Sunday, August 25, 2013
Even Drunk is Not Enough
Nge #BirSore. Saya menamakannya demikian! Ini mungkin dikarenakan kebuntuan. Ya, saya sudah tak tahu lagi harus dengan cara apa menyembuhkan raga yang tak kunjung terlepas dari penyakit yang berganti-ganti, bahkan recordnya hingga dua mingguan ini.
Awalnya, saya kira ini efek kecapekan karena badan tak enak ini mulai datang menyerang sehari setelah kembali dari kampung halaman usai lebaran. Masuk angin dan diare memang sudah terasa saat perjalanan. Lalu hari ketiga berganti demam. Lalu biduran. Setiap sehabis mandi badan bentol-bentol kemerahan. Dan saya masih merasa ini adalah akibat peralihan dari air di jawa timur dengan air disini. Logika yang cukup masuk akal bukan? Kemudian menjadi tak masuk akal ketika raga saya drop kian menjadi-jadi. Flu yang tak kunjung berakhir, sampai malah ditakut-takuti kena AIDs segala, dan batuk yang kemudian melanda. Ada apa dengan tubuh saya?
Bahkan ketika memilih membuka botol Carlsberg sore ini pun, saya tidak yakin akan sembuh. Hanya saja, katanya, minuman mengandung alkohol dapat menghangatkan badan. Untuk sore ini saya menaikkan level minum saya. Biasanya hanya seperempat dan selesai, saya meminta orang lain menghabiskannya. Tapi ini, meski bertahap dari sore hingga malam, es batu menemani buliran rasa pahit yang kukecap sesruput demi sesruput.
Dan sekuat apapun raga dihangatkan, penyakit yang sebenarnya bukanlah melekat di penopang badan ini, melainkan isinya. Sesuatu yang tak pernah bisa diukur oleh kecanggihan medis mana pun. Pikiran.
Penyakit saya cuma kepikiran pikiran yang mikirin hal-hal yang tak terselesaikan dengan hanya mikir, tapi saya memikirkannya! #sakit
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment