Friday, August 23, 2013
Framming The Mountain
Motor yang kukendarai perlahan melambat. Memang sengaja kukurangi. Sejenak memandang view di depanku. Aku berada di selangkangan dua gunung. Merapi dan Merbabu. Jalan yang kulalui adalah jalan setapak berliku yang hanya dilalui segelintir orang, tetapi katanya tak berbahaya. Jika pagi sedang bersahabat, aku akan menemukan dua gunung tsb tampak menggoda untuk diabadikan. Tetapi dari beberapa kali aku menyusuri jalan setapak ini aku hanya pernah sekali mengabadikan alam yang tampak kehijauan di depanku. Tampak dekat, padahal ia jauh.
Dan view pagi ini membuatku tersenyum. Memang, langit juga sedang merekahkan warna birunya tanpa sehelai awan. Pun gunung yang tampak hijau telanjang yang memenuhi penglihatanku. Namun yang membuatku melempar secarik senyum adalah bukan karena kesempurnaan ciptaanNya. Aku membayangkan rona sumringah perempuan itu jika ia berada bersamaku sekarang, meletakkan dataran tinggi yang lambat-lambat kunikmati ini dalam bingkai lensa yang kemudian berpindah ke bentuk dua dimensi.
Dan aku sungguh yakin ia akan lama membingkai view ini. Puncak gunung. Lekukannya. Asap lirih dari bagian atas yang meniupkannya ke langit. Jenjang-jenjang kehijauan yang tampak seperti anak-anak tangga. Aku dapat membayangkan hanya bunyi jepretan yang akan kudengar dari lisan kameranya.
Framming the mountain, I wish I could bring you here someday…
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment