Friday, April 15, 2011

Buruan Cari Pacar!

April ini mungkin menjadi bulan tersibuk sepanjang tahun yang sudah terjalani ini. Betapa tidak, schedule kerja yang membludak tak bisa dibedakan antara jam kerja dan diluar kerja. Aku malah pernah pasang status fb, andai sehari 48 jam... Ya, 24 jam terasa pendek, hari sudah berganti, padahal sepertinya seharian tak melakukan apapun. Hmm, waktu yang singkat atau aku yang tak melakukan apapun? Entah, sukar mencari jawab!

Diantara kesibukan itu, ada seorang teman kantor yang getol banget mencibir, terutama ketika aku tak pergi pulang padahal usai jam kerja, alias masih betah ngendon di kantor. Awal2 cibirannya adalah tentang pegawai teladan, meski ia tau itu bukan tujuanku tak segera pulang. Dan kata terakhir dalam pembicaraan di telepon dengan si teman ini terngiang di telingaku:
"Buruan cari pacar, biar nggak terlalu sibuk cuma ngurusin kerjaan!"
Aku mendadak tercekat. "Asem!!" umpatku yang membuat perempuan hamil besar di seberang sana ngakak berat.

Usai gagang telepon tertaruh di tempat semula, kalimat itu seakan menjadi reminder di otakku. "Cari Pacar!". Teman tsb aku sangat yakin tak sekedar berolok, ia tahu betul keruwetan kerjaku akhir-akhir ini. Dan untuk cari pacar, jelas bukan karena terdorong oleh padatnya pekerjaan, karena sedari dulu juga sudah tergerak menemukan kekasih yang bukan hanya pacar tetapi juga belahan jiwa, but unfortunately saya belum beruntung. Dan saya tak hendak mengulang ocehan kompleksitas internal errorku sendiri. Namun reminder otak itu layak dipertimbangkan, segera cari pacar, tapi bukan tuk pengalih pekerjaan. Penyempurna hidup...

Wish I could find it soon... Hmm... Belum lagi hilang reminder buruan cari pacar oleh teman kantor, seorang teman juga asyik mengoprek perjalanan kisah menclak menclokku. Ia bertanya bukan ingin mencampuri internalku. Aku yakin maksud dia adalah sama dengan teman kantor, memastikan aku memilih dari kisah menclak menclokku atau paling tidak fokus pada satu perempuan untuk diraih. Dan jawabanku tetap sama, MENCLAK MENCLOK!

Aku ngakak ketika ia menjulukiku "cah loro" (orang sakit). Bukan karena bangga menclak menclok tapi urusan hati ini ternyata lebih ruwet ketimbang pekerjaan yang menggunung. Bayangkan, di hati memang satu yang diingini tapi logikanya tak mungkin bersama orang yang kita inginkan. Apalagi hati belum mau cerai memendam rasa yang sudah tahu tak teraih. Ditambah otak juga ikut-ikutan membunuh logika dan terus saja memfantasi.

Wah, semoga saja tak kelamaan dibelit rasa seperti ini. Bisa gaswat kalo hati dan logika membelot tak mau diatur. Dan bagaimana bisa mengisi hati dengan yang lain kalau begini caranya, bukan?

Sebenarnya simple, ini pemikiran saya diantara keruwetan hati dan pikiran, kalau aku dipertemukan dengan seseorang yang klik lahir batin, aku yakin seratus persen keruwetan ini akan terakhiri, bukan karena aku tak sungguh2 hati pada si "ruwet" ini atau hanya pengalihan pada si "click" ini. Hanya saja, ketika menemukan orang yang tepat, ingatan dan hatiku akan tak berhenti untuk mencari celah berharmoni bersama...

Andai si "mata nakal" yang "ruwet" ini adalah orang yang tepat. Namun aku menyadari ia hanya berbatas pengandaianku saja... Kembali karena aku tak tahu jawaban alam, isi otaknya dan aku yang tak berusaha meraih serta mencari tahu hatinya. Aku mungkin terlalu sibuk berasumsi, tapi feelingku mengatakan, cukup jadi pengandaianku saja!

So, I think they are right, buruan cari pacar! Ada yang bersedia membantu? *LoL* Atau kau yang disana, segera lah menghampiri, aku terlalu payah untuk jadi orang yang aktif dan mendekat dengan basa basi manis. *D'passive mode on.

No comments: