Friday, November 16, 2012
Mengapa saya kemudian menganggap sisterhood itu penting?
Sejak dulu aku tak pernah percaya seratus persen pada pertemanan. Bukan berarti tak berteman. Aku senang punya teman-teman, namun membagi ceritaku pada mereka, itu yang tak mau kulakukan. Berangkat dari ketidakpercayaan itulah yang membuatku menyimpan sendiri dan mencari solusi atas apapun dalam hidupku dengan mengkomunikasikannya hanya kepada diri sendiri. Namun kejadian beberapa waktu lalu sedikit mengubah cara berpikirku...
Dimulai dengan sebuah pesan di fesbuk dari seorang teman yang berkeluhkesah tentang operasi yang hendak dilewatinya. Ia meminta bantuan beberapa teman terdekat, membagi cerita dan pada akhirnya teman-teman yang ia curhati bergiliran menjaga di rumah sakit.
Hari keduanya, aku diajak seorang teman kantor menjenguk partnernya yang juga sakit tetapi di rumah sakit berbeda. Sama dengan temanku yang operasi tadi, laki-laki ini berada di ruangan seorang diri. Bedanya, laki-laki ini memang sengaja tak mau ditemani kecuali partnernya.
Kedua hal menyangkut sakit dan rumah sakit ini kemudian membuatku tertampar untuk berpikir keras. Bagaimana dengan hari tuaku nanti? Sudah berkepala tiga, tak lagi bisa dibilang muda, namun bukan berarti mematahkan semangat mudaku, hanya harus waspada diri bahwa aku harus menyiapkan hal-hal menyangkut kesehatan.
Pertama adalah menjaga kesehatan, tentu saja. Berkaca pada pola hidup yang mau tak mau diakui sama sekali tak teratur, kadang frustrated ketika memikirkannya tanpa melakukan sesuatu untuk merubahnya. Yeah, menasehati orang lain selalu jauh lebih mudah daripada kepada diri sendiri. Makanan tak sehat, pengawet dan tak ada nilai gizi, penyebab kolesterol dan segala macam deretan penyakit lain yang mungkin kuhafal diluar kepala tapi tak berusaha untuk tak memakannya. Hmm, mengoceh pada diri sendiri pada bagian ini...
Kedua adalah life insurance, yup... Dengan "pilihan" orientasi seksualmu ini, maka bertanggungjawablah pada dirimu sendiri ketika tua nanti. Kesehatan harusnya dapat di akses oleh siapapun, tapi di negri dongeng korupsi ini tak akan ada yang bisa kau andalkan selain kau dan usahamu sendiri. Mulai mengeluhkan negri antah barantah yang bahkan sampai anak cucu menua nanti tetap tak akan pernah membaik... Bukan nyumpahin, bahkan jika Jokowi diproduksi berlipat aku yakin keruwetan negri ini tak menyurut. Jadi berharap akses kesehatan diberikan oleh negara sepenuhnya, ya aku harap tidak menjadi mimpi satu lagi diantara sekian trilyun mimpi yang menanti untuk direalisasi...
Ketiga adalah, dan ini jalan paling mentok yang kemudian bisa dijadikan solusi, yaitu punya partner hingga menua nanti. Keliatan so swit bukan, tapi akan menjadi so shit ketika bahkan punya partner tetapi tak perduli ketika kita sakit. Makanya, aku menempatkannya di pilihan terakhir. Anak dan pasangan adalah ide terakhir ketika kita sudah mengupayakan dua hal diatas. Kebergantungan itulah yang semoga tak menghinggapiku kelak.
Namun ada satu solusi lagi yang ditawarkan oleh teman ketika di rumah sakit itu... Sisterhood atau persaudarian, aku menamakannya sisterhood bukan berarti ikatan persahabatan sesama perempuan saja, tetapi semua bentuk ikatan yang tak memandang jenis kelamin dengan segala daftar pembedaan dan klasifikasinya.
Hmm, sebentar dulu, sejak kapan aku percaya pertemanan dalam segala bentuknya? Akan kuceritakan lebih detil pada judul lainnya. Namun ketika melihat sendirian berada di rumah orang-orang yang sedang ingin sembuh ini dan kemudian satu persatu teman bergantian menjaga, maka oke lah, sisterhood masuk dalam satu solusi tambahan.
Alasannya tentu saja bukan karena faktor kebutuhan, tetapi kebersamaan dan ruang untuk saling berbagi satu sama lain. Paling tidak akan ada teman-teman untuk saling menguatkan.
Sisterhood... Don't make it as the first aid for your health problems, but cultivate it as a system that will cured you psychologycally when u got problems...
Maka mulai sekarang saya sedang belajar ide-ide persaudarian ini ke dalam agenda konsolidasi otak saya dengan segala mindset-nya.
Thanks for making me learn and reflected...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment