Sudah lama kata-kata di otak tak tertumpahkan. Ada sesuatu yang sepertinya sengaja menyumbat. Bukan karena aktivitas kerja yang numpuk, hanya otak sedang diganjal untuk menderetkan barisan memori yang telah mengantri panjang di ingatan. Ya, empat bulan kukira cukup panjang dan entah kenapa otak seakan dibuat menurut saja untuk memerintah jemari agar tak bergerilya pagi sehabis membuka mata setiap pagi atau mendesak kata malas ke otak ketika sudah tak ada lagi aktivitas kerja yang dilakukan yang biasanya kemudian terisi dengan menuangkan hal-hal kecil siklus rutinitas maupun spontanitas hidupku melalui deretan kata.
Dan aku tak akan menyalahkan otak, sama ketika otak tak menyalahkan hati, namun menanamkan menulis adalah kebutuhan dan membaca adalah asupan, seberapa pun ketidak sukaan saya membaca, maka ada tak ada waktu, malas atau rajin yang meracun otak dan suka atau tak suka saya akan sesuatu, mari memulai lagi untuk giat menuang ide, membeber cerita hati dan jungkir balik hidup serta finish the unfinished.
Gadget sudah mumpuni. Ya, aku memang lebih suka mengejakan deretan kalimat di otakku hanya dengan satu jempol daripada sepuluh jari. Gadget yang dulu membatasiku hanya maksimal 3000 karakter dan kemudian memindahkannya di outlook laptop, kini sudah bisa nyaman mau sepanjang gerbong kereta pun, gadget ini sanggup meladeni. Dan yang terpenting dari gadget ini adalah bentuk candybar kayak nokia tapi fungsi smartphone. Bukan mau promosi, meski fungsi smartphonenya tak sehandal android namun fungsi organizernya diatas rata-rata. Jadi mari mulai mengejewantahkan antrian huruf-huruf di otak...
No comments:
Post a Comment