Friday, April 12, 2013

Indah pada waktunya


Kalimat itu diperkenalkan di telingaku sejak tahun 2006 oleh perempuan pertama pengisi relung hatiku ketika kehidupan hatiku sedang kacau-kacaunya. Saya menyalahkannya, dan butuh waktu tahunan untuk mengubah persepsi itu di otakku. Aku tak sedang memutar ulang kemarahan itu, hanya terngiang judul diatas, yang ternyata kembali berulang saat ini.

Dulu, perempuan itu selalu mewanti-wanti bahwa akan ada masa dimana saat-saat indah kembali akan kunikmati. Kata-kata itu menjadi senjata andalannya untuk menguatkanku, tetapi malah kuanggap sebagai alibi mengenyahkannya menjadi pelaku tunggal terkoyaknya hatiku. Ia bertudung pada sesuatu akan indah pada waktunya nanti.. Dan bukannya tak terjadi, aku mengamini peralihan demi peralihan kujajaki tetapi mendefinisikannya sbg sebuah keindahan pada waktu yang tepat, tetap aku tak sepakat.

Dan tahun 2011, ketika aku dipertemukan waktu dengan satu lagi perempuan pengisi hati, aku merasa indah sudah terjadi pada waktunya. Dan ketika lagi-lagi keindahan waktu tak berlangsung abadi, aku kembali dibuat terhenyak, akankah indah pada waktunya ini akan terjeda lima tahunan sepertinya sebelumnya?

Hmm, kalau melihat progressku merawat waktu aku percaya, indah pada waktunya adalah bukan tentang waktu itu sendiri, tetapi bagaimana mengelola agar si indah tidak hanya datang sewaktu-waktu...


No comments: