Saturday, July 3, 2010

Gender, Seksualitas dan Representasi Media

Resume peserta KGS V hari keempat

Pembahasan awal materi ini adalah refleksi dari kasus vidio ariel, luna dan cut tari.
Fungsi media :
- Menggantikan / to stand in for
- Mewakili / to speak or act on behalf of
- Menghadirkan kembali / to represent

Representasi Queer dalam film pada tahun 2003- 2008 terdapat 20-an film, diantaranya : film panggil aku puspa, tentang dia, dll. Lalu kemudian media menjadi cara untuk memberikan kesadaran masyarakat mengenai queer/ seksualitas kepada masyarakat.

Gayle rubin mengatakan seksualitas adalah politik, ini juga terlihat pada kasus video ariel, luna, dan cut tari . dimana Susilo bambang yudoyono selaku presiden Republik Indonesia tuirut mengomentari kasus tersebut, ini menandai bahwasanya urusan seksualitas adalah urusan yang sangat besar untuk dibahas dan di perbincangkan.

Hall juga mengatakan hal yang sama, sebuah pesan tidak bisa dikontrol oleh produser untuk konsumen, efek akan berbeda bagi penerima pesan karena bersifat kontektual. Sebuah pemaknaan tidak pernah stabil, tidak pernah fix dan tidak akan pernah sama dengan orang yang satu dan yang lain.

Encording / decording adalah makna yang di harapkan oleh produser, cirri khas (image) nya :
- Dominant / hegemoni reading
Produser = konsumen = menerima
- Negosiasi / negosiated reading
Tawar menawar antara produser dan konsumen
- Resistant or oppositional reading

Konsumen menolak produk produser .
Lalu di teruskan dengan nonton film documenter yang berjudul : Renata-Renata dan Waria Dalang, Dilanjutkan dengan Diskusi, dan bagaimana peserta khursus melihat film dan pemaknaannya masing- masing.

sumber: http://www.facebook.com/notes/gaya-nusantara/resume-peserta-kgs-v-hari-keempat-gender-seksualitas-dan-representasi-media/459883380680

No comments: