Monday, November 12, 2012
Mengapa siklus hati hanya begitu2 saja?
Siklus hati... Tentu saja semua pernah mengalami, entah disadari atau tidak, pasti prosesnya akan sama pada tiap-tiap yang pernah merasakan.
Kalau saya menjabarkan siklus hati itu begini... Awalnya, tentu saja single, kalau tak mau dibilang jomblo, lalu tertarik pada seseorang, atau menarik bagi seseorang, lalu terjadilah tarik menarik itu... Kerennya sih pedekate... Kalau itu tak terjadi, pasti ada salah seorang yang tak tertarik... Hmm, tapi kali ini aku sedang ingin membahas dua orang yang tarik menarik. Dan kemudian cupid bersiap meluncurkan busur panahnya, dan dua orang ini kemudian di mabuk asmara... Lalu terjadilah relasi... Entah apapun namanya, no sign contract, selingkuh, pacaran, backstreet dan poro sedulurnya, yang intinya berelasi... Lalu mau lama atau sebentar, relasi berubah terputus...orang akan kembali pada posisi semula, single -kalau tak mau dibilang jomblo- dan menanti siklus diatas terulang dan berulang.
Membosankan! Itu yang terbersit di kepala saya tentang siklus tersebut. Saya pernah bilang mungkin tentang betapa memuakkannya pedekate dengan segala kepalsuannya tetapi tetap harus melewati fase itu demi sebuah sebutan penjajagan.
Siklus hati yang memang begitu-begitu saja itu juga semacam jadi patokan tak tertulis alias patron yang entah disadari atau tidak akan sama atau setidaknya serupa lah pada tiap-tiap orang.
Dan ide jail di kepala saya kemudian menginginkan siklus hati yang berbeda dari patron kebanyakan tetapi saya tau dan sadar siklus ini sebenarnya juga dialami banyak orang tentu saja dengan patron dan langkah-langkah berbeda. Siklus itu saya namakan siklus BALEN. Kerennya disebut CLBK, yang bagi saya dipanjangkan menjadi Cinta Lama Belum Kelar...
Saya merasa formula untuk siklus ini berbeda pada tiap orang, ada kemiripan tapi tak akan sama. Oleh karenanya, saya pun agak bingung bagaimana menjalankan siklus ini ketika tidak ada patronasi yang mungkin bisa kujadikan referensi.
Tapi, yang paling penting, saya lumayan niat lho dengan siklus ini meski saya tipe kurang kreatif untuk inovasi langkah strategis apa yang harus dilakukan. Jadi, mari memulai dengan menulis konsep siklus BALEN ini ya sodara-sodara...
Bersambung di tulisan selanjutnya!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment