Sunday, July 4, 2010

Kesehatan & Kesejahteraan Seksual & Reproduksi

Resume Peserta KGS V hari kelima

Alat Reproduksi

Alat reproduksi antara laki-laki dan perempuan jelas berbeda. Pada perempuan alat reproduksi terbagi atas labia mayora (bibir kelamin luar), saluran vagina, mulut rahim, dinding rahim, rahim, sel telur, indung telor dll. Sedangkan pada pria alat reproduksi terbagi atas penis, buah zakar, saluran air kencing/sperma, testis, kantung kemih, prostat, kantung sprema, kantung air mani, dll.

Sel telur pada perempuan ketika tidak terjadi aktifitas seks dan pembuahan akan gugur dan keluar sebagai menstruasi. Pada zaman sekarang menstruasi pertama terjadi pada usia lebih muda, yaitu sekitar usia 9 atau 10 tahun. Hal ini disebabkan karena faktor gizi yang semakin mambaik dan juga dipengaruhi oleh laju informasi tentang seksualitas. Hal ini lebih cepat terjadi pada perempuan yang tinggal di daerah perkotaan dari pada di desa tertinggal. Namun jika menstruasi telat biasanya diakibatkan oleh gangguan hormonal. Selain itu ketika menstruasi pertama perempuan sering mengalami kesakitan karena ketika sel telur rontok, otot rahim berkontraksi.

Sedangkan jumlah sperma bisa berjumlah jutaan, namun tidak semuanya dapat sampai ke indung telur. Laki-laki dapat menjadi mandul jika jumlah spermanya kurang, gerakkan spermanya lambat atau karena spermanya kosong (hanya air mani saja).

Sementara itu di proses kehamilan, ketika pada berhubungan seksual melalui penetrasi antara penis dengan vagina, penis mengeluarkan sperma pada saat ejakulasi didalam liang vagina. Sperma akan berenang menuju indung telor melalui saluran telor. Pada proses ini, sperma hanya sedikit saja yang berhasil menuju ketelur. Pembuahan ini hanya membutuhkan 1 sperma untuk dapat membuahi sel telur. Kemudian proses selanjutnya, sel telur yang telah dibuahi akan menuju kerahim dengan perjalanan selama 1 minggu untuk menetap didinding rahim selama 9 bulan. Dalam proses menetapnya sel telur didinding rahim ini, kemudian membentuk embrio yang selanjutnya menjadi janin.

Kesehatan Reproduksi

Yang dimaksud dengan sehat adalah suatu keadaan yang sejahtera secara fisik, mental, dan sosial. Artinya sehat tidak hanya suatu keadaan terbebas dari penyakit atau kecacatan (lepas dari tekanan dan depresi atau adanya larangan-larangan yang mengikat kebebasan).

Sedangkan yang dimaksud dengan kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat sejahtera secara fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, fungsi, dan prosesnya (dipengaruhi juga oleh pikiran dan tekanan-tekanan yang di dapat).

Tugas Kelompok

Menuliskan jenis-jenis alat kontrasepsi berdasarkan:
- Kontrasepsi alami : senggama terputus dan masa subur
Penjelasan: senggama terputus dapat berhasil ketika pola komunikasi antar pasangan dapat terbangun, sementara itu untuk menentukan ciri-ciri perempuan di masa subur dapat dilihat dengan kapan terakhir menstruasi (ditentukan siklus bulanannya, mengingat siklus tidak tentu sama setiap bulan), meningkatnya suhu badan, payudara mengeras dan cairan vagina meningkat.

- Kontrasepsi hormonal : memasukkan hormon kedalam tubuh dengan suntikkan, pil, atau susuk yang diletakkan di bawah kulit lengan tangan yang kurang aktif digunakan.
Penjelasan: cara kerja kontrasespsi ini adalah mempengaruhi fungsi hormonal laki-laki (Progesteron) dan perempuan (estrogen)

- Kontrasepsi operatif : vasektomi dan tubektomi
Penjelasan: kontrasepsi ini yang dimaksudkan adalah pemotongan atau pengikatan saluran sperma bagi laki-laki (Vasektomi) dan saluran telur bagi perempuan (tubektomi).
- Kontrasepsi dalam rahim : spiral dan IUD
o Penjelasan: kontrasepsi ini berbentuk huruf T dan spiral. Dalam pemasangannya, alat dimasukkan melalui mulut rahim (Servik) dan berada di dalam rahim hingga waktu cukup lama sesuai dengan bahan dari kontrasepsi ini sendiri

Jika seorang perempuan tidak ingin hamil namun terlanjur hamil sebaiknya jangan menggunakan jalur pengguguran seperti memijit perut, minum jamu-jamuan, lompat-lompat, minum obat-obatan, ataupun minum air ragi atau tape, karena hal ini dapat menyebabkan akibat yang lebih parah pada tubuh. Sedangkan hamil anggur disebabkan ketika sel telur bertemu sperma lalu melakukan pembelahan sel dalam perjalanannya menuju dinding rahim tidak terjadi pembuahan dengan sempurna, dimana isi sel-sel tersebut kosong atau yang biasa disebut dengan istilah kedokteran ’belated ovum’ dan harus di buang dengan cara operasi karena dapat membahayakan nyawa.


Seksualitas

Seks adalah perbedaan biologis dan anatomi tubuh laki-laki dan perempuan. Sedangkan seksualitas mempunyai pengertian yang lebih luas dari pada seks. Dimana ketika gairah muncul, harus dilakukan tanpa paksaan dan dalam keadaan senang serta memberi keuntungan pada kedua belah pihak. Seksualitas juga harus diimbangi dengan pengalaman dan pengetahuan tentang seks hingga tidak ada yang dirugikan. Hal ini dapat mempengaruhi ikiran agar lebih santai dan tidak egois. Sebagai tambahan, sebelum melakukan hubungan seks beri dulu rangsangan pada indra pasangan.


Pemutaran Film ’Nona Nyonya’

Film Nona Nyonya ini menceritakan tentang pernak pernik seksualitas perempuan yang disampaikan dengan unik dan polos seperti tentang menstruasi, keperawanan, keputihan, dan kandungan. Juga tentang adanya sekolah yang mewajibkan test keperawanan. Film ini juga bercerita tentang pemeriksaan papsmir yang mengintimidasi pada form pendaftaran seperti harus di sebutkan apakah masih nona atau sudah nyonya dengan alasan papsmir dilakukan hanya pada wanita yang sudah menikah karena pemeriksaan papsmir dapat menyebabkan robeknya selaput keperawanan. Hal ini menyebabkan perempuan yang belum menikah merasa terdiskriminasi dan tak punya hak untuk test kesehatan seksual. Bahkan ada dokter yang meminta surat nikah untuk test papsmir. Disini juga digambarkan kalau ternyata pemeriksaan papsmir itu juga dapat menyenangkan apabila ditangani oleh dokter yang ramah dan mengerti tentang kesehatan seksual.


Diskusi Kelompok

Membahas tentang isu-isu yang dapat menyebabkan kesehatan dan kesejahteraan seksual dan reproduksi terganggu pada:
- Gay
Isu kesehatan : rentan IMS dan HIV, aksesoris pada penis, sehat jika sixpack
dan macho.
Isu kesejahteraan : diskriminasi, sulit mencari pasangan di lingkungan yang
tidak bisa menerima gay, dan hak untuk berkeluarga.
Isu reproduksi : tidak ingin menghasilkan keturunan bagi pasangan gay,
menganggap memiliki keturuna tidak penting, dan kalau
belum terganggu organ reproduksinya maka dia tidak merasa
sakit.

- Lesbian
Hegemoni heteronormativitas : butchi, femme, dan andro
Nilai anak : adopsi, bayi tabung, dan anak kandung
Kurangnya akses informasi, hubungan seksual, termasuk pemeliharaan kesehatan seksual.
Stereotipe butchi cenderung mempengaruhi penerimaan masyarakat terhadap lesbian.

- Waria
Aspek sosial waria : fisik dan semua organ yang memberikan kenikmatan.
Isu : IMS, HIV dan AIDS, TB, hepatitis, kerusakan dubur, efek silikon, konsumsi pil KB yang berlebihan.
Psikis : kondisi mental yang tidak stabil
Isu : stigma, diskriminasi, kekerasan, penyiksaan, konflik internal dan eksternal.
Aspek sosial : realsi dan masyarakat.
Isu : perkawinan, pekerjaan, dan ekonomi.

- Manula
Keharmonisan dengan pasangan dalam hal seksualitas
Tidak ada tekanan dari pihak manapun untuk mengekspresikan seksualitasnya (post power syndrom)
Mendapatkan layanan kesehatan tanpa diskriminasi/stigmatisasi
Kondisi fisik menurun
Gairah dan hasrat mulai menurun.

sumber: http://www.facebook.com/notes/gaya-nusantara/resume-peserta-kgs-v-hari-kelima-kesehatan-kesejahteraan-seksual-reproduksi/459883895680

No comments: