Monday, July 1, 2013
Bete Kuadrat!
Cerita ini agaknya akan kontradiktif dengan cerita di judul sebelumnya...
Awal bulan sama-sama teguh pendirian, gak mau ngalah salah satu dan baru ini terjadi yang kayak gini..
Dari sudut pandang saya, saya sedang kecewa karena tidak dinomorsatukan, ingat kemudian dilupakan. Dan bagi saya itu adalah hal yang tak bisa ditoleransi. Apa yang sudah kau ucap, bagiku adalah sebuah janji dan janji bagiku tak perlu ditagih karena ia adalah tanggungjawab si pengucap.
Karena tak juga terealisasi maka wajar ketika aku bete setengah modar. Dan buatku itu bukan ego, siapapun kamu, gak peduli aku ada feeling atau tidak, berhati-hatilah dengan lisanmu karena sekali saja kau berjanji dan tak berusaha menepati, maka aku bahkan tak akan pernah mau peduli.. Sangar banget gak sih? Karena biasanya orang akan lebih permisif untuk orang yang disayangi, ya kan? Lain bagiku, lisan itu ujung tombak kepercayaan, sekali mematahkannya ia akan tersambung namun tak akan pernah sempurna..
Dan ternyata ia diam, seperti sedang bete kuadrat. Aku berasumsi apakah ia menantiku menagih -yang tentu saja tak akan pernah kulakukan- atau ia benar-benar lupa karena bertumpuknya pekerjaan. Tetapi logikaku menganalogikan bahwa umurnya tak terlalu tua untuk mengingat-ingat ucapan yang tak sampai hitungan 24 jam berselang.
Jadi biarkan kami sama-sama memelihara bete ini!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment