Tuesday, January 10, 2012

Logika, berdamailah, aku pernah jatuh hati padanya...

Kata itu untuk kesekian kalinya diungkap hati memang, dan kali ini mujarab. Bukan karena peri memelas hati agar diterima, logikaku sedang membuka-buka ilmu ikhlas...

Ya, logika yang sekian lama menginstruksi tangan untuk mengepal pasir, kini mulai belajar melihat pasir-pasir itu dalam telapak yang terbuka. Entah ia akan ikut tersapu angin atau menetap dalam lingkaran tanganku, logika sudah bisa menatapnya dengan senyuman.

Ya, logika yang setengah mati menopang daguku untuk tetap tegap, bahwa aku bisa pongah, tak butuh sesuatu yang bernama cinta, membunuhi satu demi satu kenangan, ingatan dan semua yang bermuara pada perempuan itu dengan kepongahan berlabel harga diri. Saking congkaknya, kalau bisa kuibaratkan, logika akan sanggup membeli apapun di dunia ini agar hati tak usah lagi mengais dan berturut pada rasa yang membuatnya seperti kerbau dicocok hidungnya. Ya, logika mengakuinya... Logika itu dulu meluapkan amarah lewat apa saja, aku tau niat baiknya, ia hanya tak ingin hatiku mendung. Meski ia tau akan ada pelangi setelah badai, ia hanya tak mau ketika hujan turun ada ratapan yang mengiring serupa hujan. Logikaku menyayangi hati. Sisi maskulin logikaku kini sedang bercanda riang dengan kefemininan hati.

Logika, terima ya aku pernah jatuh hati padanya...

15:10, Tue 10-Jan-2012

No comments: