Wednesday, September 12, 2012

What an Amazing Day!


Alarm sudah kupasang pukul 06.30, tak tanggung2 di tiga handphone sekaligus. Bukan tanpa sebab, mataku sampai pukul 01.30 dini hari belum mau diajak kompromi untuk merem, makanya sedikit ketar ketir jika alarm satu saja tak akan cukup untuk membuatku terjaga di jam yang kubutuhkan tsb. Bukan tanpa sebab juga pagi2 niat banget bangunnya, hari ini ada aksi diam 126 hari aksi penyerangan ke LKiS jam 8 pagi, dan kebagian bawa kentongan ya kudu tepat waktu hadir disana. Dan tumben-tumbenan juga ini mata ga bersahabat banget padahal dah ngantuk poll, bahkan sampai 2 kisi-kisi omnibus jadi pun malah bikin mata keilangan rasa kantuk, dah lewat jam tidur juga. Mau tak mau, pemaksaan pemejaman mata pun diberlakukan. Dan hasilnya... Paginya aku terbangun lebih dulu daripada bunyi alarm, pukul 06.17 mata dah sueger tak lelah sedikit pun. Thanks God...

Bergegas mandi dan datang tepat waktu di TKP hingga aksi berakhir cukup membuatku tersenyum. Good job to all teamwork!!!

Diantara 2 soto
Aku sudah melangkah menuju bakul soto bersama seorang teman kantor bergerombol dengan lainnya dengan niatan mau ngerembug soal RTL tulis menulis di komunitas, tapi karena teringat kentongan yang harus kubawa, aku balik lagi ke TKP, maka disana lah dilema 2 soto dimulai...

Ketidaksinkronan otak dengan hati akhirnya dimenangkan oleh hati pagi ini. Otak yang sedari awal memutuskan menaikkan ego yang membuatku berkeputusan melajukan kaki bersama teman kantor, tak mau ikut denganmu dengan agenda soto gratis lainnya, akhirnya dibelokkan hati untuk mengekormu... Ya kamu! Perempuan yang hari ini saya curi-curi pandang diantara penutup mata hitam yang masih tembus pandang... Ya kamu, perempuan yang saya masukkan kategori cantik untuk hari ini... Entah apa isi otakku, aku hanya tau aku hanya menurut apa kata hatiku.

Dan hati tak berhenti disini saja merusak tatanan otak. Ia pintar, menggerogoti pasukan otak dengan arsenik mungkin, mati kutu otak bertekuk lutut pada hati hari ini. Bahkan aku merasa detakan waktu berirama lebih cepat.. Aku masih ingin terus mencuri-curi pandang dari teropong yang tak akan pernah kau lihat di palung terdalamku, namun seperti berlarian dengan angka-angka yang berganti sedemikian cepat di arloji di tangan kiriku, deru motorku memang menjauh meninggalkanmu, tetapi di jalanan beraspal ditambah terik menyengat yang langsung menusuk pori-pori akibat kepedean gak pake jaket, wajahmu menggenapi benakku dengan senyum memadati celah bibir. Saya sumringah total!!

Hari yang Luar-Binasa!
Dan keluarbiasaan hari ini tak berhenti disini. Ada seorang teman yang kemudian butuh bantuan mengkonsultasikan permasalahan temannya tentang KTD. Aku awalnya tak mengira bahkan akan terlibat terlalu jauh. Aku beranggapan aku hanya akan membantu merujukkan saja. Kekompleks-an dimulai ketika temanku mendapat update terbaru bahwa survivor sudah berada di jogja. Awalnya yang hanya ingin konsultasi awal tanpa kenal si survivor kemudian menjadi konsultasi dengan menghadirkan si survivor. Bukan masalah bolak-balik dan ketlisutan jalan yang menyebabkan "petualangan baru" ini terhenti sementara yang melelahkan, namun ketika di detik-detik berikutnya si survivor memutuskan bulat tindakan diberlakukan secepatnya. Sesi konseling yang awalnya bagiku akan tak memakan waktu lama, tak akan sampai petang beranjak jauh, ternyata hingga bunyi jangkrik di areal persawahan kanan kiri tempatku mendengarkan konselor menjelaskan satu demi satu prosedur, implikasi dan segala tetek bengeknya terdengar keras yang artinya sudah malam, akhirnya disepakati petualangan esok pagi akan dilanjutkan...

Ini memang bukan pertama kalinya aku menghadapi survivor, tapi permasalahan tindakan yang harus diambil dengan segala dampaknya inilah yang merupakan pengalaman pertama bagiku. Bahkan seorang teman yang sengaja kuajak kesana pun memucat mendengar penuturan si konselor.

Proses hari ini sangat menakjubkan! Menutup malam dengan makan besar, karena baru nyadar perut sudah sangat keroncongan dengan isi otak nyaris penuh. Pembelajaran menghargai tubuh, berpikir tak hanya satu dua kali bahkan harus beribu kali sebelum bertindak yang berdampak pada tubuh yang tak hanya sehari dua hari tapi menjadi memory yang akan mengiring sepanjang hidup, maka sayangi tubuh Anda dari kenikmatan sesaat yang menggerogoti tubuh sepanjang hayat!

No comments: