
Kata itu selalu merujuk pada harapan dan pengharapan. Aku menyepakatinya...
Suatu hari, aku percaya akan ada garis persinggungan waktu untuk aku dan kamu, bukan mengulang yang tlah lalu, namun mencoba belajar dari apa yang harusnya tak kulakukan dulu.
Suatu hari, ketika aku tak lagi bisa mempercayai irisan takdir namamu dan namaku tak dipersatukan waktu, aku akan menaruh penanda, entah dengan simbol-simbol apapun yang semoga mampu melintasi ruang dan waktu, bahwa kelak aku dan kamu tarik-menarik dalam dimensi satu kehidupan setelah ini.
Suatu hari, ketika keduanya tak terjadi, aku tak akan bertanya tentang irisan takdir dan persinggungan waktu, itu hanya Tuhan yang mau, karena yang ku mau kau cukup kutaruh dalam bilik kecil yang juga ciptaanMu bernama hati.
Suatu hari, andai Kau renggut pun hati itu, maka hari itu pulalah hati itu beranak pinak dengan suara hati yang tak beda, kamu harapan suatu hariku...
No comments:
Post a Comment