Sunday, November 18, 2012

Mengapa Omnibus Saya Tetiba Mandeg?

Bulan Oktober kemarin adalah getol-getolnya aku menuliskanmu dalam satu Untold dan Uncut. Tiap hari kadang bisa lebih dari satu judul. Padahal untuk hitungan bulan Oktober yang padat merayap itu tiap wiken hampir tak pernah berleha di kamar, selalu ada aja kegiatan baik dalam atau luar kota. Namun jari sepertinya tak mau berhenti menari. Tiap bangun tidur ia meliuk-liuk tanpa butuh banyak pemanasan. Ya, tiap ujung syaraf dikonsentrasikan padamu, selalu tak butuh waktu lama untuk mengelana kisah setahun lalu.

Dan kenapa tetiba mandeg di bulan November? Padahal juga tak seberapa sibuk di akhir pekan. Jawaban pastinya bukan malas, sudah ada 27 judul menanti untuk dieksekusi. Plus aku yakin judul akan terus bertambah, karena dari 27 itu masih berakhir pada awal-awal tahun, yang artinya masa-masa tengah tahun sampai sekarang belum terfikirkan outline-nya.

Sekali lagi aku hendak mengeluhkan waktu, menulis sedikit saja sudah beberapa jam terlewat. Belum lagi fokus dan tumpukan deadline yang lain, bukan sok sibuk hanya kekurangan waktu saja.

Tetapi yakini benar bahwa semangat untuk menyelesaikan omnibus ini harus tetap terjaga, apalagi sudah dapat ide tambahan bahwa cerita ini tak akan hanya dari sudut pandangku saja, tetapi sudut pandangmu (tetapi karena fiksi, tetap akan menurut versiku) dan sudut pandang kita. Bagusnya sih kamu menulis sendiri sudut pandangmu, tetapi melihat korelasi cerita seutuhnya akan susah mengaitkan kisah hidup 2 orang meski ada irisan takdir disana.

Dan, ya, masih tetap akan lanjut kok... Obyektivitas emosi harus tetap dijaga ketika menuliskan omnibus ini, kadang karena kamu sudah masuk lagi dalam kehidupanku sekarang ini, kadang kala emosional yang terjadi setahun lalu meleset dari yang seharusnya dituliskan. Makanya, kadang kalau hati sedang senang karena ulahmu, aku tak mau menulis bagian sedih cerita aku dan kamu setahun lalu.

Let's get write... Hope my version finished before January... Keep spirit.. To write and to effort me and you once again...

No comments: