Thursday, July 1, 2010

Kenikmatan Seksual & Teori-teori Sosial.

Resume peserta KGS V hari kedua

Seksualitas Perempuan; Kenikmatan dan Resiko

Kapan mengenal Seks?
- Usia TK
- Usia SD
- Usia SMU
- Usia Kuliah

Media/ Agen:
- Buku
- Majalah
- Film
- Orang Tua
- Korban kekerasan seksual

Apa itu seks?
- Berhubungan badan
- Membuat anak
- Sesuatu yang bersifat kodrat

Bagaimana mengetahui bahwa seks itu Nikmat?
- Masturbasi/Onani (boneka, jari)
- Dengan pasangan (penetrasi anal, ciuman, berpelukan, petting, dll)
- Berimaginasi


Fakta : Banyak pasangan yang tidak melakukan komunikasi tentang kenikmatan seksual pasangannya

Ketertindasan perempuan dalam hubungan seksual, kenapa?
- Interpretasi teks agama
- Struktur budaya/ norma
- Akses informasi
- Intervensi negara
- Kesadaran perempuan

Gayle Rubin :
Seksualitas yang baik (normal, natural) : heteroseksual, marital, monogam, reproduktif, non-komersial.
Seksualitas yang buruk (abnormal, tidak natural) : homoseksualitas, di luar perkawinan, komersial.

Melakukan hubungan seksual sepatutnya berdasarkan keinginan bukan karena paksaan, kewajiban, keharusan, bukan juga karena agama, ekonomi, politik dan yang lainnya, tapi karena kita memiliki kedaulatan atas tubuh kita

TEORI – TEORI SOSIAL
Manusia adalah mahluk hidup unik yang harus dipandang secara utuh karena memiliki perasaan, harapan dan reaksi yang berbeda pada setiap individu. Sifat dasar manusia selalu menyari kebenaran dan pembenara terhadap setiap fenomena kehidupan.

FUNGSI STRUKTURAL
1.Meminta 3 orang peserta untuk maju kedepan dengan komposisi 2 peserta laki-laki dan 1 peserta perempuan dengan posisi duduk seperti pada gambar




SUPER STRUKTUR INFRASTRUKTUR

2. Menjelaskan pada audiens bahwa yang ada dihadapan mereka adalah contoh dari fungsi structural dari masyarakat yang berasumsi bahwa mereka selalu saling menopang, berjalan dengan baik dalam tatanan (order) keteraturan (harmoni) dan didasarkan pada kesepakatan (consensus) bersama dari anggotanya.

3. Menguji kebenaran konsep tersebut dengan cara :
a. Bertanya pada peserta yang berada pada posisi suprastruktur tentang perasaannya saat berada diposisi “atas” serta keinginannya untuk berubah posisi duduk.
Jawaban : nyaman, senang dan tidak ingin berubah posisi
b. Bertanya pada peserta yang berada pada posisi infratruktur tentang perasaannya saat berada diposisi “atas” serta keinginannya untuk berubah posisi duduk
Jawaban : tidak nyaman, merasa terasing dan lemah, ingin berubah posisi menjadi suprastruktur
c. kesimpulan Jawaban dari kedua kelompok tersebut adalah Teori social diatas dapat disimpulkan bahwa sangat tidak sesuai dengan konsep dasar manusia yaitu bahwapada dasarnya manusia adalah mahluk yang selalu berubah sehingga bertentangan dengan konsep order, harmoni dan consensus. Ketidak bersediaan kelompok supratruktur berpindah posisi adalah bentuk dari istilah status quo

4. menjelaskan pada peserta bahwa pada dasarnya manusia mempunyai sudut pandang yang berbeda dalam memandang suatu hal
a. bertanya pada indivdu dari kelompok suprastruktur tentang posisi vas bunga yang ada disampingnya
jawaban : vas bunga berada di seblah kiri tubuhnya
b. bertanya pada indivdu dari kelompok infrastruktur tentang posisi vas bunga yang ada disampingnya
jawaban : vas bunga berada di seblah kanan tubuhnya
c. bertanya pada audiens apakah jawaban dari dua kelompok tersebut salah/ benar.
d. Kesimpulan dari proses diatas adalah bahwa tidak ada sesuatu didunia ini yang BENAR / SALAH secara mutlak karena segala sesuatu sangat tergantung dari sudut pandang masing-masing kelompok

5.Mengganti posisi vas bunga dengan meminta peserta perempuan. Dengan maksud memasukkan isu seksualitas didalamnya

SUPRASTRUKTUR INFRASTRUKTUR
Hal ini bermaksud untuk memasukan unsure kepentingan dari setiap kelompok yang biasanya akan menimbulkan konflik, maka konflik yang terjadi adalah :
a. Kelompok supratruktural diibaratkan sebagai kelompok heteroseksual, yang mempunyai unsure kepentingan untuk melanjutkan keturunan, serta factor- factor lainnya seperti ekonomi dan politik
b. Kelompok infrastruktur diibaratkan sebagai kelompok homosekual yang juga ingin memiliki perempuan tersebut sebagai bentuk penggunaan haknya sebagai manusia untuk mempunyai pilihan dalam mengekspresikan orientasi seksual

6.MASALAH :
• komposisi kelompok yang tidak seimbang, dalam hal ini kelompok heteroseksual menyebabkan terciptanya posisi menguasai dan dikuasai. Karena jumlahnya yang banyak maka kelompom suprastruktur lebih leluasa dalam membuat aturan sehingga timbul istilah pemaksaan ideology / hegemoni
• selain yang memiliki pendapat dari kelompok suprastruktural adalah SALAH ; hal ini dikenal dengan istilah LOGOSENTRISME

7. menyimpulkan permainan diatas, bahwa setiap manusia mempunyai kekayaan intelektualitas yang tidak berbatas, perbedaan sudut pandang bukanlah sebuah kesalahan. Menjad sebuah kesalahan apabila setiap kelompok selalu berusaha untuk menunjukkan bahwa pendapatnya yang paling benar.


sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=459879315680#!/notes/gaya-nusantara/resume-peserta-kgs-v-hari-kedua-kenikmatan-seksual-teori-teori-sosial/459880360680

No comments: