Sedang bingung, itu intinya! Sedari awal aku menggunakan omnibus untuk menuang ceritaku tentangmu, lalu beralih pada penyebutan antologi karena omnibus untuk sebuah cerita visual dan sekarang aku tergelitik pada kata Flash Fiction. Jadi, mari kita definisikan ketiganya....
Omnibus dan Antologi
Antologi adalah kumpulan karya-karya sastra yang dipilih secara compiler. Antologi adalah sebuah kumpulan puisi, cerita pendek, drama, lagu, atau kutipan. Dalam antologi bergenre fiksi digunakan untuk mengkategorikan koleksi karya pendek seperti cerita pendek dan novel pendek, biasanya dikumpulkan menjadi satu volume untuk dipublikasi. [Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/linguistics/2280864-pengertian-antologi]
Antologi, menurut KBBI adalah kumpulan karya tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang pengarang. Jadi bisa kumpulan cerita beramai-ramai.
Sementara omnibus adalah kumpulan tulisan satu pengarang dengan topik yang serupa. Contohnya, omnibus karya Sir Arthur Conan Doyle atau Jules Verne. Bahkan bisa jadi tiga novel dari satu pengarang dirangkum jadi satu buku membentuk omnibus. [sumber: http://www.beritasatu.com/blog/lifestyle/1751-tren-menulis-keroyokan.html]
Flash Fiction
Flash fiction adalah karya fiksi yang sangat singkat, bahkan lebih ringkas daripada cerita pendek. Walaupun tidak ada ukuran jelas tentang berapa ukuran maksimal sebuah flash fiction, umumnya karya ini lebih pendek dari 1000 atau 2000 kata. Rata-rata flash fiction memiliki antara 250 dan 1000 kata. (Sebagai perbandingan, ukuran cerita pendek berkisar antara 2.000 dan 20.000 kata. Rata-rata panjangnya antara 3.000 dan 10.000 kata.) Sejumlah sastrawan juga menyebutnya sebagai "cerita mini", disingkat "cermin". Semua ini mengacu pada rupa flash fiction yang sepertinya dirancang untuk dibaca sekaligus. Keterbatasan jumlah kata flash fiction sendiri sering kali memaksa beberapa elemen kisah (protagonis, konflik, tantangan, dan resolusi) untuk muncul tanpa tersurat; cukup hanya disiratkan dalam cerita. [sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Flash_fiction]
Flash fiction bukan puisi, potongan prosa atau ringkasan ide. Flash fiction wajib terdiri dari babak awal, tengah dan akhir. Flash fiction bukan potongan cerita atau kepingan adegan dari sebuah cerita besar. Selain lengkap dalam pembabakan cerita, flash fiction juga wajib menghadirkan 4 unsur pembangun fiksi, yaitu; Karakter, setting, konflik dan resolusi. Semua unsur wajib hadir dan tuntas dalam 100 kata. Cerita tidak diperkenankan mengambang/bersambung. [sumber: http://indonovel.com/sekilat-flash-fiction-dari-a-sampai-z/]
Dari ketiga definisi diatas, aku merasa antologi mungkin lebih pas untuk mengkategorikan apa yang hendak kutuang, tetapi omnibus itu sudah melekat di hape tempat aku menarikan kata-kata yang mengantri di otak, tetapi menyebut flash fiction juga ingin karena yang kutulis juga pendek, tetapi bukan fiksi. Bingung, bukan?
No comments:
Post a Comment