Aku suka judul diatas! Terdengar saru bukan? Multitafsir sih, yang mendengar kata itu menginterpretasikan masing-masing. Banyak yang sepakat lebih condong mengartikan ke arah "saru".
Mencocokkan hati mungkin mudah, tapi mencocokkan kelamin, itu yang susah. Mungkin itu salah satu faktor penyebab #GagalMovedOn saya setelah memutuskan mundur dari perang kecamuk otak, batin dan perasaan saya sendiri akhir Desember lalu. Namun saya tak hendak mengulik cerita hati itu, hanya ingin berkesimpulan alias mengevaluasi dampak relasi tsb. Wuih bahasanya udah kayak proposal gini yak, bahkan soal hati perlu analisis dampak.
Prinsip soal sulitnya mencocokkan kelamin itu berawal ketika memulai membuka hati untuk orang baru. Setiap yang datang hanya membuai sesaat lalu lenyap, bukan orangnya tapi perasaannya. Hashtag GagalMovedOn yang jadi jargon itu lantas kutelisik penyebabnya. Mungkin sudah rahasia umum bahwa saya termasuk orang yang masuk dalam kategori mudah jatuh hati. Ya, bagiku mencocokkan hati itu mudah, apapun bentuk relasinya, baik pertemanan, jejaring, bisnis bahkan flirting. Bukti paling nyata adalah perempuan pengisi Agustus September lalu saya, betah 14 jam ngobrol ngalor ngidul, -saya merasa- klik berbincang apapun seolah baru 10 menit mendengar suaranya. Tapi untuk mencocokkan kelamin... Bagiku tak mudah!
Namun perlu dipahami bahwa mencocokkan kelamin itu bukan melulu urusan ranjang dan sekitarnya. Banyak yang menafsirkan mencocokkan kelamin adalah semata hubungan atau perilaku seks, keliru total! Aktivitas seksual, ya akan itu-itu dan begitu-begitu aja, tapi cocok secara kelamin adalah soal kenyamanan. Mungkin kenyamanan adalah kata yang paling tepat to describe.
Itulah kenapa dari dulu saya beranggapan seks bukan yang utama, karena mencocokkan kelamin buat saya sulit. Merasa nyaman adalah bagian tersulit dalam mencocokkan kelamin dalam arti sebenarnya. Butuh lebih dari sekedar hati dan birahi. Bahasa kelamin yang bukan hanya terejawantahkan oleh deru nafas.
Seperti yang kubilang, saya tergolong susah dalam hal tsb, makanya ketika sudah cocok secara kelamin lantas harus memulai relasi baru, aku tak kaget dengan hashtag GagalMovedOn yang masih menjadi jargon terkuat dalam pilkada hati yang baru.
2 comments:
Sepaham bgt.... kyk yg kita obrolin tempo hari itu yak...:D
yoiiiiii....
Post a Comment