. Ia kukenal. Tak dekat, tak jauh. Ia tau orang-orang yang kuceritakan tapi tak pernah bersentuhan langsung. Kupikir ia akan cukup obyektif, karena aku menghindari subyektifitas. Kepala ini sudah tak kuat mengelola sendiri. Dulu-dulu, aku memang tak pernah membagi butiran-butiran masalah yang mengaliri syaraf-syaraf otak, tapi sejak menyesap makna sisterhood aku mulai mencoba membuka diri.

2,5 hours like 10 minutes. Waktu seakan mengalami percepatan, tak berasa lama. Ada kelegaan menyeruak. Kepalaku kemudian tak lagi begitu berat. Bibirku sudah mulai bisa sumringah. Problemanya sih belum terselesaikan, bahkan keputusan yang mungkin kuambil walau terealisasi aku juga belum tahu pasti akan benar tidaknya nanti ke depan. It's not about the decisions, its just about to share and believing someone else to hear your problems. And also objectivities!

No comments: